Pameran Seni Rupa “Kabar Bumi Setengah Windu”

 Pameran Seni Rupa “Kabar Bumi Setengah Windu”

Nama seniman: Muhammad Fauzan Judul: “She’s Not Pink”, Medium: Oil on Canvas, Ukuran : 95 x 75 cm, Tahun 2021.

Digelar 12-14 Mei di Bentara Budaya Yogyakarta

JAYAKARTA NEWS – Pameran Seni Rupa “Kabar Bumi Setengah Windu” akan digelar di Bentara Budaya Yogyakarta pada 12-14 Mei mendatang.  Ini merupakan pameran perdana mahasiswa Prodi S-1 Tata Kelola Seni Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta yang menempuh ujian akhir semester untuk mata kuliah “Tinjauan Kelola Pameran I”.

Siaran pers Prodi Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta pada  Senin (9/5) mengabarkan bahwa “Kabar Bumi Setengah Windu” merupakan bentuk refleksi manusia atas perubahan bumi yang belum banyak disadari oleh masyarakat luas. Pameran ini menampilkan topik keadaan bumi pada pra-pandemi, era-pandemi serta harapan untuk bumi pasca-pandemi. Terdapat 8 perupa yang ikut berpartisipasi dalam pameran yang berslogan “From Art To Earth Through A Heart”.

Perupa yang tampil antara lain: Diah Yulianti, Kurt Hoesli, Alif Edi Irawan, Muhammad Fauzan, Denny Syaiful Anwar, Ilham Karim, Rifkki Arrofik, dan Muhammad Shodiq. Melalui representasi 15 lukisan dan 2 instalasi, para perupa mengetengahkan gagasan perubahan alam dan budaya manusia.

Pameran ini diharapkan mampu merefleksikan kehidupan manusia bersama makhluk lainnya. Karenanya, pameran yang menjadi bagian dari Hari Bumi ini, tidak hanya berbicara soal lingkungan dan bumi itu sendiri, namun juga isinya. Bumi hanya satu dan harus dijaga serta diselamatkan. Manusia sebagai poros kehidupan di bumi, wajib berperan untuk merawat bumi melalui hati, intuisi dan pemikiran kritis terhadap ancaman keberlangsungan bumi dan seisinya. Kehadiran kesenian adalah keniscayaan sebagai salah satu jalan agar manusia mampu merefleksikan dan menyeimbangkan kehidupan, termasuk keberlanjutan bagi bumi dan segala isinya.

Di samping itu, pameran ini bertujuan untuk mengajak para seniman, pengamat seni, dan masyarakat luas agar dapat merefleksikan dirinya untuk keseimbangan bumi bagi kehidupan di masa mendatang. Karena sejatinya, bumi adalah rumah manusia dan makhluk hidup lainnya. Dan yang mempunyai rasa kesadaran dalam memiliki dan menjaga itu tentu berada dalam diri masing-masing manusia.

Pembukaan pameran akan dilakukan pada Kamis (12/5) pukul 16.00 WIB oleh  Dr. Suwarno Wisetrotomo, M.Hum. Sedangkan yang bertindak sebagai kurator adalah Luna Chantiaya dan Gisela Kiara.  Acara “Kurator Talk” akan digelar (13/5) pukul 19.00 WIB secara Luring. Pameran ini juga menjadi bagian peringatan 4 dasawarsa Bentara Budaya Yogyakarta. (Ernaningtyas)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.