• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Nusantara dan Persia: Denyut Peradaban di Antara Dua Samudera

Nusantara dan Persia: Denyut Peradaban di Antara Dua Samudera

April 11, 2026
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 26, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Nusantara dan Persia: Denyut Peradaban di Antara Dua Samudera

by admin
April 11, 2026
in Kabar
0
Nusantara dan Persia: Denyut Peradaban di Antara Dua Samudera
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dari jalur rempah abad pertengahan hingga diplomasi abad ke-21, hubungan Nusantara dengan Persia merupakan salah satu persahabatan peradaban terpanjang yang pernah ada di Asia.

Oleh : Heri Mulyono

Ribuan tahun sebelum Islam tiba di Nusantara, pedagang Persia telah berlayar melewati Selat Malaka, meninggalkan jejak peradaban yang mengubah bahasa, agama, sastra, dan arsitektur kepulauan ini hingga era modern.

Pertemuan di Jalur Sutra Maritim

Hubungan Nusantara dengan Persia bukan sekadar warisan Islam yang datang kemudian. Jauh sebelum abad ke-7 Masehi, kapal-kapal dagang dari kawasan Teluk Persia telah mengarungi Samudra Hindia menuju pelabuhan-pelabuhan di Sumatera, Jawa, dan semenanjung Melayu. Sejarawan G.R. Tibbetts dalam karyanya Arab and the Far East Before the Advent of Islam (1956) mencatat bahwa pedagang Persia dari kerajaan Sasaniyah sudah aktif berdagang dengan bandar-bandar maritim di Asia Tenggara setidaknya sejak abad ke-5 Masehi.

Komoditas yang dipertukarkan bukan sembarang barang. Rempah-rempah—cengkih, pala, lada—dari kepulauan Nusantara sangat diminati di pasar-pasar Persia, Mesopotamia, bahkan Roma. Sebaliknya, Persia mengekspor kain sutra, permata, bejana perak, dan teknologi metalurgi. Pertukaran ini bukan hanya ekonomi; ia adalah pertukaran ide, kosmologi, dan cara pandang dunia.

Kerajaan Sriwijaya (abad ke-7–13 M), sebagai kekuatan maritim utama di Selat Malaka, menjadi simpul utama pertemuan dua peradaban ini. Sumber-sumber Arab dan Persia menyebut Sriwijaya sebagai Zabaj atau Sribuza—sebuah negeri kaya yang bersahabat dengan para pedagang dari barat. Catatan pelaut Persia abad ke-10, Buzurg ibn Shahryar, dalam Kitab Ajaib al-Hind, mengabadikan kisah-kisah tentang kemakmuran dan keajaiban negeri-negeri di timur Samudra Hindia ini.

Islam Bercorak Persia: Tasawuf sebagai Jembatan

Ketika Islam menyebar ke Nusantara mulai abad ke-13, ia tidak datang dalam bentuknya yang polos dan tanpa warna. Islam yang tiba di pantai-pantai Nusantara telah melewati penyaringan peradaban Persia selama berabad-abad. Para penyebar Islam awal di Nusantara—mulai dari Gujarat hingga Coromandel—banyak yang telah terasimilasi dengan tradisi intelektual Persia, terutama tradisi tasawuf atau sufisme.

Azyumardi Azra dalam Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII (1994) menunjukkan bahwa jaringan ulama yang menghubungkan Nusantara dengan Haramayn (Mekkah-Madinah) juga merupakan jaringan yang kaya dengan tradisi Persia-Islam. Tokoh-tokoh seperti Hamzah Fansuri (abad ke-16) dari Aceh dipengaruhi secara mendalam oleh pemikiran sufi Persia, khususnya Ibn Arabi dan Jalaluddin Rumi. Puisi-puisi Hamzah Fansuri nyaris tidak bisa dipahami tanpa memahami tradisi syair Persia sebelumnya.

Maulana Malik Ibrahim, yang dikenal sebagai salah satu Walisongo pertama di Jawa (wafat 1419 M), diyakini oleh sejumlah sejarawan berasal dari kawasan Persia atau setidaknya memiliki latar belakang pendidikan Persia-Islam. Makamnya di Gresik, Jawa Timur, memuat inskripsi Arab dengan gaya kaligrafi yang lazim di tradisi Persia-Arab abad pertengahan.

Bahasa sebagai Artefak Peradaban

Salah satu bukti paling nyata dan terukur dari pengaruh Persia terhadap Nusantara adalah bahasa. Bahasa Melayu—cikal bakal bahasa Indonesia—menyerap ratusan kosakata Persia, sebagian besar melalui perantaraan bahasa Arab. Para linguis seperti R.O. Winstedt dan kemudian Asmah Haji Omar mendokumentasikan warisan leksikal ini secara sistematis.

Kata-kata seperti anggur (dari angūr), saudagar (dari sāwdāgar), dewan (dari dīvān), syahbandar (dari šāhbandar—kepala pelabuhan kerajaan), nakhoda (dari nāxodā—pemilik kapal), hingga bazar (dari bāzār) semuanya berakar pada bahasa Persia. Bahkan kata ‘Selasa’, ‘Rabu’, ‘Kamis’, ‘Jumat’ dalam penamaan hari berakar pada sistem yang dipengaruhi tradisi Persia-Arab. Sejarawan bahasa Anthony Johns mencatat bahwa terminologi tasawuf dalam teks-teks Melayu klasik hampir seluruhnya bersumber dari kosakata Persia.

Di bidang sastra, genre syair dan ghazal yang berkembang dalam kesusastraan Melayu klasik memiliki akar langsung pada tradisi puisi Persia. Hikayat-hikayat Melayu seperti Hikayat Amir Hamzah dan Hikayat Muhammad Hanafiyah adalah adaptasi langsung dari roman-roman epik Persia. Ini bukan sekadar terjemahan; ini adalah transformasi kreatif yang menunjukkan seberapa dalam dunia imajinasi Nusantara menyerap estetika Persia.

Arsitektur, Seni, dan Adat Istiadat

Pengaruh Persia tidak berhenti pada bahasa dan sastra. Arsitektur masjid-masjid awal di Nusantara memperlihatkan elemen-elemen yang lazim dalam arsitektur Islam Persia: penggunaan kubah, menara ramping, ornamen arabesque geometris yang rumit, serta penerapan kaligrafi sebagai elemen dekoratif utama. Masjid Agung Demak (abad ke-15), meski mempertahankan atap joglo Jawa, menampilkan dekorasi interior yang dipengaruhi tradisi seni Islam Persia.

Dalam adat istiadat, upacara kebesaran kerajaan-kerajaan Melayu dan Jawa menyerap banyak unsur dari tradisi kerajaan Persia. Gelar-gelar seperti Shah (dalam Syah), penggunaan payung kebesaran, serta protokol istana berakar pada tradisi monarki Persia-Islam yang diwariskan melalui kerajaan-kerajaan Islam di India dan semenanjung Melayu. Kitab-kitab etika kepemimpinan seperti Taj al-Salatin (Mahkota Para Sultan), yang populer di istana-istana Melayu abad ke-17, merupakan adaptasi dari genre cermin raja (mirror for princes) yang berkembang dalam tradisi sastra Persia.

Dinamika Kontemporer: Iran dan Indonesia

Memasuki era modern, hubungan antara Iran—pewaris utama peradaban Persia—dan Indonesia memasuki babak baru yang lebih formal namun juga lebih kompleks. Revolusi Islam Iran 1979 memberikan guncangan tersendiri bagi dinamika hubungan ini. Di satu sisi, semangat kebangkitan Islam yang diusung Revolusi Iran menginspirasi banyak kalangan Muslim di Indonesia. Pemikiran tokoh-tokoh seperti Ali Syari’ati dan Murtadha Muthahhari diterjemahkan dan disebarluaskan secara massif di Indonesia sepanjang 1980-an.

Namun di sisi lain, nuansa sektarian Revolusi Iran—yang menempatkan Syiah sebagai identitas negara—mempersulit hubungan dengan Indonesia yang mayoritas Sunni. Pemerintah Indonesia secara konsisten menjaga jarak ideologis dengan Teheran seraya tetap mempertahankan hubungan diplomatik yang pragmatis. Kedua negara menjadi mitra dalam forum-forum internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Gerakan Non-Blok.

Dalam dimensi ekonomi, Indonesia dan Iran memiliki kepentingan bersama yang signifikan, terutama di sektor energi. Iran merupakan salah satu produsen minyak dan gas terbesar dunia, sementara Indonesia adalah konsumen energi yang terus bertumbuh. Meski sanksi internasional terhadap Iran sempat mempersulit kerja sama bilateral, kedua negara tetap menjajaki peluang perdagangan di berbagai sektor.

Pada dimensi budaya, pertukaran akademik dan seni antara Indonesia dan Iran terus berlangsung. Perpustakaan Nasional Iran memiliki koleksi manuskrip Melayu-Nusantara yang cukup signifikan, sementara Institut Kebudayaan Iran di Jakarta menjadi jembatan pertukaran budaya yang aktif. Pameran miniatur Persia, pertunjukan musik tradisional Iran, dan terjemahan karya-karya sastra Persia ke dalam bahasa Indonesia terus memperkaya dialog peradaban yang telah berlangsung lebih dari satu milenium ini.

Warisan yang Hidup

Hubungan Nusantara dan Persia bukan sekadar cerita masa lalu. Ia adalah sungai peradaban yang terus mengalir—kadang deras, kadang tenang—melewati berbagai zaman dan konfigurasi politik. Ketika seorang santri di pesantren Jawa membaca syair-syair sufi Persia, ketika seorang pedagang di Pasar Besar Malang menggunakan kata ‘bazar’, atau ketika seorang diplomat Indonesia dan Iran berunding di Jenewa, mereka semua—tanpa menyadarinya—sedang melanjutkan dialog peradaban yang dimulai oleh para pelaut Sasaniyah di jalur rempah ribuan tahun lalu.

Memahami kedalaman hubungan ini penting bukan hanya untuk kepentingan historiografi. Ia menawarkan perspektif yang lebih kaya tentang bagaimana peradaban Nusantara terbentuk—bukan dalam isolasi, melainkan dalam percakapan panjang dengan dunia. Dan dalam era yang semakin terhubung namun juga semakin rentan terhadap konflik identitas, warisan dialog peradaban seperti ini adalah sumber daya yang tak ternilai. (*)

Sumber & Referensi:

• G.R. Tibbetts, Arab and the Far East Before the Advent of Islam (1956)

• Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII (1994)

• Buzurg ibn Shahryar, Kitab Ajaib al-Hind (abad ke-10 M)

• Anthony H. Johns, ‘Sufism as a Category in Indonesian Literature and History’, Journal of Southeast Asian History (1961)

• Vladimir Braginsky, The Heritage of Traditional Malay Literature (2004)

• R.O. Winstedt, A History of Classical Malay Literature (1969)

Tags: hubungan persia dan indonesiaperadaban nusantara dan persiaperdagangan bangsa persia di indonesia
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version