• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Saturday, October 3, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Negara dalam Bayangan Sistem: Ketika Kekuasaan Berpindah tanpa Disadari

Negara dalam Bayangan Sistem: Ketika Kekuasaan Berpindah tanpa Disadari

admin by admin
April 14, 2026
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Brigjen Purn. MJP Hutagaol

KEKUASAAN TIDAK LAGI TERLIHAT

Selama puluhan tahun, kita diajarkan bahwa kekuasaan berada di tangan negara.

Ia terlihat dalam:
presiden
parlemen
anggaran
aparat

Namun hari ini, tanpa banyak disadari, kekuasaan itu mulai berpindah.
Bukan hilang.
Tetapi bergeser—diam-diam, sistematis, dan nyaris tanpa perlawanan.
Kekuasaan kini tidak selalu berada pada siapa yang memerintah,
melainkan pada siapa yang mengendalikan sistem.

NEGARA MASIH MENGATUR, TAPI SISTEM YANG MENENTUKAN

Negara masih membuat kebijakan.
Namun dalam praktiknya:

harga ditentukan oleh pasar global

arus uang ditentukan oleh jaringan keuangan internasional

opini publik dibentuk oleh algoritma digital

Akibatnya, negara sering hanya menjadi:
pengelola dampak, bukan pengendali arah.

Kita mengatur subsidi, tetapi tidak mengendalikan harga global.

Kita memperbaiki fiskal, tetapi tidak menguasai sumber tekanan eksternal.

Ini bukan kegagalan kebijakan.
Ini adalah perubahan struktur kekuasaan.

ILUSI DEMOKRASI DI ERA DIGITAL

Demokrasi masih berjalan.
Pemilu tetap ada.
Partai tetap bergerak.
Suara rakyat tetap dihitung
.
Namun di balik itu semua, terjadi sesuatu yang lebih halus.
Opini tidak lagi lahir secara alami.
Ia dibentuk.

Narasi tidak lagi berkembang secara organik.
Ia diarahkan.

Dan yang paling menentukan bukan lagi:
siapa yang paling benar
tetapi:
siapa yang paling terlihat

Dalam dunia seperti ini, demokrasi berisiko berubah menjadi:
kompetisi persepsi, bukan pertarungan gagasan.

EKONOMI TANPA AKAR AKAN MUDAH TERGUNCANG

Ketika tekanan global datang—harga minyak naik, nilai tukar melemah, utang meningkat—negara langsung merasakan dampaknya.

Mengapa?

Karena struktur ekonomi kita belum sepenuhnya berdiri di atas kekuatan sendiri.

Kita masih:
bergantung pada impor energi

bergantung pada pasar global

bergantung pada pembiayaan eksternal

Padahal sejarah telah menunjukkan:
Negara yang kuat bukan yang paling kaya,
tetapi yang paling mandiri dalam sistemnya.

KOPERASI: GAGASAN BESAR YANG BELUM DIHIDUPKAN

Kita sering menyebut koperasi sebagai solusi.

Namun yang terjadi di lapangan, koperasi sering:
menjadi formalitas
tidak terintegrasi
tidak menjadi kekuatan ekonomi nyata

Padahal ketika Mohammad Hatta berbicara tentang koperasi, yang dimaksud bukan sekadar badan usaha.
Beliau sedang merumuskan:
arsitektur ekonomi berbasis rakyat.

Koperasi seharusnya:
menghubungkan produksi, distribusi, dan konsumsi
memperkuat daya tawar masyarakat
menjadi fondasi kedaulatan ekonomi

Tanpa itu, koperasi hanya akan menjadi nama… tanpa daya.

PELAJARAN DARI DUNIA: SIAPA YANG BERTAHAN, SIAPA YANG TERGILAS

Dunia telah memberi contoh yang sangat jelas.
Negara seperti Jepang dan Korea Selatan membangun:

sistem produksi kuat

disiplin nasional

integrasi ekonomi

Sementara negara seperti Venezuela mengajarkan pelajaran pahit:

kekayaan sumber daya tidak cukup
tanpa sistem yang kokoh dan kepercayaan yang terjaga.

Dalam dunia modern, negara tidak runtuh karena kekurangan sumber daya.

Negara runtuh karena:
kehilangan kendali
kehilangan kepercayaan
dan kehilangan arah

YANG PALING BERBAHAYA: KEHILANGAN KESADARAN

Ancaman terbesar bukan ekonomi.
Bukan teknologi.
Bukan bahkan geopolitik.

Ancaman terbesar adalah ketika bangsa tidak sadar bahwa dirinya sedang berubah arah.

Ketika:
ketergantungan dianggap normal
manipulasi dianggap biasa
dan kehilangan kedaulatan dianggap tidak masalah
di situlah awal dari kemunduran.

JALAN KELUAR: KEMBALI MENGUASAI DIRI DAN SISTEM

Untuk keluar dari situasi ini, diperlukan keberanian yang lebih dari sekadar kebijakan.

Diperlukan perubahan cara pandang.

  1. Menguasai sistem, bukan hanya mengikuti
    Negara harus membangun:
    sistem keuangan sendiri
    jaringan distribusi mandiri
    kekuatan digital nasional
  2. Membangun ekonomi dari bawah
    Bukan hanya proyek besar, tetapi:
    penguatan komunitas
    koperasi yang hidup
    ekonomi yang berputar di dalam negeri
  3. Menjaga integritas manusia
    Karena pada akhirnya:
    sistem akan mengikuti kualitas manusia yang menjalankannya

MASA DEPAN TIDAK MENUNGGU

Perubahan tidak akan menunggu kesiapan kita.

Dunia akan terus bergerak.

Pertanyaannya bukan lagi: apakah kita siap atau tidak.

Tetapi:
apakah kita sadar atau tidak.
Karena bangsa yang sadar akan perubahan, masih memiliki kesempatan untuk memimpin.

Namun bangsa yang terlambat menyadari,
hanya akan menjadi penonton… dalam sejarahnya sendiri.

Brigjen Purn. MJP Hutagaol
Jakarta, Maret 2026

Tags: kekuasaan berpindahmjp hutagaolnegara dalam bayangan sistem
Previous Post

Penipuan Digital, Pemerasan Berbasis Seksual dan Judol Meningkat, Ini Langkah yang Dilakukan Kemkomdigi-Polri

Next Post

Seleksi Hakim Agung dan Hakin Adhoc 2026, KY: Hakim harus Berintegritas dan Miliki Jiwa Kenegarawanan

admin

admin

Next Post
Seleksi Hakim Agung dan Hakin Adhoc 2026, KY: Hakim harus Berintegritas dan Miliki Jiwa Kenegarawanan

Seleksi Hakim Agung dan Hakin Adhoc 2026, KY: Hakim harus Berintegritas dan Miliki Jiwa Kenegarawanan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version