• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Misteri Pelabuhan Kuno di Dasar Selat Sunda: Ketika Geologi Berbisik tentang Peradaban yang Tenggelam

Misteri Pelabuhan Kuno di Dasar Selat Sunda: Ketika Geologi Berbisik tentang Peradaban yang Tenggelam

August 23, 2026
Ironi Azerbaijan, Serukan Perlawanan terhadap Islamofobia tetapi Larang Jilbab

Ironi Azerbaijan, Serukan Perlawanan terhadap Islamofobia tetapi Larang Jilbab

October 13, 2026
Aries Syahbudin Nahkodai Korlantas Polri, dari Operasi Ketupat hingga Tantangan Zero ODOL

Aries Syahbudin Nahkodai Korlantas Polri, dari Operasi Ketupat hingga Tantangan Zero ODOL

October 13, 2026
Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia ? 

Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia ? 

October 13, 2026
Ijazah di Atas Ilmu: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Kertas

Ijazah di Atas Ilmu: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Kertas

October 13, 2026
Houthi Serang Arab Saudi, Iman Sukri Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan WNI

Houthi Serang Arab Saudi, Iman Sukri Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan WNI

October 13, 2026
Kabar Baik! KP2MI Luncurkan Layanan Telekonseling untuk Pekerja Migran

Kabar Baik! KP2MI Luncurkan Layanan Telekonseling untuk Pekerja Migran

October 12, 2026
Masyarakat Mengeluh! Antrean Panjang BBM di Bali Makin Parah

Masyarakat Mengeluh! Antrean Panjang BBM di Bali Makin Parah

October 12, 2026
Mutasi 199 Personel Polri: Wakabaintelkam, Kakorlantas dan 3 Kapolda Diganti

Mutasi 199 Personel Polri: Wakabaintelkam, Kakorlantas dan 3 Kapolda Diganti

October 12, 2026
Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

October 12, 2026
Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

October 12, 2026
Kementan Sebut Beras Food Station Cipinang tak Sesuai Standar

Serapan Gabah dan Beras Petani Tembus 4,1 Juta Ton, BULOG Perkuat Cadangan Pangan Nasional

October 11, 2026
HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

October 11, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Wednesday, October 14, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Misteri Pelabuhan Kuno di Dasar Selat Sunda: Ketika Geologi Berbisik tentang Peradaban yang Tenggelam

by admin
August 23, 2026
in Kabar
0
Misteri Pelabuhan Kuno di Dasar Selat Sunda: Ketika Geologi Berbisik tentang Peradaban yang Tenggelam
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Heri Mulyono

Di dasar Selat Sunda, sekitar 60 meter di bawah permukaan laut, tersembunyi sebuah struktur yang tidak terbentuk oleh proses geologi alamiah—melainkan buatan manusia, sebuah pelabuhan kuno dengan jalan masuk dan keluar yang jelas, yang kini menjadi salah satu petunjuk paling menggoda tentang peradaban yang hilang di kawasan Sundaland.

Sundaland: Benua yang Hilang di Bawah Laut

Untuk memahami signifikansi temuan pelabuhan kuno ini, kita harus melangkah mundur sekitar 18.000 hingga 21.000 tahun yang lalu, ke puncak Zaman Es terakhir. Pada masa itu, permukaan laut dunia berada 120 meter lebih rendah daripada hari ini.Akibatnya, daratan yang kini kita kenal sebagai Kepulauan Indonesia—Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, dan sekitarnya—masih menyatu dalam satu daratan raksasa yang oleh para ilmuwan disebut Sundaland atau Paparan Sunda.

Daratan ini membentang dari Semenanjung Asia Tenggara hingga ke pulau-pulau besar Nusantara, sebuah hamparan luas yang menjadi rumah bagi flora, fauna, dan—menurut hipotesis yang kian menguat—peradaban manusia purba.

Namun sekitar 14.000 hingga 7.000 tahun yang lalu, lapisan es di belahan bumi utara mencair. Permukaan laut naik lebih dari 120 meter.Sundaland perlahan-lahan ditelan air. Selat Malaka, Laut Jawa, dan Laut Natuna terbentuk, memecah daratan raksasa itu menjadi gugusan pulau-pulau yang kita kenal sekarang.Sebuah benua tenggelam, dan bersamanya, mungkin juga peradaban yang pernah berkembang di atasnya.

Prof. Dr. Danny Hilman Natawidjaja, lahir di Subang pada 11 Desember 1961, adalah profesor riset bidang geologi di Pusat Riset Geoteknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).Dengan latar belakang doktor dari California Institute of Technology (Caltech), pria yang menghabiskan kariernya meneliti gempa bumi dan geotektonik ini telah mengabdikan dirinya pada satu pertanyaan besar: apakah di Sundaland yang tenggelam itu ada peradaban?

Pelabuhan Kuno di Dasar Selat Sunda: Temuan yang Menggugah

Jawaban sementara mulai terungkap melalui serangkaian penelitian mutakhir. Salah satu temuan paling mencengangkan datang dari Selat Sunda, jalur perairan yang memisahkan Sumatra dan Jawa. Penelitian menggunakan teknologi multibeam—sejenis sonar canggih yang memetakan dasar laut dengan resolusi tinggi—dipimpin oleh Dr. Gegar Prasetya, Ketua Ikatan Ahli Tsunami Indonesia.

Apa yang terlihat di layar monitor membuat tim peneliti terdiam. Di kedalaman sekitar 60 meter di bawah permukaan laut saat ini, tersaji bentuk yang jelas bukan merupakan bentukan proses geologi alamiah. “Terlihat bentuknya bukan karena proses geologi tapi merupakan dredging dari pelabuhan menurut pak Gegar,” ujar Danny Hilman Natawidjaja dalam Seminar Nasional Warisan Peradaban Sundaland yang diselenggarakan AIPI.”Bahkan ada jalan masuk dan keluarnya,” imbuhnya.

Dredging—pengerukan—adalah aktivitas manusia. Bentuk pelabuhan dengan jalur masuk dan keluar menunjukkan perencanaan dan rekayasa yang tidak mungkin dihasilkan oleh alam. Jika benar pelabuhan ini buatan manusia, lalu siapa pembuatnya? Kapan ia dibangun? Dan bagaimana ia bisa berada di kedalaman 60 meter di bawah laut?

Pertanyaan-pertanyaan itu mengarah pada satu simpul: pelabuhan itu mungkin dibangun pada saat permukaan laut masih jauh lebih rendah, ketika Sundaland masih berupa daratan kering. Ketika Zaman Es berakhir dan laut naik, pelabuhan itu perlahan tenggelam, terkubur oleh air dan sedimentasi selama ribuan tahun.

Jejak Peradaban yang Tersebar

Pelabuhan kuno di Selat Sunda bukanlah satu-satunya temuan. Dalam seminar yang sama, Danny Hilman Natawidjaja memaparkan serangkaian bukti lain yang secara kolektif menguatkan hipotesis tentang keberadaan peradaban di Sundaland.

Pertama, ada jejak sungai purba. Penelitian menggunakan data 3D Seismic oleh Dr. Andang Bachtiar di Teluk Thailand menemukan jejak sungai purba yang kini berada sekitar 70 meter di bawah permukaan laut.Yang lebih mengejutkan, ketika model di-slice pada kedalaman 100 meter, jaringan air yang terlihat bukanlah jaringan sungai alamiah melainkan pola seperti sarang laba-laba—yang oleh para peneliti diidentifikasi sebagai sistem irigasi buatan manusia.”Jaringan seperti ini bukan jaringan sungai alamiah melainkan irigasi,” tegas Danny.

Prinsip eksplorasi 3D Seismic yang sama kemudian diterapkan di perairan Indonesia, termasuk Laut Jawa dan Selat Karimata, oleh Dr. Wahyu Triyoso. Hasilnya: jejak sungai purba juga terlihat.”Tentunya jejak peradaban juga kita bisa tahu kalau kita lebih intensif lagi menelitinya,” kata Danny.

Prof. Dr. Danny Hilman Natawidjaja dengan latar belakang Gunung Padang

Temuan lain yang dinilai paling kuat mewakili keberadaan peradaban Sundaland adalah Situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat.Antara tahun 2011 dan 2015, Danny Hilman Natawidjaja memimpin tim interdisipliner yang menggunakan teknologi modern—termasuk ground-penetrating radar (GPR), tomografi seismik, dan ekskavasi arkeologi—untuk mengungkap misteri situs megalitikum ini.Tim menemukan bahwa Gunung Padang bukanlah bukit alami, melainkan konstruksi piramida berlapis-lapis yang dibangun manusia.Penanggalan karbon menunjukkan lapisan terdalamnya berusia hingga 20.000 tahun atau lebih.Jika benar, ini akan menjadikannya piramida tertua di dunia, jauh lebih tua dari Piramida Giza di Mesir.

Kontroversi dan Perjalanan yang Terjal

Namun, jalan untuk mengungkap kebenaran tidak pernah mulus. Klaim-klaim Danny Hilman Natawidjaja menuai kontroversi besar di kalangan akademisi.Pada Oktober 2023, jurnal Archaeological Prospection menerbitkan makalah timnya yang berjudul “Geo-archaeological prospecting of Gunung Padang buried prehistoric pyramid in West Java, Indonesia.”Makalah ini langsung menggemparkan dunia dan ditayangkan dalam film dokumenter Ancient Apocalypse di Netflix.

Namun, pada Maret 2024, jurnal tersebut menarik kembali (retract) makalah itu.Alasan yang diberikan: “kesalahan fatal” dalam penafsiran penanggalan karbon.”Setelah di-review selama 9 bulan, dinyatakan memenuhi syarat ilmiah, sudah published, pernah menggegerkan dunia selama satu bulan… Kemudian ada serangan bertubi-tubi dari seluruh dunia yang akhirnya paper ini di-retract oleh publishernya dengan alasan ada major error. Tapi tidak pernah dijelaskan bukti dan argumen ilmiahnya,” kata Danny dengan nada kecewa.

Ia menambahkan: “Retraction ini bukan hanya mendiskreditkan isi paper dan para penulisnya secara semena-mena, tetapi juga fitnah untuk sejarah Nusantara.”

Para kritikus berpendapat bahwa bukti yang diajukan belum cukup kuat untuk menyimpulkan adanya peradaban maju pada zaman setua itu.Namun para pendukung berargumen bahwa penarikan makalah dilakukan karena tekanan dari kelompok tertentu, bukan karena kelemahan ilmiah yang terverifikasi.

Geologi Berbisik, Sejarah Menunggu

Terlepas dari kontroversi, temuan pelabuhan kuno di Selat Sunda dan jejak-jejak peradaban lain di dasar laut tetap menjadi teka-teki yang menggoda. Danny Hilman Natawidjaja dan timnya terus melanjutkan penelitian. “Sundaland punya banyak keunikan, termasuk kalau kita lihat di zona tropis, Sundaland satu-satunya daratan yang tenggelam karena kenaikan muka air laut sejak Zaman Es. Tentu pertanyaan berikutnya kalau kita melihat penyebaran dari peradaban dunia apakah di Sundaland ada peradaban?” tanya Danny dalam seminar tersebut.

Geologi telah berbicara: Sundaland pernah ada, dan ia tenggelam. Sekarang, pertanyaan yang menggantung di udara adalah: apakah peradaban yang menghuninya juga pernah ada? Pelabuhan kuno di dasar Selat Sunda, dengan jalan masuk dan keluarnya yang terencana, mungkin adalah salah satu jawaban yang selama ini kita cari.

Tim ahli geologi, sejarah, dan riset kebumian Sundaland terus bekerja, menggali lapisan demi lapisan masa lalu yang terkubur—baik di darat maupun di dasar laut. Karena di sanalah, di kedalaman 60 meter di bawah permukaan Selat Sunda, mungkin tersimpan kisah tentang peradaban yang tidak pernah tercatat dalam buku sejarah, menunggu untuk ditemukan. (*)

Tags: pelabuhan kuno dasar lautprof danny hilman natawidjajasundaland
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Ironi Azerbaijan, Serukan Perlawanan terhadap Islamofobia tetapi Larang Jilbab

Ironi Azerbaijan, Serukan Perlawanan terhadap Islamofobia tetapi Larang Jilbab

October 13, 2026
Aries Syahbudin Nahkodai Korlantas Polri, dari Operasi Ketupat hingga Tantangan Zero ODOL

Aries Syahbudin Nahkodai Korlantas Polri, dari Operasi Ketupat hingga Tantangan Zero ODOL

October 13, 2026
Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia ? 

Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia ? 

October 13, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version