Menko PMK Ajak Ruwat dan Rawat Peradaban Sungai Batanghari

 Menko PMK Ajak Ruwat dan Rawat Peradaban Sungai Batanghari

Menko PMK hadiri Kenduri Lawang Swarnabhumi dan telusuri sungai dengan Pompong (Kemenko PMK)

JAYAKARTA NEWS – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menghadiri kegiatan Kenduri Lawang Swarnabhumi, di Kampung Laut Sungai Batanghari, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, Senin (19/9/2022).

Menko PMK bersama Bupati Tanjung Jabung Timur Romi Hariyanto, Gubernur Jambi Al Haris dan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid menyusuri Sungai Batanghari mengunakan kapal kayu atau yang disebut “pompong” berwarna kuning biru dengan ukuran yang cukup besar. Mereka berlayar sekitar 18,52 km hingga berlabuh ke Kampung Laut.

Setiba di Kampung Laut, Menko PMK bersama rombongan disambut meriah oleh masyarakat setempat. Kemudian meraka disambung dengan pementasan budaya dan penampilan Kelintang Perunggu, kesenian tradisional khas Tanjung Jabung Timur. Kegiatan disesaki oleh ribuan masyarakat yang antusias hadir.

Menko PMK memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Kenduri Lawang Swarnabhumi yang digagas oleh Bupati Tanjung Jabung Timur Romi Hariyanto, Gubernur Jambi Al Haris, dan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid.

Menko PMK mengajak untuk membangkitkan peradaban Sungai Batanghari. “Ini adalah suatu pesta kebudayaan yang menggambarkan pentingnya kita untuk mengembalikan  kejayaan Sungai Batanghari. Termasuk kembalikan habitatnya. Jangan sampai rusak, kita kembalikan ke sedia kala,” ujar Muhadjir dalam Siaran Pers Kemenko PMK, Selasa (20/9/2022).

Menko PMK menegaskan, kegiatan semacam ini yang bertujuan untuk memajukan budaya dan melestarikan lingkungan akan terus dilakukan di seluruh Indonesia. Menurutnya, kegiatan ini adalah bentuk tindak lanjut pemajuan kebudayaan dari UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Sehingga semua kebudayaan yang pernah hidup di daerah, tradisi agung di tiap daerah, kita gali kembali kemudian kita lestarikan, kembangkan dan dimajukan yang punya nilai-nilai adiluhung. Upayanya salah satunya melalui kegiatan yang kita gelar saat ini,” paparnya.

Lebih lanjut, menurut Menko PMK, selain kesadaran untuk menggali kebudayaan daerah, masyarakat juga harus memiliki kesadaran dan perhatian khusus untuk merawat Sungai Batanghari yang kondisinya saat ini sangat keruh. Menurut dia, Sungai Batanghari punya nilai sejarah yang tinggi, khususnya untuk peradaban Jambi dan umumnya peradaban Sumatera.

“Kesadaran kita untuk merawat meruwat Sungai Batanghari yang semula punya nilai keadaban yang tinggi ingin kita kembalikan menjadi berfungsi seperti sebelumnya,” ujarnya.

Dia juga mengajak masyarakat menanam pohon mangrove di sekitar sungai untuk mengurangi kekeruhan sungai dan merawat ekosistem sungai. “Sungai ini keruh karena adanya sedimentasi dan endapan. Kalau kita ingin menjernihkan batanghari maka kita harus melakukan penanaman pohon. Baik itu di hulu dan sampai hilir,” pungkasnya.***/uli

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.