• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Kemerdekaan, Kemandirian Ekonomi, dan Kesejahteran

Kemerdekaan, Kemandirian Ekonomi, dan Kesejahteran

August 18, 2026
Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

October 5, 2026
Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

October 5, 2026
Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

October 5, 2026
Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

September 17, 2026
FIFA ASEAN Cup 2026 Berpotensi Ditonton Lebih dari 1 Miliar Orang, Ini Dampak Ekonominya!

FIFA ASEAN Cup 2026 Berpotensi Ditonton Lebih dari 1 Miliar Orang, Ini Dampak Ekonominya!

September 17, 2026
45 CPMI Sektor Perikanan Bersiap ke Korsel, Wamen Christina Ingatkan Soal Menjaga Kepercayaan Pemberi Kerja

Perluas Pasar Kerja Pekerja Migran, Kementerian P2MI Jajaki Kebutuhan Tenaga Kerja Agrikultur Jepang

September 16, 2026
25 Merek Beras Fortifikasi tak Sesuai Standar, Dirut BULOG: Bahan Evaluasi Perkuat Pengawasan

25 Merek Beras Fortifikasi tak Sesuai Standar, Dirut BULOG: Bahan Evaluasi Perkuat Pengawasan

September 17, 2026
Marak Upaya Gusur dan Geser Suara, Mahfuz Sidik: Ini Bentuk Praktik Kecurangan Pemilu Legislatif

Targetkan Jadi Peserta Pemilu 2029 dan Lolos ke Senayan, Partai Gelora Bentuk Desk Rekrutmen Anggota

September 17, 2026
Sastra Bulan Purnama Spesial: Puisi Dalam Diplomasi Budaya dan Komunikasi Politik

Sastra Bulan Purnama Spesial: Puisi Dalam Diplomasi Budaya dan Komunikasi Politik

September 16, 2026
Kijang Kencana: Ada Spider Man dalam Ceritanya

Kijang Kencana: Ada Spider Man dalam Ceritanya

September 16, 2026
Kejuaraan Layar Piala Panglima TNI 2026 Siap Digelar di Batam

Kejuaraan Layar Piala Panglima TNI 2026 Siap Digelar di Batam

September 16, 2026
BULOG Gelontorkan Lebih 1,8 Juta Kilogram Beras untuk Korban Bencana NTT

BULOG Gelontorkan Lebih 1,8 Juta Kilogram Beras untuk Korban Bencana NTT

September 16, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 5, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    You can now play Bill Gates’ first PC game and run over donkeys on your iPhone, Apple Watch

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    You can now play Bill Gates’ first PC game and run over donkeys on your iPhone, Apple Watch

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Kemerdekaan, Kemandirian Ekonomi, dan Kesejahteran

by admin
August 18, 2026
in Kabar
0
Kemerdekaan, Kemandirian Ekonomi, dan Kesejahteran
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah Renungan 81 Tahun Bangsa Indonesia Merdeka

Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol

Dalam 81 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia, ada pertanyaan sederhana yang tiba-tiba muncul dalam pikiran saya: setelah sebuah bangsa merdeka, apa sebenarnya ciri bahwa rakyatnya telah sejahtera?

Saya belum berbicara tentang negara kuat, senjata nuklir, teknologi tinggi, ataupun kemampuan memengaruhi negara lain. Indonesia sudah merdeka dan mempunyai pemerintahan sendiri. Pertanyaannya sekarang jauh lebih mendasar: seberapa jauh kemerdekaan itu telah melahirkan kemandirian ekonomi dan kehidupan yang sejahtera bagi rakyatnya?

Kemerdekaan politik memberikan sebuah bangsa hak menentukan nasibnya sendiri. Tetapi agar kemerdekaan itu benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, sebuah bangsa juga membutuhkan kemampuan ekonomi untuk menentukan pilihannya sendiri.

Di sinilah saya sampai pada pengertian sederhana: kemandirian bukan berarti tidak membutuhkan orang lain. Kemandirian adalah kemampuan mengurangi ketergantungan sampai kita mempunyai ruang untuk menentukan pilihan sendiri.

Tidak ada manusia ataupun negara modern yang hidup sendirian.

BELAJAR DARI KEHIDUPAN SEDERHANA

Bayangkan sebuah keluarga di desa.

Penghasilan uangnya mungkin tidak besar. Tetapi ia mempunyai sawah yang menghasilkan padi, kebun untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan, ikan atau ternak, serta rumah untuk tempat tinggal.

Keluarga itu tetap membutuhkan pasar dan orang lain. Mereka bukan sepenuhnya independen. Namun sebagian kebutuhan dasarnya mampu diproduksi sendiri.

Ketergantungannya berkurang.

Sebaliknya, kehidupan modern membuat hampir seluruh kebutuhan manusia harus diperoleh dengan uang. Pangan dibeli. Air dibayar. Rumah dibayar. Energi, transportasi, pendidikan, kesehatan dan komunikasi membutuhkan biaya.

Karena itu seseorang dapat mempunyai pendapatan uang lebih tinggi dibandingkan masyarakat desa dahulu, tetapi sekaligus mempunyai tingkat ketergantungan ekonomi yang lebih besar.

Di sinilah kita perlu membedakan antara pendapatan, kekayaan, dan kemandirian.

INDONESIA DAN PARADOKS KEKAYAAN

Pertanyaan yang sama dapat kita ajukan kepada Indonesia.

Indonesia mempunyai tanah yang luas, laut, hutan, sumber pangan, minyak dan gas, batubara, nikel, timah, tembaga, bauksit, panas bumi, serta sumber daya manusia dan pasar yang besar.

Pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia mempunyai sumber daya.

Pertanyaannya adalah: seberapa jauh sumber daya sebesar itu telah berubah menjadi kemandirian dan kesejahteraan rakyat?

Ada perbedaan mendasar yang sering terlupakan.

Memiliki sumber daya belum tentu menguasai sumber daya.

Sebuah negara dapat mempunyai tambang besar, tetapi modal, teknologi, pasar atau rantai industrinya masih bergantung kepada pihak lain.

Menguasai sumber daya belum tentu mampu mengolahnya.

Mineral dapat berada di dalam wilayah kita. Tetapi tanpa teknologi, industri, energi, modal dan sumber daya manusia yang memadai, nilai tambah tertingginya dapat tercipta di tempat lain.

Mampu mengolah belum tentu menguasai nilai tambah.

Pabrik dapat berdiri di dalam negeri. Namun kita tetap harus bertanya: siapa menguasai teknologi dan modalnya, seberapa besar industri nasional tumbuh bersamanya, dan berapa besar manfaat ekonomi yang tinggal di dalam negeri?

Dan yang paling penting:

Menghasilkan nilai tambah belum tentu membuat rakyat menikmatinya.

Ekspor dapat meningkat. Investasi dapat membesar. Industri dapat berkembang. Tetapi ukuran akhirnya tetap harus kembali kepada manusia: apakah pekerjaan semakin baik, pendapatan meningkat, pangan tersedia, pendidikan dan kesehatan semakin terjangkau, serta keluarga mempunyai kemampuan membangun masa depannya?

Karena itu perjalanan dari kekayaan menuju kesejahteraan tidak terjadi dengan sendirinya.

SUMBER DAYA → PENGELOLAAN → NILAI TAMBAH → PENDAPATAN → DISTRIBUSI → KEMANDIRIAN → KESEJAHTERAAN.

Jika salah satu mata rantainya terputus, sebuah negeri dapat terlihat kaya sementara sebagian rakyatnya tetap hidup dalam kesulitan.

PESAN BESAR PASAL 33

Di sinilah Pasal 33 UUD 1945 menjadi sangat penting.

Konstitusi tidak berhenti pada penguasaan bumi, air dan kekayaan alam oleh negara. Para pendiri bangsa memberikan tujuan akhirnya: “dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

Kalimat itu sederhana, tetapi sangat dalam.

Artinya, ukuran keberhasilan pengelolaan sumber daya bukan sekadar berapa banyak yang kita miliki, melainkan berapa besar kekayaan tersebut akhirnya menjadi kemakmuran rakyat.

PAJAK DAN KESEJAHTERAAN

Kita juga tidak boleh terjebak pada anggapan bahwa negara sejahtera harus selalu mempunyai pajak rendah.

Negara-negara Nordik menunjukkan bahwa beban pajak dapat relatif tinggi ketika kemampuan ekonomi masyarakat juga tinggi dan penerimaan tersebut kembali kepada masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial dan pelayanan publik yang kuat.

Jadi persoalannya bukan sekadar pajak tinggi atau pajak rendah.

Pertanyaan yang lebih penting adalah: seberapa mampu rakyat membayarnya dan seberapa besar manfaat yang kembali kepada rakyat?

Beban yang masih wajar bagi masyarakat berpendapatan tinggi dapat menjadi sangat berat bagi keluarga yang hampir seluruh penghasilannya telah habis untuk kebutuhan dasar.

Bhutan memberikan pelajaran dari arah yang berbeda. Negara kecil di Himalaya itu bukan negara adidaya dan bukan kekuatan militer dunia. Namun Bhutan dikenal melalui gagasan Gross National Happiness, yang mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup dinilai hanya dari besarnya produksi ekonomi.

Indonesia tentu tidak harus menjadi Nordik ataupun Bhutan. Setiap bangsa mempunyai sejarah, sumber daya, budaya, jumlah penduduk dan tantangannya sendiri.

Tetapi keduanya mengingatkan kita bahwa kekuatan negara, kekayaan negara, dan kesejahteraan rakyat bukanlah sesuatu yang otomatis sama.

LIHATLAH RUMAH TANGGA RAKYAT

Karena itu mungkin kita perlu melihat pembangunan dari arah yang paling sederhana.

Jangan hanya melihat gedung tinggi, jalan tol, smelter, angka investasi, ekspor ataupun pertumbuhan ekonomi.

Lihatlah rumah tangga rakyatnya.

Apakah sebuah keluarga mampu memperoleh makanan bergizi?

Apakah mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang layak?

Apakah mempunyai tempat tinggal?

Apakah anak-anak dapat bersekolah?

Apakah ketika sakit mereka dapat berobat tanpa jatuh miskin?

Apakah setelah memenuhi kebutuhan dasar masih tersedia sedikit tabungan untuk menghadapi keadaan darurat dan membangun masa depan?

Jika semakin banyak keluarga mampu menjawab ya, kekayaan negara mulai benar-benar berubah menjadi kesejahteraan.

Ada satu hal lagi yang sering luput. Kemandirian ekonomi sebuah negara pada akhirnya harus tercermin pada ketahanan manusia dan rumah tangga yang hidup di dalamnya.

Seseorang yang seluruh penghasilannya habis hanya untuk bertahan hidup mempunyai ruang pilihan yang sangat sempit. Sebuah keluarga yang kehilangan penghasilan kemudian segera tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya menunjukkan kerapuhan ekonomi.

Demikian pula sebuah negara. Semakin banyak kebutuhan strategisnya hanya dapat dipenuhi karena ketergantungan kepada pihak lain, semakin sempit ruang pilihannya ketika terjadi krisis.

Karena itu kemandirian mempunyai tingkatan: manusia yang mandiri, keluarga yang tangguh, masyarakat yang produktif, dan negara yang mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan strategis bangsanya.

Semuanya saling berhubungan.

KEMANDIRIAN BUKAN MENUTUP DIRI

Kemandirian ekonomi bukan berarti Indonesia harus menutup diri dari dunia.

Kita membutuhkan perdagangan, investasi, teknologi, ilmu pengetahuan, pasar dan kerja sama internasional. Tidak ada negara modern yang menghasilkan seluruh kebutuhannya sendiri.

Yang harus dikurangi adalah ketergantungan yang membuat kita kehilangan pilihan.

Kita boleh mengimpor, tetapi jangan sampai kehidupan bangsa lumpuh ketika impor terputus.

Kita boleh menerima investasi asing, tetapi rakyat Indonesia harus memperoleh pekerjaan, pengetahuan, teknologi dan nilai tambah darinya.

Kita boleh bekerja sama dengan negara mana pun, tetapi kerja sama yang sehat seharusnya berlangsung karena saling membutuhkan, bukan karena ketidakberdayaan.

DARI KEMERDEKAAN MENUJU KESEJAHTERAAN

Menjelang 17 Agustus, mungkin inilah salah satu makna kemerdekaan yang perlu terus kita renungkan.

Proklamasi memberikan bangsa Indonesia kemerdekaan politik.

Konstitusi kemudian memberikan arah bagaimana kemerdekaan itu digunakan.

Dan pembangunan mempunyai tugas panjang untuk membuat kemerdekaan tersebut hadir dalam kehidupan rakyat.

Karena pada akhirnya, pertanyaan kita bukan hanya:

“Seberapa kaya Indonesia?”

Bukan pula:

“Seberapa kuat Indonesia?”

Tetapi lebih mendasar:

“Seberapa jauh kemerdekaan dan kekayaan Indonesia telah membuat rakyat Indonesia mandiri dan sejahtera?”

Pertanyaan itu tidak perlu buru-buru dijawab.

Menjelang hari kemerdekaan, mungkin justru baik apabila kita berhenti sejenak, melihat keadaan di sekitar kita, melihat kehidupan rakyat kita, lalu bertanya kepada diri sendiri:

Apakah kekayaan yang kita miliki telah benar-benar menjadi kesejahteraan yang kita rasakan bersama?

Jawabannya menjadi pekerjaan kita bersama untuk mengisi kemerdekaan.

Jakarta, 15 Agustus 2026
Brigjen TNI (Purn) MJP Hutagaol

Share196Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

October 5, 2026
Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

October 5, 2026
Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

October 5, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2017 JNews.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2017 JNews.

Go to mobile version