Kabar
Kementerian P2MI Rilis Asta Mandala SMK Go Global, Siapkan 500 Ribu CPMI Skill Tinggi hingga 2029
JAYAKARTA NEWS— Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) resmi meluncurkan program Asta Mandala SMK Go Global. Kerangka kerja utama ini dirancang untuk mencetak talenta Indonesia yang kompeten, terlindungi, serta siap bersaing di pasar kerja internasional.
Menteri P2MI Mukhtarudin mengumumkan peluncuran program tersebut dalam konferensi pers di Kantor KP2MI, Rabu (5/8/2026). Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk transformasi penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) menuju tenaga kerja berkeahlian menengah hingga tinggi (medium and high skill), sekaligus menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami melakukan rebranding bahwa Pekerja Migran Indonesia bukan lagi dipandang sebagai tenaga kerja berkeahlian rendah. Arahan Presiden sangat jelas, yaitu meningkatkan kualitas pelindungan sekaligus mendorong transformasi penempatan menuju tenaga kerja medium dan high skill,” ujar Mukhtarudin.
Program ini sekaligus mendukung target pemerintah untuk menempatkan 500.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sepanjang periode 2026–2029 melalui program percepatan (quick wins).
Target penempatan tersebut dibagi secara bertahap: 2026: 40.000 CPMI, 2027: 140.000 CPMI, 2028: 180.000 CPMI, 2029: 140.000 CPMI.
Melalui SMK Go Global, lulusan SMK maupun masyarakat umum akan disiapkan agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri global. Pendaftaran peserta akan dibuka mulai 12 Agustus 2026 di 23 satuan kerja Kementerian P2MI yang tersebar di berbagai provinsi.
Libatkan 12 Kementerian dan Berbasis Permintaan Pasar
Untuk menjamin efektivitasnya, pemerintah membentuk Satuan Tugas SMK Go Global yang melibatkan 12 kementerian/lembaga, perguruan tinggi, lembaga pendidikan vokasi, hingga sektor swasta. Pelatihan akan menggunakan pendekatan demand-driven atau disesuaikan dengan kebutuhan riil pasar kerja luar negeri.
“Mekanismenya sederhana, yaitu ada dulu kebutuhan tenaga kerja dari negara tujuan, ditentukan kompetensinya, kemudian dilakukan pelatihan. Prinsipnya adalah latih, kompeten, lalu tempatkan,” tegas Mukhtarudin.
Sektor prioritas yang disasar dalam program ini meliputi caregiver, perawat (nurse), manufaktur, konstruksi, pengelasan (welder), hospitality, transportasi, dan agrikultur.
Para lulusan nantinya dialokasikan untuk mengisi peluang kerja di sejumlah negara tujuan prioritas, antara lain Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Turki, Polandia, Maladewa, serta negara-negara Eropa lainnya.
Konsep Asta Mandala: Panca Sukses dan Tri Dampak
Skema Asta Mandala SMK Go Global terdiri dari dua pilar utama, yakni Panca Sukses sebagai strategi implementasi dan Tri Dampak sebagai tujuan akhir.
Panca Sukses mencakup lima pilar: Sukses Kompetensi, Sukses Perlindungan, Sukses Penempatan, Sukses Remitansi, Sukses Tata Kelola
Melalui pilar tersebut, pemerintah menargetkan hadirnya PMI yang kompeten, terlindungi, memperoleh pekerjaan berkualitas, mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga lewat remitansi, serta ditopang tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Sementara itu, Tri Dampak mencakup: Dampak Sosial: Meningkatnya kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat.
Kualitas SDM: Terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan profesional.
Dampak Ekonomi: Peningkatan remitansi untuk kesejahteraan keluarga serta penguatan devisa negara.
Mukhtarudin menegaskan bahwa konsep ini mengusung pola brain circulation. Melalui skema ini, para pekerja migran yang kembali ke Tanah Air (purna PMI) dapat membawa pulang pengalaman internasional, disiplin, dan keahlian untuk membangun usaha atau berkontribusi pada pembangunan nasional.
“Banyak purna pekerja migran yang kembali ke Indonesia dengan kemampuan bahasa, kompetensi, pengalaman kerja, disiplin, dan mental yang kuat. Mereka menjadi talenta global yang mampu berkontribusi bagi pembangunan Indonesia. Itulah tujuan besar yang ingin kita bangun melalui SMK Go Global,” pungkasnya.
Pemerintah optimistis sinergi lintas sektor ini akan menjadi penggerak utama dalam melahirkan talenta unggul dan memperkuat daya saing nasional menuju Indonesia Emas 2045. (*/di)
