Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Kemendag Siapkan Mitigasi Hadapi Perkembangan Tren Perdagangan Dunia

Published

on

Kemendag Siapkan Mitigasi Hadapi Perkembangan Tren Perdagangan Dunia
Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri (dok Kemendag)

JAYAKARTA NEWS – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan berbagai langkah  mitigasi menghadapi tren perdagangan dunia yang terus berkembang, termasuk di sektor perdagangan digital.

“Kementerian Perdagangan telah menyiapkan beberapa pendekatan multidimensi sebagai langkah mitigasi,” ujar Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri, dikutip Selasa (7/10/2025).

Lebih lanjut Roro menjelaskan, dalam lima tahun terakhir, Indonesia mengalami transformasi  demografis yang dibentuk oleh pergeseran teknologi, ekonomi, dan sosial.

Menurut Wamendag Roro, digitalisasi telah mengubah hubungan kerja secara signifikan, menciptakan model kerja baru, dan meningkatkan produktivitas, serta memperlebar kesenjangan keterampilan. Terjadi juga pergeseran transaksi ritel tradisional ke platform digital.

Pada Hari Belanja Online Nasional 2024, Kemendag mencatat nilai transaksi lebih dari Rp16 triliun, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 31 persen.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bagaimana perilaku konsumen bergeser dengan cepat ke arah perdagangan digital,” ungkap Wamendag Roro.

Kemendag, kata Roro, juga telah menyiapkan langkah mitigas yaitu: pertama, memperkuat tata kelola melalui kebijakan dan regulasi.

Kementerian Perdagangan memastikan ekosistem perdagangan digital yang adil dan inklusif, serta melindungi, baik pelaku bisnis maupun konsumen.

“Tujuan pengaturan perdagangan digital sudah jelas. Kami mendukung pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku usaha domestik agar mereka dapat berkembang pesat.

Kemendag juga mengelola kemajuan teknologi yang pesat yang dapat mengganggu sektor perdagangan digital. 

“Kami berusaha menciptakan ekosistem yang sehat, adil, dan menguntungkan. Kami juga memperkuat perlindungan konsumen untuk memastikan kepercayaan dan keberlanjutan sektor tersebut,” jelas Wamendag Roro.

Kedua,  lanjut Roro, pihaknya berinvestasi dalam pelatihan ulang dan transisi tenaga kerja, bermitra dengan perusahaan global seperti Google dan berkolaborasi dengan universitas  untuk mempersiapkan talenta di sektor perdagangan  digital. 

Ketiga, Kementerian Perdagangan mendukung UMKM dan inklusi digital dengan mempromosikan produk lokal, memodernisasi pasar rakyat, dan menghubungkan para pelaku usaha dengan peluang ekspor.

Salah satu upaya yang dilakukan melalui program UMKM BISA Ekspor. “Sejak Januari—Agustus 2025, kami telah melakukan 462 penjajakan bisnis daring yang menghubungkan 1.482 UMKM Indonesia dengan calon buyers global,” kata Roro.

Dengan dukungan perwakilan dagang di 33 negara, Kemendag sebut telah mencapai potensi transaksi sebesar USD 90,9 juta. Lima produk teratas yaitu produk kayu, makanan dan minuman, kakao, kopi, perawatan tubuh, serta rempah-rempah. (yog)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement