Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Industri Mainan Anak Catat Surplus Lima Tahun Berturut-turut

Published

on

Industri mainan anak di Kendal (dok Kemenperin)

JAYAKARTA NEWS – Industri mainan anak nasional mencatatkan surplus net ekspor dalam lima tahun terakhir. Nilai ekspor pada tahun 2024 capai USD610 juta.

Demikian diungkapkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada pelepasan ekspor mainan anak PT Royal Regent Indonesia (RRI) di Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah, Kamis (19/6/2025).

“Ini merupakan pencapaian yang membanggakan sekaligus juga membuktikan ketangguhan industri manufaktur Indonesia di arena internasional,” ujar Agus.

Artinya, kata Agus, di tengah disrupsi ekonomi dunia, industri manufaktur dalam negeri masih terbukti memiliki ketahanan dan daya saing yang kuat di level global.

Agus menyebutkan, Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar untuk industri mainan anak nasional sebesar 48 persen dari total ekspor mainan anak Indonesia. Disusul Inggris, Singapura, China, dan Jerman.

Kementerian Perindustrian mencatat, pada tahun 2024, produk mainan anak buatan Indonesia berkontribusi sebesar 2 persen atau senilai USD 289 juta dari total impor produk mainan Amerika Serikat dari dunia.

Jenis produk mainan anak nasional yang menjadi unggulan ekspor ke Amerika Serikat antara lain boneka, stuffed toys, mainan lainnya, mainan skala/model, dan mainan blok set.

“Hal ini mengindikasikan masih besarnya peluang ekspor Indonesia untuk penetrasi ke pasar domestik Amerika Serikat,” tegas Menperin.

Agus mengatakan, salah satu industri mainan anak nasional yang berhasil menembus ekspor ke Amerika Serikat serta beberapa negara tujuan lainnya, adalah PT Royal Regent Indonesia yang berlokasi di Kendal, Jawa Tengah.

Perusahaan yang baru beroperasi secara penuh pada November 2023 ini, merupakan bagian dari Walden Toys Group Hong Kong.

PT RRI kembali mengekspor produk mainan sebanyak enam kontainer senilai USD688.662 atau setara dengan Rp11 miliar.

Produk yang diekspor di antaranya yaitu kursi mainan anak, baju boneka, hingga traktor mainan.

“Kami optimis produk mainan anak nasional dapat terus bersaing di pasar negara lain dengan pemenuhan standar yang aman bagi anak-anak,” ucap Menperin.

Dilihat dari peringkat negara berdasarkan kontribusi ekspor industri mainan anaknya ke dunia, Indonesia memiliki pangsa pasar ekspor industri mainan sebesar 0,48 persen atau menduduki peringkat ke-22 dari 195 negara.

Menurut Agus, capaian ini menandakan potensi besar industri mainan anak nasional untuk tumbuh lebih kompetitif di pasar internasional sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Industri mainan anak nasional telah menyerap lebih dari 37 ribu tenaga kerja dengan jumlah total industri sebanyak 204 unit usaha pada tahun 2024. Usaha ini terdiri atas 124 industri besar dan sedang, 80 industri kecil, serta 10 sentra IKM mainan anak. (yog)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *