Ge Pamungkas, Pembajak Kapal yang tidak Bisa Berenang

 Ge Pamungkas, Pembajak Kapal yang tidak Bisa Berenang

Ilustrasi–youtube

Genrifinadi Pamungkas alias Ge Pamungkas— foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Pelawak tunggal dan pemain film Genrifinadi Pamungkas alias Ge Pamungkas (30 tahun) mengaku tidak bisa berenang. Tapi ia mendapat kepercayaan jadi pembajak kapal dalam film ‘Kapal Goyang Kapten’ arahan sutradara Raymond Handaya.

“Dulu sewaktu kecil, saya sering mabuk laut. Ehh…enggak tahunya, dalam film komedi ini, posisi saya sebagai Daniel berdiri paling depan di kapal yang saya bajak…kan saya pembajaknya, hehehe… Daniel banget deh…,” lontar Ge kepada penulis usai pemutaran film terbatas film ‘Kapal Goyang Kapten’ di Jakarta.

Juara I Stand Up Comedy season 2 yang digelar Kompas TV tahun 2012 ini memang dikisahkan anak orang kaya dan anak tunggal yang manja dari ayahnya yang diperankan oleh Roy Marten.

Salah satu adegan film ‘Kapal Goyang Kapten’– foto istimewa

Tidak bisa berenang, kenapa mau memerankan ‘Kapal Goyang Kapten’ ?

“Kan saya sebagai pembajaknya. Kami bertiga yaitu, Cakka (Muhadkly Acho) dan Bertus (Mamat Alkatiri) membajak sebuah kapal yang sedang berlayar dari Tual (Maluku) menuju ke sebuah pulau terpencil. Terlebih lagi, adegannya memang banyak di kapal, bukan di laut. Jadi, saya aman-aman saja…,” kata Ge yang lulusan Unpar Bandung ini.

Manfaat apa yang Anda peroleh dari syuting film ini ?

“Saya jadi enggak mabuk laut lagi. Kan tiap hari melihat air laut terus.. Selain itu, saya jadi tahu dan bangga bisa melihat keelokan dan kemolekan alam Indonesia Timur yang masih perawan dan sangat indah, belum tersentuh tangan-tangan manusia,” jawabnya.

‘Kapal Goyang Kapten’ adalah film bergenre komedi yang sangat kental nuansa dramanya, dan dibungkus dengan ramuan komedi. 

Film ini juga memotret hal yang terjadi di masyarakat bahwa biasanya anak yang terlahir dari keluarga kaya, rata-rata terbiasa hidup enak dan manja dari lahir sehingga cenderung tidak bisa mandiri dan bekerja. 

“Film ini juga memperlihatkan budaya gotong royong di antara sesama penumpang yang kapalnya dibajak. Bahkan, Daniel yang semula membajak ikut membantu agar kapal bisa berlayar kembali ke Maluku,” imbuh Ge.

Pembajakan kapal ini dilatarbelakangi oleh keadaan tiga tokohnya Daniel yang ingin membuktikan kepada orangtuanya bahwa seorang anak orang kaya bisa bekerja.

Cakka mengambil langkah membajak kapal karena kondisi ibunya yang sakit dan butuh biaya dan Bertus adalah seorang pengangguran dan perlu uang banyak. Karena alasan dari masing-masing timbullah ide dari Bertus dan Cakka untuk membajak kapal. Daniel awalnya menolak setelah tahu pekerjaan yang mau mereka lakukan tapi karena dibujuk dan sudah kepalang basah, ia pun ikut dalam pembajakan kapal tersebut.

Akibat kebodohan, mereka justru kehilangan hasil rampokan dan terjebak di sebuah pulau kosong bersama sang nakhoda yang bernama Kapten Gomgom (Babe Cabita) bersama 8 penumpang yang mereka rampok

Perlawanan dari kubu sandera yang dimotori oleh Tiara (Yuki Kato) membuat situasi semakin rumit. Timbul pertengkaran di antara sandera dan pembajak. Sebaliknya, Daniel diam-diam naksir Tiara yang beroleh simpati dari lawannya.

Muncul tokoh pak Sentot (Mathias Muchus), kapten kapal yang sudah lama mendiami pulang kosong tersebut. Pak Sentot adalah mantan kapten sebuah kapal yang tenggelam 10 tahun silam dan hanya dia yang selamat. Pak Sentot lah yang banyak menolong dan membantu sandera dan pembajak untuk memperbaiki kapal agar bisa berlayar kembali. 

Selain itu, barisan artis terkenal ikut menyemarakkan film komedi yang tayang di minggu pertama September ini, yaitu Arief Didu, Asri Welas, Romaria Simbolon, Naomi Papilaya, Yusril Fahriza, Ryma Gembala dll. (ipik tanoyo)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *