Entertainment
Film ‘Seni Merayu Tuhan’: Perjalanan Spiritual Mencari Makna Keimanan dan Keikhlasan
JAYAKARTA NEWS— Disutradarai Cesa David, yang menjadi debut penyutradaraannya, film ‘Seni Merayu Tuhan’ (SMT) menawarkan drama ‘coming of age’ dengan sentuhan sudut pandang yang berbeda.
Produksi Wahana Kreator Nusantara ini diadaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar berkisah tentang Hikmah (Ari Irham) ‘pemuda tersesat’ seakan menjadi refleksi untuk yang menontonnya, dan bukan menghakimi.
Film ini juga mengajak penonton untuk bertumbuh seiring perjalanan kedewasaan yang dialami Hikmah.
“Bagi saya, film ini menjadi ruang kontemplasi. Kisahnya bagaimana kita juga bisa mencintai sesama dan menjadi orang baik untuk semuanya, semangat itu yang ingin saya hadirkan lewat film,” ujar Cesa David.
Jujur, SMT memberikan perasaan hangat dengan sajian yang mengharukan sekaligus dekat.
Di tengah hidup yang serba sibuk dan mengejar duniawi, terkadang kita lupa dengan orang-orang sekitar, hingga waktu mengambil hal yang paling berharga.
Itulah yang menjadi perjalanan Hikmah saat ia hilang arah, ingin berubah menjadi lebih baik dengan cara instan, justru membuatnya malah makin jauh dari tujuan.
Sementara itu, bagi Habib Jafar, SMT diharapkan juga menjadi karya yang juga bisa membawa penonton bisa berefleksi.
Makna SMT disebutkan sebagai sebuah filosofi mengajak Tuhan turut hadir dalam setiap langkah hidup menuju.manusia yang lebih baik.
“Saya berharap setelah penonton menonton film ini bisa merenungkan dirinya secara utuh, sebagai manusia, hamba Tuhan, sebagai anak, sebagai orangtua dan sebagai dirinya sendiri. Detik ini akan menjadi detik paling kencang sebagai Seni Merayu Tuhan,” ungkap Habib Jafar yang lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ari Irham yang memerankan Hikmah, menjelaskan di film ini juga berbicara dari dekat. Termasuk antara anak dan ibunya.
“Mungkin kita kerap terlalu fokus sama hal yang ada di pikiran kita. Kita mau ngapain, harus ngapain, dan karena kita terlalu fokus dengan apa yang kita inginkan, seringnya melupakan orang-orang di sekitar kita, melupakan orangtua. Bagiku itu sangat relate,” ujaf Ari Irham.
SMT dibintangi oleh Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy. Diproduseri Salman Aristo dan Sigit Pratama dengan produser eksekutif Gina S.Noer dan Orchida Ramadhania. SMT akan tayang di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. (pik)
