Film ‘Dear Nathan: Thank You Salma’ – Konfliknya Lebih Dewasa

 Film ‘Dear Nathan: Thank You Salma’ – Konfliknya Lebih Dewasa

Film ‘Dear Nathan: Thank You Salma’ (foto Rapi Films)

JAYAKARTA NEWS – Bagi Anda yang penasaran bagaimana kisah cinta Nathan dan Salma, sekuel penutup dari trilogi ‘Dear Nathan : Thankyou Salma ‘ ini akan menjelaskan semuanya. Cerita drama remaja ini akan mewarnai tahun 2022 setelah hampir setahun lebih tertunda karena pandemi.

Berdurasi 112 menit dan disutradarai Kuntz Agus, produksi PT Rapi Films dan Screenplay Films ini bakal dirilis 13 Januari 2022. Kali ini, penulis novelnya Erisca Febriani mengemukakan, ada banyak konflik, visi dan misi di trilogi penutup ini berbeda.

Secara prinsip kali ini lebih dewasa, ketika Nathan dan Salma memasuki dunia aktivisme sosial dan hubungan keduanya jadi renggang. “Salma mengekspresikan secara digital, sedangkan Nathan lebih suka turun ke jalan,” kata sutradara Kuntz Agus. 

Hal ini kemudian memicu pertengkaran besar saat terjadi kerusuhan dan munculnya sosok-sosok baru dalam kehidupan perjalanan cinta Nathan dan Salma. Padahal, hanya karena unsur persahabatan di kampus dan saling kedekatan yang sama di satu bidang yang sedang perlu bantuan, sempat memantulkan kesalahpahaman yang berarti.

Nathan kala itu membantu Zanna, teman kampusnya yang sedang mengalami pelecehan seksual, sementara Salma tiba-tiba dekat dengan Afkar,  kakak kelasnya yang misterius dan seorang musikus indie yang aktif dalam klub puisi ‘Bumi Syair’ yang diidolakannya.

Sikap bersahabat dan simpatik Afkar terhadap Salma ini yang disalahtafsirkan Nathan bahwa Afkar adalah PIL (pria idaman lain) Salma. Melihat peristiwa ini, Nathan memilih break dan mengaktifkan dirinya dalam kegiatan demo di jalan.

Perbedaan visi dan misi ini yang kemudian meluapkan konflik yang semakin melebar. Secara arif dan bijaksana, Nathan berhasil menguasai konflik dengan cergas, bahkan mengembalikan posisi dan hak asasi Zanna sebagai mahasiswi yang bermartabat di kampusnya.

Dan di sisi lain, Afkar juga menganggap Salma hanya ‘teman perjalanan’ (sebagaimana di lagu Original Sound Track-nya) dan milik Nathan, maka terjadilah ending yang manis : Nathan dan Salma saling berpelukan. Bibir Nathan melumat cium bibir Salma.

Ardhito Pramono yang berperan sebagai Afkar, mengaku sempat deg-degan    saat syuting film ini. “Kayak anak baru disekolahin. Di proses reading pun, saya masih gelagapan. Padahal ketika saya diajak Jefri Nichol (pemeran Nathan) berperan jadi cowok cool dan misterius, saya bersedia. Ini kisah Afkar persis pengalaman saya sendiri,” cerita Ardhito Pramono yang diluar dunia film, sehari-hari adalah penyanyi jazz.

Walakin, seni peran Ardhito Pramono sangat pas dan tidak kikuk. Yang perlu digarisbawahi adalah Amanda Rawles sebagai Salma dan Jefri Nichol yang jadi Nathan sangat menghidupkan roh cerita film ini.

Sejak di ‘Dear Nathan’ dan ‘Dear Nathan : Hello Salma’ dan terakhir di trilogi penutup ‘Dear Nathan :Thank You Salma’, akting mereka konstan, yang berubah hanya kali ini lebih dewasa dan matang. Selain itu, tampilan Indah Permatasari, Susan Sameh, Surya Saputra dan Rendi John juga tak jelek2 amat.

Semua bermain sesuai porsinya. Tata musik yang ditangani Andhika Triyadi boleh diacungi jempol. Irama dan harmoni sangat menyentuh dan di saat lain, pencetan jemari Ardhito Pramono pada piano yang mengiring vokalnya yang  jazzy dan menghantam kalbu bagi yang sedang bercinta, duhhhh…(pik)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *