• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Fakta Tentang si Elbo Alias Elang Bondol yang Menjadi Maskot Baru Taman Margasatwa Ragunan

Fakta Tentang si Elbo Alias Elang Bondol yang Menjadi Maskot Baru Taman Margasatwa Ragunan

admin by admin
January 12, 2025
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Taman Margasatwa Ragunan membuka awal tahun dengan sesuatu yang menarik.

Tepat di 8 Januari 2024, pemerintah provinsi DK Jakarta meluncurkan maskot Taman Margasatwa Ragunan.

Dikutip dari Antara, maskot Taman Margasatwa Ragunan ini dinamai Elbo singkatan dari Elang Bondol.

Hewan ini dipilih karena mencerminkan kegigihan, kepemimpinan, dan daya juang yang tinggi.

Diharapkan maskot Elbo juga bisa menyimbolkan perilaku warga Jakarta yang dinamis, tangkas, dan cepat dalam bertindak.

Di Taman Margasatwa Ragunan sendiri, hidup sekitar 22 elang bondol.

Dari jumlah terssebut terdiri atas 10 indukan dan 12 hasil breeding atau pembiakan.

Berikut fakta menarik dari maskot Elbo.

1. Pernah jadi maskot Asian Para Games
Sebelum Taman Margasatwa Ragunan, elang bondol pernah menjadi maskot di event besar.

Yakni di Asian Para Games Jakarta 2018 dengan nama Momo.

Elang bondol jenis burung dengan ciri bulu putih dari kepala sampai leher. Sementara badannya cokelat.

Ukurannya sedang, sekitar 43-51 sentimeter.

Habibatnya banyak ditemukan di Kepulauan Seribu dan wilayah Kapuas, Kalimantan Barat.

Sekarang jumlahnya semakin berkurang.

Karena itu elang bondol masuk golongan hewan endemik yang dilindungi.

Taman Margasatwa Ragunan memilih elang bondol (Elbo) untuk maskotnya karena mencerminkan kegigihan, kepemimpinan, dan daya juang yang tinggi. (fakta.news)

2. Sulit dikembangbiakan
Semakin sedikitnya populasi elang bondol karena pengaruh proses berkembangbiaknya.

Elang bondol melakukan kawin di udara saat mereka terbang.

Ketika kawin, elang berada di udara dan terbang nyaris di di atas laut. Lalu terbang tinggi lagi.

Karena itu proses perkembangbiakan di kandang menjadi cukup sulit.

Diperkirakan saat ini populasi elang bondol di Kepulauan Seribu hanya tersisa 32 ekor.

Selain di Taman Margasatwa Ragunan ada pula yang direhabilitasi di Pulau Kotok, Kepulauan Seribu.

3. Burung pemakan bangkai
Elang bondol bernama latin Haliastur Indus.

Dibandingkan burung elang, karakternya lebih mirip burung pemakan bangkai.

Mereka mampu terbang hingga ketinggian 20-50 meter.

Taman Margasatwa Ragunan atau Kebun Binatang Ragunan paling ramai saat hari libur panjang. (harianhaluan.com)

Untuk makanan, elang bondol akan memangsa hewan-hewan kecil di darat dan laut.

Beberapa yang jadi makanan antara lain, ikan, katak, kerang, dan kepiting.

Di darat mereka sangat mahir menangkap tikus dan reptil melata.

4. Hewan Teritorial
Elang bondol merupakan jenis hewan teritorial.

Artinya, menguasai satu teritori atau tempat dan tidak suka bila ada hewan atau elang lain masuk dalam wilayahnya.

Bila ada dua elang dalam satu tempat, biasanya akan berkelahi merebutkan wilayah atau kandang.

Karenanya, dalam proses rehabilitasi, di setiap kandang hanya ada satu elang bondol.

5. Hidup di alam yang bersih
Kelangkaan dari elang bondol tidak lepas dari kondisi alam sekarang.

Hewan ini memangsa makanan secara bebas dan hanya bisa hidup di alam dengan kondisi bersih.

Bila di satu kawasan ada elang bondol, ini menunjukan daerah tersebut masih bersih dan alami.

Semakin berpolusi dan banyak campur tangan manusia, semakin menghilang keberadaannya.***/mel

Tags: Elang BondolElbojayakartanewstaman margasatwa ragunan
Previous Post

Jepang Siap Dukung Program Gizi Anak dan Penanggulangan Bencana di Indonesia

Next Post

Pemberlakuan Gapeka 2025 Waktu Perjalanan Kereta Api Makin Cepat

admin

admin

Next Post
Pemberlakuan Gapeka 2025 Waktu Perjalanan Kereta Api Makin Singkat

Pemberlakuan Gapeka 2025 Waktu Perjalanan Kereta Api Makin Cepat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version