Ekonomi India Akan Lampaui Amerika

 Ekonomi India Akan Lampaui Amerika

Oleh: Leo Patty

Perekonomian negara-negara berkembang pesat (emerging market) telah mengubah peta perekonomian dunia dan India akan jadi negara terbesar kedua setelah Cina, pada tahun 2030 nanti.

Laporan Standard Chartered, yang memberikan prediksi jangka panjang, telah dikeluarkan tanggal 8 Januari 2019 lalu. Menurut bank multinasional, yang berbasis di Inggris, besar nominal PDB (Produk Domestik Bruto) dengan menggunakan daya beli paritas maka Cina akan melewati Amerika tahun 2020 mendatang.

Standard Chartered telah menaikkan prediksi peningkatan pertumbuhan Cina dan India dari proyeksi 2013 lalu. “India akan jadi pengerak utama dengan pertumbuhan ekonomi naik jadi 7,8% pada tahun 2020 karena reformasi (kebijakan perekonomian), termasuk menerapkan pajak barang dan jasa secara nasional dan tata cara penanganan kebangkrutan usaha.”

“Perkiraan pertumbuhan jangka panjang didasarkan pada satu prinsip kunci: semua negara menyumbangkan Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhirnya berkaitan dengan sumbangan mereka akan populasi dunia, didorong oleh keterkaitan per-kapita PDB antara ekonomi negara maju dan berkembang,” tulis laporan tersebut.

Populasi yang menua tampaknya akan menghambat pertumbuhan dunia, tetapi India — dimana kelompok muda terbesar dunia tinggal — akan tetap tidak terpengaruh, catat Standard Charted. Setelah dari populasi India berusia dibawah 25 tahun. “Aspirasi anak-anak muda akan terus mendukung konsumerisme pada perekonomian India,” jelas bank.

Namun populasi pemuda lebih tinggi juga menciptakan permintaan akan lapangan kerja, yang besar. Sekitar 100 juta lapangan kerja harus diciptakan disektor manufaktur dan jasa sampai tahun 2030. Untuk mencapai ini pemerintah perlu menurunkan kesenjangan ketrampilan, menaikkan partisipasi perempuan pada angkatan kerja, dan memperlunak peraturan tenaga kerja, jelas laporan tersebut.

“India perlu memberikan pelatihan kerja kepada sekitar 10 juta orang setiap tahun, namun saat ini pemerintah hanya mampu melatih sekitar 4,5 juta saja,” jelas laporan.

Laporan ini juga menyerukan agar ada reformasi untuk meningkatkan belanja infrastruktir dan mengurangi ketimpangan ekonomi di negeri itu.

Sumber informasi: weforum.org

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *