• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Debat Hukum Pemilu Berakhir Literasi Demokrasi harus Terus Dikuatkan

Debat Hukum Pemilu Berakhir Literasi Demokrasi harus Terus Dikuatkan

August 25, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 6, 2026
Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

October 6, 2026
Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

October 5, 2026
Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

October 5, 2026
Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

October 5, 2026
Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

October 5, 2026
Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

October 5, 2026
Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

October 5, 2026
Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

October 5, 2026
Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

September 17, 2026
FIFA ASEAN Cup 2026 Berpotensi Ditonton Lebih dari 1 Miliar Orang, Ini Dampak Ekonominya!

FIFA ASEAN Cup 2026 Berpotensi Ditonton Lebih dari 1 Miliar Orang, Ini Dampak Ekonominya!

September 17, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 6, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    You can now play Bill Gates’ first PC game and run over donkeys on your iPhone, Apple Watch

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Debat Hukum Pemilu Berakhir Literasi Demokrasi harus Terus Dikuatkan

by Redaksi
August 25, 2026
in Kolom
0
Debat Hukum Pemilu Berakhir Literasi Demokrasi harus Terus Dikuatkan

Anggota Bawaslu RI Dr. Puadi M.Pd (baju putih) diapit para pejabat di lingkungan Bawaslu RI

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Suasana kompetisi debat yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) se-Indonesia itu akhirnya sampai pada babak penutup. Setelah melewati rangkaian perdebatan yang menguji ketajaman berpikir, penguasaan substansi, dan kemampuan mempertahankan argumentasi, Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Tahap Regional yang diselenggarakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI resmi berakhir pada Selasa, 25 Agustus 2026 di Jakarta.

Sebanyak 48 PT  ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka terbagi dalam tiga regional: Barat, Tengah, dan Timur. Dari keseluruhan peserta, 24 perguruan tinggi berhasil memastikan tiket menuju tahap nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 20–24 September 2026 di Jakarta. Penutupan kompetisi dihadiri Anggota Bawaslu RI Dr. Puadi dan Dr. Herwyn JH. Malonda, jajaran pejabat struktural Bawaslu RI, Dewan Juri, serta para peserta.

Penutupan itu bukan sekadar seremoni untuk menandai berakhirnya sebuah perlombaan.  Di balik panggung kompetisi, tersimpan proses panjang yang mempertemukan gagasan, perbedaan perspektif, dan kemampuan mahasiswa dalam membaca persoalan penegakan hukum Pemilu. Perdebatan terkadang berlangsung tajam dan paas namun etika dan suasana saling menghormati tetap terpelihara.

Beragam Gaya

Puadi yang juga Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu RI yang menutup acara tersebut menyebutkan, pengalaman selama kompetisi justru memperlihatkan satu hal menarik: debat tidak pernah berlangsung dalam satu warna. Hal tersebut ditunjukan dengan banyaknya  karakter dan gaya debat yang berbeda antara satu regional dengan regional lainnya. Ada peserta yang tampil agresif, ada yang tenang dan sistematis, sementara lainnya mengandalkan kedalaman analisis dan ketajaman dalam merespons lawan.

Keragaman tersebut, menurutnya  bukan kelemahan. Sebaliknya, perbedaan gaya menunjukkan kekayaan pendekatan argumentatif yang berkembang di kalangan mahasiswa. Perbedaan itulah yang kemudian membuat kompetisi semakin dinamis dan ketat. Begitupun, Puadi mengingatkan bahwa debat tidak cukup hanya bermodal keberanian berbicara.

Di balik penampilan yang meyakinkan, seorang debater dituntut menguasai substansi, teori, fakta, dan data empiris yang berkaitan dengan tema perdebatan. Debator  juga harus mampu membaca persoalan secara komprehensif, membangun alur berpikir yang logis, sekaligus mempertahankan posisi ketika berhadapan dengan argumentasi pihak lawan.

Debat bukan sekadar perkara siapa yang paling lantang berbicara. Argumentasi yang kuat harus memiliki fondasi pengetahuan dan bukti. Kepercayaan diri memang penting, tetapi tanpa penguasaan substansi, kepercayaan diri mudah berubah menjadi retorika yang kehilangan pijakan. Selain itu, karena kompetisi ini sifatnya beregu, maka kemampuan rerata dan kekompokan menjadi salah unsur penting yang dinilai oleh tim juri. 

Jangan Terlalu Bergantung pada Naskah

Ada satu catatan penting dan menarik yang disampaikan Puadi untuk penyempurnaan penyelenggaraan kompetisi pada masa mendatang yakni: kecenderungan sebagian peserta yang masih terlalu bergantung pada teks. Padahal debat, bukan aktivitas membaca naskah yang telah dipersiapkan sebelumnya. Catatan tetap diperlukan, tetapi seharusnya hanya menjadi panduan singkat.

Selebihnya, menurutnya, peserta perlu mengembangkan gagasan secara lebih bebas mengikuti dinamika perdebatan.Cara demikian akan membuat debat lebih hidup. Pada saat yang sama, dewan juri dapat melihat secara lebih jelas sejauh mana peserta benar-benar memahami persoalan yang sedang diperdebatkan.

Dengan demikian, kemampuan peserta tidak hanya diukur dari seberapa baik mereka membacakan argumentasi yang telah disiapkan, tetapi juga dari kemampuan berpikir spontan, kritis, dan kontekstual ketika menghadapi argumentasi lawan. “Bukan sekadar mampu membaca argumentasi yang telah disiapkan sebelumnya,” tegas Puadi.

Menang dan Kalah Bukan Akhir

Mantan anggota Bawaslu DKI Jakarta tersebut mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap kompetisi. Debat, katanya, sebaiknya tidak ditempatkan semata-mata sebagai arena untuk menentukan siapa menang dan siapa kalah. Kemenangan tentu penting. Tetapi proses belajar yang berlangsung selama kompetisi jauh lebih panjang daripada hasil akhir sebuah pertandingan.

Bagi peserta yang belum berhasil melaju ke tahap berikutnya, kekalahan dapat menjadi ruang evaluasi. Mereka dapat melihat kembali kelemahan argumentasi, mengoreksi strategi, memperbaiki cara membaca persoalan, dan mempersiapkan diri untuk kembali berkompetisi pada kesempatan lain.

Dari perspektif tersebut, kompetisi debat sesungguhnya tidak pernah benar-benar menghasilkan pihak yang kalah. Setiap pertandingan meninggalkan pengalaman: bagaimana berpikir di bawah tekanan, bagaimana merespons perbedaan pendapat, bagaimana mempertahankan keyakinan, sekaligus bagaimana menerima ketika argumentasi sendiri belum mampu meyakinkan pihak lain.

Belajar Berdemokrasi

Di titik inilah kompetisi debat menemukan maknanya sebagai proses pendidikan. Lebih jauh, Puadi melihat hubungan yang erat antara debat dan demokrasi. Demokrasi membutuhkan ruang bagi perbedaan pendapat. Karena itu, perdebatan tidak semestinya dipahami sebagai pertarungan untuk menghancurkan atau mengalahkan pihak lain.

Debat justru melatih seseorang untuk berpikir kritis, berani menyampaikan pendapat, menghargai perspektif yang berbeda, serta bertanggung jawab terhadap argumentasi yang dikemukakannya. Pengalaman tersebut,  diharapkan tidak berhenti ketika kompetisi berakhir. Para peserta dapat membawa tradisi berpikir kritis tersebut ke lingkungan kampus, masyarakat, dan kehidupan demokratis yang lebih luas.

Dengan bekal itu, ungkap Doktor Ilmu Politik dari Universitas Nasional Jakarta,  mahasiswa tidak hanya menjadi peserta sebuah kompetisi, tetapi juga dipersiapkan menjadi warga negara yang mampu mengambil posisi secara kritis, menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab, dan menghormati perbedaan.

Tantangan Dewan Juri

Jika peserta menghadapi tantangan untuk memenangkan perdebatan, Dewan Juri menghadapi tantangan yang tak kalah rumit: menentukan siapa yang paling unggul ketika kedua kubu sama-sama kuat. Ketua Dewan Juri Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Tahap Regional, Dr. Khairul Fahmi, mengakui bahwa dalam sejumlah sesi, perbedaan kualitas antara regu pro dan kontra sangat tipis.

Dosen Universitas Andalas tersebut mengatakan, ada suatu pertandingan ketika kedua kubu mampu menyajikan argumentasi yang sama-sama kuat. Kualitas perdebatan relatif berlangsung seimbang.  Masing-masing pihak mampu mempertahankan posisinya, dan keduanya memiliki alasan yang cukup untuk dinilai sebagai pihak yang unggul.

Dalam situasi seperti itu, tugas juri bukan perkara sederhana. Secara ideal, kedua kubu mungkin sama-sama layak menjadi pemenang. Namun, kompetisi tetap membutuhkan sebuah keputusan. Harus ada satu pihak yang dinyatakan lebih unggul. Karena itu, dewan juri harus melakukan penilaian secara cermat dengan melihat keunggulan argumentatif yang ditunjukkan masing-masing regu sepanjang pertandingan.

Bukan semata-mata siapa yang paling berani berbicara. Bukan pula siapa yang paling keras menyampaikan pendapat. Penilaian, ungkap Khairul Fahmi yang dikenal luas sebagai penulis produklif,  bertumpu pada kemampuan mengolah substansi, menyusun argumentasi secara koheren, merespons serangan lawan, dan mempertahankan posisi secara meyakinkan.

Evaluasi dan Literasi 

Perihal kritik  pada sebagian besar peserta yang  terlalu mengandalkan naskah, teks, atau catatan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Memang, tidak terdapat larangan tertulis yang secara tegas membatasi penggunaan catatan tersebut. Namun, evaluasi selama kompetisi memunculkan gagasan agar ketergantungan pada teks, jika belum dapat dilarang sepenuhnya, setidaknya mulai dikurangi.

Bahkan, muncul usulan agar pada babak terakhir, ketika dua regu terbaik berhadapan, kontestasi gagasan dilakukan tanpa bantuan teks atau naskah. Dengan cara demikian, peserta tidak hanya diuji dalam penguasaan materi, tetapi juga ditantang untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, merespons argumentasi lawan, serta menyampaikan gagasan secara spontan dan meyakinkan.

Kompetisi debat bukan sekadar pertarungan untuk menentukan pemenang, melainkan laboratorium kecil bagi demokrasi: tempat gagasan diuji, perbedaan dihargai, dan argumentasi dipertanggungjawabkan. Karena itu, berakhirnya kompetisi debat hukum penegakan hukum Pemilu VI bukan berarti berakhirnya proses belajar demokrasi. Literasi demokrasi harus terus dilanjutkan, diperkuat, dan dilembagakan. (achmad fachrudin)

Tags: Bawaslu RIjayakartanews
Share197Tweet123
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 6, 2026
Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

October 6, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2017 JNews.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2017 JNews.

Go to mobile version