“Cerdas dan Bijak di Ruang Digital”

 “Cerdas dan Bijak di Ruang Digital”

Junico BP Siahaan, SE (Anggota Komisi I DPR RI).

JAYAKARTA NEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online bertema “Cerdas dan Bijak di Ruang Digital”. Tiga narasumber yang tampil adalah Junico BP Siahaan, SE (Anggota Komisi I DPR RI), Prof. Widodo Muktiyo (Guru Besar UNS), serta Prof. DR. Cecep Darmawan, S.Pd, S.IP, SH, MH, M.Si (Guru Besar UPI). Seminar ini diselenggarakan Kamis, 14 Oktober 2021 pukul 14.00 wib melalui platform zoom meeting.

Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Webinar memiliki beberapa tujuan antara lain agar masyarakat memahami betul bahwa Gadget sebagai alat Literasi Digital. Tapi masih banyak masyarakat yang belum mahir dalam Digital. DI Indonesia sendiri sudah 170 juta penduduk Indonesia aktif di Sosial Media. Tercatat pula 98.2% dari jumlah penduduk di Indonesia sudah menggunakan Smart Phone.

Junico BP Siahaan, SE menyampaikan bahwa Peran DPR di dalam dunia digital adalah membuat perundang-undangan mengenai perlindungan data pribadi dan juga tentang penyiaran yang tentu saja berhubungan dengan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna dunia digital. Peran DPR juga menyiapkan anggaran untuk membangun infrastruktur TIK dan terakhir menjadi pengawas di dunia digital yang tugasnya antara lain memastikan tidak adanya ketimpangan digital serta berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat lain. Di samping memastikan hak masyarakat di dunia digital yang ada di tupoksi Kominfo terpenuhi.

Nico, begitu ia akrab disapa, juga menekankan beberapa hal yang intinya adalah bahwa kita harus mampu menyiapkan SDM dalam hal keterampilan berpikir, cinta terhadap ilmu dan implementasi konsep literasi di dunia pendidikan. Karenanya Nico menganggap webinar seperti ini sangat penting. Dan yang tak kalah penting, membangun prasarana digital sampai ke pelosok nusantara, sehingga bisa mendukung program Generasi Emas 2045. 

Prof Widodo Muktiyo

Sementara, Prof. Widodo Muktiyo menyampaikan bahwa tantangan di zaman sekarang dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi bisa menjadi makanan maupun menjadi racun. Untuk itu, kita harus memberikan informasi yang positif, meningkatkan kualitas diri dengan memperluas wawasan dalam rangka meningkatkan kecerdasan digital. Selain itu juga harus mawas diri dan membangun critical thinking sehingga nantinya akan menjadi pribadi yang inspiratif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ditambahkan, bahwa apa pun yang dilakukan di dunia digital memiliki jejak digital sehingga kita perlu untuk berhati hati. Prof Widodo juga menjelaskan bahwa kegiatan ini bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua untuk selalu berbuat baik baik. “Mari kita membuat jejak digital yang positif dan mari kita secara cerdik dan cerdas menghindarkan diri  dari hal yang negative,” tambahnya.

Prof Cecep Darmawan

Selanjutnya Prof Cecep Darmawan, menyampaikan materi ihwal fungsi dari media sosial. Medsos adalah sarana untuk interaksi dan integrasi, yang diharapkan di dalamnya terdapat pribadi dengan karakter yang baik di ruang publik. Pengguna medsos tahu mengenai hak, kewajiban, serta tanggung jawab kita, menaati hukum, memiliki daya pikir kritis serta mengedepankan cek dan ricek.

Dengan begitu, tambah Prof Cecep, kita tidak mudah termakan berita bohong atau hoax serta menghormati ruang pribadi orang lain. Ingat, katanya, ada quotient yang komponen digitalcitizenship-nya mempunyai peran kognitif, emosional dan perilaku yang harus seimbang untuk menciptakan sikap positif di ruang digital.

Prof Cecep menjelaskan bahwa literasi digital ini merupakan kekuatan bagi bangsa Indonesia. Bahkan, litersi digital adalah syarat menjadi bangsa pemenang. “Perkuat literasi digital dengan wawasan yang baik, menjadi good and smart citizen,” tegasnya.

Setelah paparan materi dari ketiga narasumber, moderator membuka sesi tanya jawab. Para peserta sangat antusias dalam memberikan pertanyaan. Dari 150 peserta, terdapat lima pertanyaan yang terpilih. Sesi diskusi berjalan interaktif antara narasumber dan peserta. Para peserta yang bertanya juga mendapat doorprizes.

Setelah selesai sesi diskusi, moderator mengembalikan acara kepada MC. MC memberikan plakat kepada para narasumber secara online sebagai simbolis ucapan terima kasih. Di akhir acara juga dilakukan foto bersama dengan seluruh peserta lalu selanjutnya resmi ditutup oleh MC. Dengan adanya acara ini diharapkan masyarakat dapat melakukan literasi digital sebagai dukungan kepada pemerintah mewujudkan transformasi digital Indonesia. (jnu)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *