Lava Bantal, Sungai Paling Indah

Lava Bantal, sejatinya sungai dengan bebatuan khas, yakni bebatuan menyerupai bantal. Konon, sungai yang satu ini erat kaitannya dengan asal-usul Pulau Jawa. Lava Bantal berada di Sungai Opak, Berbah Sleman, Yogyakarta. Belakangan, objek wisata sungai ini menjadi salah satu destinasi wisata primadona di Yogyakarta.

Senja Indah di Laguna Simeulue

Laporan Jayakarta News Channel dari ujung barat Indonesia, tepatnya dari Pulau Simeulue, Aceh. Pemandangan cantik tampak di senja hari itu. Kecantikan Simeulue, sebuah kecantikan pulau terluar yang belum tereksplor.

Mari jelajah negeri.

Candi Sewu, Prambanan, Boko dan Legenda Roro Jonggrang

Jika Anda mengunjungi tiga situs candi di Yogyakarta: Prambanan, Candi Sewu, dan Candi Boko, maka sejatinya Anda sedang menapak tilas legenda Roro Jonggrang. Seorang putri yang dikutuk Bandung Bondowoso menjadi batu (patung) penggenap seribu candi (candi sewu).

Danau Asmara yang Merana

Di ujung timur Pulau Flores, terdapat sebuah danau yang dinamakan Danau Asmara. Nama asli danau ini adalah Waibelen.

Penyebutan Danau Asmara, dimulai sekitar tahun 70-an, pasca terjadinya peristiwa tragis, saat sepasang kekasih nekad bunuh diri ke danau yang terletak di Kabupaten Flores Timur ini.

Ikuti kisah menariknya.

Dari Sibolga ke Natal, Singgah di Danau Siais

Inilah salah satu perjalanan panjang dari Sibolga menuju Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Meski sama-sama terletak di provinsi Sumatera Utara, tetapi jarak antar kedua kota itu lebih dari 500 kilometer, dengan waktu tempuh kurang lebih 14 jam.

Adapun Danau Siais, adalah salah satu objek wisata yang bisa dinikmati dalam perjalanan Sibolga – Natal. Jadilah perjalanan semi petualangan ini menjadi lebih menarik. Ikuti videonya.

Bamsoet ‘Ngebarista’ di Kedai Solong Coffe

JAYAKARTA NEWS – Kedai Kopi  Saring  Solong Ulee Kareng di kawasan pasar tradisional simpang tujuh Ulee Kareng, Aceh, memang legend banget. Rasanya, tidak lengkap kalau Anda ke Aceh tidak bertandang ke kedai kopi tersebut.

Ketua MPR Bambang Soesatyo hampir tidak pernah melewatkan ngopi di kedai tersebut jika berkunjung ke Aceh. Dalam kunjungan pada Kamis (10/6/2021), Bamsoet bahkan bukan hanya nyeruput kopi Aceh di kedai tersebut, melainkan nyoa menjadi barista dengan teknis tradisional.

Kedai  yang dirintis oleh Muhammad Saman alias Abu Solong sejak tahun 1974 itu, dapat diibaratkan sudah menjadi ‘rumah kedua’ bagi masyarakat Aceh. Begitupun bagi para turis maupun tamu, tidak lengkap rasanya datang ke Aceh jika tidak  mampir ke Kedai Kopi Solong Ulee Kareng. 

“Menyajikan kopi secara tradisional dengan teknik saring kain, memberikan sensasi yang unik. Setelah bubuk kopi diseduh dengan air mendidih, saringan kopi yang berada di dalam wadah diangkat tinggi-tinggi. Tangan kiri memegang wadah, sementara tangan kanan memainkan saringan dengan cara naik dan turun secara cekatan. Sari kopi pun mengucur dari ujung saringan. Menghasilkan aroma kopi yang menyerbak harum memenuhi seisi ruangan,” ujar Bamsoet usai ngebarista.

Aksi Bamsoet “ngebarista” disaksikan oleh  Rektor Universitas Syiah Kuala Prof Samsul Rizal, Wakapolda Aceh Brigjen Pol Raden Purwadi, Kepala Kelompok  Staf Ahli  Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Bambang Indrayanto, dan Kepala BNN Aceh Brigjen Pol Heru Pranoto. Serombongan Bamsoet dari  Jakarta antara lain anggora DPR RI Fraksi PKS Nasir Jamil, pengurus pusat Ikatan Motor Indonesia Syamsul Bahri, Elvis Junaedi, Rio Castello, Erwin MP, Amriyati dan Andi Sinulingga.

Menurut Bamsoet  cita rasa kopi di Kedai Kopi Solong Ulee Kareng sangat khas. Warna kopi terlihat tebal, tetapi tidak pahit gosong. Bubuk kopinya pun murni, tidak bercampur tepung jagung atau beras, sehingga menjadikannya sebagai salah satu kopi robusta terbaik di Aceh, bahkan di Indonesia. 

“Menyesuaikan dengan perkembangan selera konsumen, selain menyediakan kopi robusta, di Kedai Kopi Solong Ulee Kareng juga menyediakan kopi jenis arabika Gayo yang tidak kalah nikmatnya. Kedua jenis kopi tersebut bisa saling bersanding dalam satu meja, menjadi pemandang memikat yang senantiasa menghiasai kehidupan masyarakat Aceh,” ungkap Bamsoet. 

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menerangkan, tidak hanya di Kedai Kopi Solong Ulee Kareng, cara menyeduh kopi secara tradisional juga masih bertahan di berbagai kedai kopi di Aceh. Teknik tersebut tidak tergantikan walaupun sudah banyak mesin canggih diciptakan. Justru dengan cara tradisional itulah, ada rasa khas yang dihasilkan dari setiap seruputan kopi. 

“Rasa humanisme dan rasa persaudaraan, yang tidak bisa digantikan oleh mesin. Rasa tersebut lahir dari hati si barista. Rasa tersebutlah yang menjadi kekuatan bagi berbagai kedai kopi di Aceh. Tidak heran jika ratusan cangkir kopi bisa terjual setiap harinya,” tutur Bamsoet. (sm)

Blusukan di Kaki Gunung Salak

Menikmati kaki Gunung Salak, serasa kita berada di negeri atas kabut. Benar. meski matahari belum terlalu condong ke Barat, tetapi di kaki Gunung Salak, kabut sudah menyelimuti seluruh area mata memandang.

Kopi yang baru saja diseduh, langsung bersahabat dengan lidah. Manakala kita mendaki di pagi hari, dari ketinggian kaki Gunung Salak, bisa menikmati indahnya Kota Bogor.

7 Berlian, Wisata Murah di Sawangan Depok

Di Sawangan Depok, terdapat objek wisata murah-meriah, namanya “Kampung Wisata 7 Berlian”. Lokasi persisnya di Gg. Dirun No.68, Kedaung, Kec. Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat.

Sebelum pandemi, lokasi wisata alam ini banyak dikunjungi masyarakat, tidak saja warga Depok, tetapi juga warga Bekasi, Bogor, bahkan Banten. Lokasi wisata seluas lebih dari 2 hektater ini menyediakan sarana wisata yang lengkap, mulai dari kolam renang, kolam ikan, bebek air, play ground, junior camp, dan lain-lain.

Lebih lengkap, simak videonya.