Situs Gembirowati biasa disebut sebagai Pesanggrahan Gembirowati. Lokasi situs ini berada di Desa Girijati, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bangunan yang menyerupai reruntuhan candi ini sejatinya adalah sebuah pesanggrahan yang dibangun pada zaman Mataram Islam.
Category: Traveling
Taman Umbul Buto
Salah satu situs di Klaten, Jawa Tengah terbilang unik. Namanya Umbul Buto. Buto artinya Raksasa. Usut punya usut, nama Buto diambil dari penemuan patung kepala raksasa yang ada di umbul tersebut.
Hikayat Candi Merak
Candi Merak, sebuah nama candi yang cukup aneh. Candi yang terletak Kabupaten Klaten ini ditemukan tahun 1925, dan dipugar tahun 2011. Konon, di lokasi candi ini berdiri, dahulu terdapat sebuah pohon Joho tempat habitat burung merak. Saat pohon tua dan tumbang, ternyata di bawah akar pohon terdapat reruntuhan batu candi. Candi di antara burung-burung merak.
Selimut Kabut di Bukit Tangkil
Tak jauh dari ibukota, persisnya di Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor Anda bisa bermandi kabut setiap hari. Bisa dipastikan, dalam waktu yang terlalu lama, Desa Tangkil bakal viral. Bukan karena kabut yang membuat kita serasa di atas awan, tapi karena panorama yang memang luar biasa indahnya.
Dinner di Ketinggian Kota Bandung
The 18th Restaurant and Lounge adalah salah satu fasilitas resto yang ada di lantai 18 Hotel Trans Luxury, Jl. Gatot Subroto, Bandung. Di sinilah Anda bisa menikmati dinner sambil menikmati keindahan kota Bandung di waktu malam.
Sambutan Naga Swarovski di Trans Luxury
Menginap di The Trans Luxury Hotel, Bandung adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan. Hotel bintang 6 yang dibuka tahun 2012 itu menawarkan berbagai fasilitas mewah. Saat memasuki lobby, Anda akan disambut Naga Kristal Swarovski di atap lobby, serta tangga utama berbalut karpet handmade impor dari Timur Tengah.
Monumen Merpati tak Aman Lagi
Monumen Merpati Perdamaian di Pantai Muaro Lasak, Rimbo Kaluang, Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat dalam keadaan terancam. Dengan kata lain, monumen merpati tak aman lagi.
Keberadaannya terancam abrasi, diterjang ombak besar Samudera Hindia. Padahal, monumen yang diresmikan Presiden Joko Widodo tahun 2016 itu telah menjadi salah satu ikon pariwisata Kota Padang.
Keraton Kasepuhan Cirebon (4-Selesai): Lukisan Magis Siliwangi
Video ini adalah video ke-4 dari 4 tayangan berseri tentang Keraton Kasepuhan Cirebon. Hal menarik di video ini adalah tentang lukisan magis Prabu Siliwangi yang ada di Museum Pusaka Keraton Kasepuhan. Konon banyak yang mengalami hal mistis setelah melihat lukisan Prabu Siliwangi. Ada yang kesurupan. Ada yang foto tapi hasilnya gelap, dan lain-lain. Simak videonya.
Petualangan Kecil ke Gunung Pancar
Petualangan seru tidak harus menjelajah ke pedalaman hutan Kalimantan. Satu-setengah jam dari Jakarta, Anda bisa melakukan petualangan kecil. Tepatnya ke Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Di daerah yang sering disebut “Sentul” ini, terdapat hutan pinus Gunung Pancar, area trekking atau offroad di Cisadon, serta rehat seru di Pondok Pemburu. Pendek kata, Anda patut mencoba.
Konferensi Internasional “Heritage of Toba” untuk Danau Toba Semakin Mendunia
JAYAKARTA NEWS – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar International Conference Heritage of Toba: Natural & Cultural Diversity, yang dilangsungkan secara hybrid di TB Silalahi Center, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno membuka konferensi ini secara daring, Rabu (13/10/2021).
Konferensi ini kolaborasi antara Kemenparekraf dengan Kompas untuk menggali penguatan produk wisata di Danau Toba agar bertaraf internasional. Sehingga Danau Toba sebagai destinasi super prioritas dan juga bagian dari UNESCO Geopark Global yang telah ditetapkan pada 2 Juli 2020 dapat semakin mendunia.
“Untuk menjaga keberlanjutannya dan melestarikan aset dunia, Toba perlu menyatukan visi, berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan, sehingga dapat memberikan dampak positif ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan bagi masyarakat dengan program yang tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu,” kata Menparekraf dalam keterangan pers, Kamis (14/10).
Konferensi internasional Heritage of Toba menghadirkan berbagai pembicara yang terbagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama diisi oleh Ahli Geologi ITB, Indyo Pratomo; Ahli Ekowisata, Prof. Harini Muntasib; dan Aktivis Lingkungan, Annette Horschmann.
Sementara pada sesi kedua diisi oleh Fashion Desaigner, Athan Siahaan; Praktisi Kuliner Indonesia, Santhi Seraf; Ahli Budaya Batak Universitas Hawaii AS, Prof. Uli Kozok; dan Musisi, Viky Sianipar.
“Besar harapan saya kegiatan ini dapat menciptakan inovasi dan terobosan baru dalam pengembangan destinasi super prioritas Danau Toba sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan lingkungan. Untuk itu, kita harus ‘gercep’ gerak cepat, ‘geber’ gerak bersama, dan ‘gaspol’ garap semua potensi agar lapangan kerja terbuka seluas-luasnya,” ujar Menparekraf.
Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf Rizki Handayani menjelaskan konferensi internasional ini dilakukan untuk mendiskusikan dan mencari berbagai solusi bagaimana kedepannya kita bisa mempertahankan dan menguatkan produk wisata yang ada di Toba. Tentunya dengan mengedepankan kearifan lokal dan pelestarian lingkungan. Sehingga wisatawan tidak hanya datang untuk berwisata tapi juga memberikan kontribusi dalam pemanfaatan lingkungan, berkontribusi terhadap pengembangan, dan konservasi budaya.
“Kami di Kemenparekraf juga sudah membuat travel pattern atau jalur wisata tematik, supaya segmentasinya lebih jelas. Mungkin ada yang datang ke sini hanya ingin melihat Danau Toba saja, dan length of stay-nya hanya sehari atau dua hari. Tapi ketika kita membuat ini menjadi tematik, lebih bisa menarik minat masyarakat sehingga length of staynya juga akan jauh lebih lama,” katanya.
Jalur wisata tematik atau travel pattern Kaldera Toba sendiri telah dirampungkan pada tahun 2020 oleh Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events), dengan mengusung tiga tema yaitu eco culture, eco nature, dan eco science.

Jalur eco nature melingkupi Air Terjun Sipiso Piso, Lisa Andi Leo’s Organic Coffee, Pusuk Buhit Mountain, Taman Wisata Kera Sibaganding, dan Taman Eden 100 Tobasa.
Sementara untuk jalur eco culture meliputi Lumban Suhi Suhi Toruan, Istana Makam Raja Sisingamangaraja, Sentra Ulos Desa Meat, Museum Batak TB Silalahi, Makam Tua Raja Sidabutar, dan Museum Huta Bolon Simanindo.
Untuk jalur eco science terbagi empat subjalur yang masing-masing memiliki jalurnya sendiri. Subjalur itu adalah Kaldera Porsea, Kaldera Haranggaol, Kaldera Sibandang, dan Pulau Samosir. Pada 2022 akan dilanjutkan dengan pembuatan storytelling, interpretasi, serta pelaksanaan uji trail pada tiga tema tersebut.
Sementara itu Aktivis Lingkungan, Annette Horschmann menyampaikan masukannya untuk penguatan pengembangan produk pariwisata di Danau Toba. Annete menilai bahwa diperlukan cable car atau kereta gantung untuk menambah atraksi wisata.
“Cable car ini sangat ramah energi, ramah lingkungan. Kereta gantung bisa mengangkat banyak orang ke gunung tanpa menggunakan banyak listrik, karena kerjanya dengan gravitasi. Jadi, kalau kita bisa buat network of cable cars dari Tomok sampai ke Tele sangat luar biasa,” katanya.
Pada konferensi ini juga terdapat pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produk kreatif Toba mulai dari kuliner ada Coffe Toba Habinsaran, Dear Kopi Siantar, Kopi Sinerfy, Teh Serai, Mauas Madu, Blessing Cake Tarutung, Brams Tambunan Kuliner, dan Sambal Andalima. Lalu fesyen dan kuliner ada sabina.collection, Rehani Tenun Batun Official, Oliviahandmade, Batikra Batak, Dame Ulos, dan Fashion Shoes Handycraft. (*/mel)