Bulan Juli, Kemenkes Targetkan Satu Juta Dosis Vaksin Per Hari

 Bulan Juli,  Kemenkes Targetkan Satu Juta Dosis Vaksin Per Hari

(Foto/Kemenkes)

JAYAKARTA NEWS – Memenuhi target 1 juta dosis vaksin perhari bulan Juli ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan percepat pelaksanaannya. Salah satu cara dengan memanfaatkan pos pelayanan vaksinasi dan mengoptimalkan Unit Pelaksana Teknis Vertikal Kemenkes.

Kemenkes melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit lalu mengeluarkan surat edaran nomor HK.02.02/I/1669/2021. Surat ini ditujukan kepada seluruh rumah sakit vertikal Kemenkes, kepala kantor kesehatan Pelabuhan, dan direktur politeknik kesehatan untuk membuka layanan vaksinasi masyarakat tanpa memandang domisili KTP.

Dari laman resmi Kemenkes (26/6), ketersediaan dan logistik vaksin di Indonesia saat ini sudah mencukupi untuk percepatan vaksinasi. Rinciannya adalah, Vaksin Sinovac dalam bentuk jadi ada 3 juta dosis dan dalam bentuk bulk sejumlah  91,5 juta dosis.  vaksin Sinovac.  Untuk Vaksin AstraZeneca 8,2 juta dosis bentuk jadi dan 2 juta dosis vaksin Sinopharm bentuk jadi.

Rencananya vaksin akan didistribusikan dalam tiap termin ke unit pelaksana teknis Kemenkes untuk segera dimanfaatkan dalam pemberian vaksinasi dosis 1 dan 2. Dengan begitu, bagi yang memerlukan vaksinasi bisa langsung mendatangi lokasi vaksinasi yang telah ditunjuk pemerintah. ”Vaksin adalah upaya preventif untuk membentuk imun tubuh, sehingga vaksinasi harus dilakukan sekarang juga karena semua vaksin sudah tersertifikasi oleh WHO baik Sinovac, Sinopharm, maupun AstraZeneca yang juga digunakan di Indonesia,” ujar dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes.

Hingga Jumat (25/6) lalu, pemerintah telah memvaksinasi sejumlah 38,6 juta dosis vaksin Covid-19. Kepada masyarakat dr. Nadia  berpesan, agar setelah divaksinasi nanti tidak abai dalam menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. ”Karena saat ini masih dalam kondisi pandemi yang artinya laju penularan masih tinggi. Juga dengan adanya varian baru, membuat kita perlu menjaga protokol kesehatan,” pesannya.

Selain itu katanya, Indonesia masih memerlukan waktu untuk mencapai cakupan vaksinasi yang cukup untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). Sehingga dengan vaksinasi dan protokol kesehatan diharapkan menjadi perlindungan ganda untuk masyarakat di tengah pandemi yang masih melanda.***(mel)  

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *