• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Monday, September 28, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

BRIN dan BNN Kembangkan Teknologi Deteksi Ladang Ganja Ilegal

BRIN dan BNN Kembangkan Teknologi Deteksi Ladang Ganja Ilegal

Redaksi by Redaksi
May 14, 2026
in Artificial intelligence
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) mengembangkan sistem deteksi dan pemetaan ladang ganja ilegal berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), citra satelit, dan pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Kolaborasi lintas disiplin ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas identifikasi lahan ganja di wilayah terpencil Indonesia.

Berdasarkan Indonesia Drug Report 2025 Pusat Penelitian, Data, dan Informasi BNN Republik Indonesia, tercatat sebanyak 46.748 kasus tindak pidana narkotika, dengan ganja menempati posisi kedua terbanyak setelah sabu, yaitu sebanyak 3.814 kasus.

Perekayasa Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Penerbangan BRIN, Yomi Guno, menjelaskan bahwa kondisi geografis Indonesia yang luas dan sulit dijangkau menjadi tantangan utama dalam pemetaan lokasi budidaya tanaman ganja secara akurat apabila hanya mengandalkan operasi darat konvensional.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat mengintegrasikan kemampuan teknologi penginderaan jauh, sistem informasi geografis, teknologi pesawat nirawak, serta kecerdasan artifisial untuk mendukung pemetaan dan identifikasi lahan tanaman ganja sebagai langkah strategis menuju modernisasi sistem deteksi dan pemantauan ladang ganja di Indonesia,” jelas Yomi, Selasa (13/05/2026).

Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah pusat riset di BRIN, yakni Pusat Riset Geoinformatika (PRGI), Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI), Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber (PRKAKS) di bawah Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI), serta Pusat Riset Teknologi Penerbangan (PRTP) pada Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA).

Pada tahap awal, BNN mengidentifikasi kebutuhan riset berdasarkan informasi intelijen dan data lapangan terkait dugaan keberadaan ladang ganja ilegal.

Selanjutnya, tim Pusat Riset Geoinformatika BRIN melakukan analisis awal menggunakan citra satelit resolusi tinggi untuk mengidentifikasi area yang memiliki karakteristik sesuai sebagai lahan budidaya tanaman ganja.

Tahap berikutnya dilakukan tim Pusat Riset Teknologi Penerbangan melalui operasi lapangan menggunakan UAV. Kegiatan ini mencakup validasi area hasil identifikasi citra satelit sekaligus akuisisi data fotogrametri melalui pengambilan citra udara beresolusi tinggi secara sistematis.

“Data lapangan tersebut kemudian diproses lebih lanjut oleh tim PRSID dan Informasi serta PRKAKS menggunakan perangkat lunak fotogrametri khusus untuk menghasilkan orthomosaic stitching, yaitu komposit peta ortofoto resolusi tinggi yang telah terkoreksi secara geometris dan geografis,” jelas Yomi.

Menurut Yomi, hasil akhir riset ini dapat dimanfaatkan langsung oleh BNN dalam mendukung penegakan hukum.

BRIN menyediakan dokumen geospasial presisi tinggi berupa data orthomosaic stitching, dataset spasial lahan tanaman ganja, serta rekomendasi area prioritas yang dapat ditindaklanjuti dalam operasi pemusnahan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kolaborasi riset lintas disiplin dan lintas lembaga ini menunjukkan komitmen BRIN dalam mendukung upaya pemberantasan pertumbuhan ladang ganja ilegal di Indonesia,” pungkas Yomi. (yog)

Previous Post

OJK Terus Pantau Pasar Modal Domestik Pasca Pengumuman MSCI

Next Post

Saat Menunaikan Haji: Puadi dan Istri Dapat Kejutan Spesial dari Anak-anaknya

Redaksi

Redaksi

Next Post
Saat Menunaikan Haji: Puadi dan Istri Dapat Kejutan Spesial dari Anak-anaknya

Saat Menunaikan Haji: Puadi dan Istri Dapat Kejutan Spesial dari Anak-anaknya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version