BMKG Diminta Aktif Petakan Jalur Gempa di Indonesia

 BMKG Diminta Aktif Petakan Jalur Gempa di Indonesia

Dampak gempa Cianjur M5.6/foto: BNPB

JAYAKARTA NEWS— Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta BMKG aktif memetakan jalur gempa yang ada di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi siklus 20 tahun gempa serupa di Cianjur.

“Dari BMKG mungkin perlu untuk memetakan secara aktif dan ini melihat sejarah dari paparan tadi. Ini kan terjadi berulang saya baca di media juga menurut Presiden tadi siklus 20 tahunan dan seterusnya menurut saya perlu dipetakan daerah-daerah yang dilalui dari lempengan ini,” kata Lasarus dalam rapat dengar pendapat Komisi V dan BMKG, baru baru ini.

Menurutnya dengan adanya pemetaan jalur gempa, Komisi V bisa membahas siasat menangani jalur gempa dengan kementerian terkait. Terutama Kementerian PUPR bisa mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu sesuai dengan tupoksinya, terkait dengan konstruksi dan sebagainya.

Dalam kesempatan itu, Lasarus juga mengingatkan soal pembangunan rumah di sekitar lokasi yang tidak sesuai standar. Ia berharap, setelah BMKG memetakan wilayah, pihak terkait bisa lebih memerhatikan dampaknya.

“Pemerintah nanti akan memberi roadmap kepada masyarakat yang ada di jalur gempa. Ketika mereka membangun rumah harus ada sisi-sisi teknis yang harus dipertimbangkan. Kalau tidak masyarakat kekurangan informasi. Kalau ada kekurangan informasi dari kita, BMKG, pemerintah, itu kesalahan kita. Itu harus kita perbaiki,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lasarus pun mengingatkan analisis terkait standar bangunan tahan gempa sudah lama ada. Banyaknya korban gempa di Cianjur yang tewas membuktikan standar yang kurang baik.

“Ini kan analisa bangunan gempa dan seterusnya itu sesuatu yang sudah dipelajari sejak lama dan teknologi itu ada. Kalau kita melihat kejadian yang di Cianjur ini saya lihat rumah yang roboh-roboh itu memang rumah yang tidak memenuhi standar ketahanan gempa. Kalau rumah yang kokoh-kokoh saya lihat cenderung masih bisa bertahan dengan goncangan kemarin,” paparnya.

RDP dengan Komisi V DPR dihadiri olehSekretaris Utama BMKG Dwi Budi Sutrisno mewakili Kepala BMKG didampingi Pejabat Pimpinan Tinggi. Dalam Rapat tersebut, Sekretaris Utama BMKG Dwi Budi Sutrisno menyampaikan capaian realisasi program dan anggaran BMKG TA 2022 sampai dengan bulan November 2022.

Sedang Deputi Bidang Meteorologi Guswanto memaparkan Antisipasi Potensi Terjadinya Cuaca Ekstrem dan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Daryono memaparkan Gempa bumi Cianjur.***/bmkg

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.