Besar Jasa Dmitriy Manuilsky bagi Indonesia

 Besar Jasa Dmitriy Manuilsky bagi Indonesia

Pawai “Terima Kasih Ukraina, Terima Kasih Manuilsky”, 4 Februari 1946 di Jakarta (kanan), dan foto Dimitriy Manuilsky (kanan). (sumber foto: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/historia)

Catatan 30 Tahun Kemerdekaan Ukraina

Oleh Egy Massadiah

Egy Massadiah

JAYAKARTA NEWS – Bahwa Ukraina akhirnya menjadi negara merdeka pada tahun 1991, adalah sebuah keniscayaan sejarah. Hari ini, 24 Agustus 2021, Ukraina memperingati hari kemerdekaannya yang ke-30. Momentum itu ditandai dengan peristiwa Parlemen Ukraina mengadopsi Deklarasi Kemerdekaan dari Uni Soviet yang diikuti oleh referendum nasional yang damai.

Hasil referendum menegaskan legitimasi proses kemerdekaan Ukraina (dari Uni Soviet) dengan dukungan 92,3 persen dari penduduk Ukraina. Tahukah Anda, bahwa Indonesia “berhutang” pada seorang pria kelahiran Ukraina yang bernama Dmitriy Manuilsky, atau dikenal pula dengan nama Dmytro Zakharovych Manuilsky.

Patut kiranya, jika momentum 30 Tahun Kemerdekaan Ukraina hari ini (24 Agustus), kita jadikan momentum yang baik untuk lebih membumikan persahabatan kedua bangsa. Kita berangkat dari kutipan kalimat Presiden Sukarno, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah”.

Tersebutlah sejarah awal kemerdekaan Indonesia, antara tahun 1945 – 1950 yang kita sebut sebagai periode perjuangan diplomasi mencari pengakuan dunia internasional atas kemerdekaan dan kedaulatan bangsa pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Peran Uni Soviet dalam hal ini sangat besar. Dan Ukraina, saat itu, masih menjadi bagian dari Uni Soviet.

Uni Soviet merupakan salah satu negara yang menyambut baik lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka dan Uni Soviet mengecam segala bentuk kolonialisme. Di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Soviet berkali-kali mengangkat masalah Indonesia dan menuntut PBB menghentikan agresi militer Belanda, serta mengimbau dunia internasional mengakui Indonesia sebagai negara yang merdeka.

Pada 21 Januari 1946, Dmitri Manuilsky, ketua utusan Republik Soviet Sosialis Ukraina di PBB untuk kali pertama mengajukan masalah Indonesia kepada DK PBB. Dalam suratnya, Manuilsky menyatakan bahwa keadaan di Indonesia membahayakan perdamaian dan keamanan dunia.

Dmitry Manuilsky (berdiri kiri) dari Ukraina dan Herbert V. Evatt (berdiri kanan) dari Australia dalam salah salah satu agenda rapat di markas PBB. (sumber foto: Gjon Mili/LIFE)

Dalam Sidang Umum PBB pada 25 Januari 1946, Manuilsky mendapatkan dukungan dari Edward Stettinius, utusan Amerika Serikat dan Abdel Hamid Badawy Pasha, utusan dari Mesir. Sidang DK PBB terkait Indonesia berlangsung alot selama enam hari (7, 9-13 Februari 1946). Dalam setiap sidang, Manuilsky bersikukuh dengan pendapatnya bahwa Indonesia dalam keadaan berbahaya sehingga PBB harus campur tangan.

Ketika Ukraina mengusulkan soal Indonesia dibahas dalam sidang DK PBB, sejak itu pula sengketa Indonesia-Belanda menjadi sengketa internasional sepenuhnya. Demikian dikutip dari Historia.

Selain itu, sumber lain juga menyebutkan, bahwa Dmitry yang merupakan politisi kelahiran Ukraina 3 Oktober 1883 itu membela Indonesia dalam pertemuan-pertemuan di organisasi PBB serta organisasi internasional lainnya. Misalnya, pada tahun 1947-1948 dalam sidang ECOSOC diajukan sejumlah usulan untuk diakuinya kedaulatan Indonesia. Juga saat konferensi Delhi, Januari 1949 kembali mengecam Agresi Militer terhadap Indonesia dan mengimbau dunia internasional mengakui kemerdekaan Indonesia.

Mari kita kenali tokoh Ukraina yang begitu berjasa bagi bangsa kita. Dmitriy Manuilsky, atau Dmytro Zakharovych Manuilsky adalah seorang revolusioner Bolshevik, politisi dan akademisi Soviet penting yang menjadi Sekretaris Komite Eksekutif Komintern, Komunis Internasional dari Desember 1926 hingga pembubarannya pada Mei 1943.

Tercatat, ia lahir 3 Oktober 1883 di perkampungan kecil bernama Sviatets, tak jauh dari Kremenets. Kremenets sendiri adalah sebuah kota di Oblast Ternopil di Ukraina barat. Ini adalah pusat administrasi Kremenets Raion, dan terletak 18 km timur laut dari Biara Pochayiv yang agung. Kota ini terletak di wilayah bersejarah Volhynia. Kota ini masuk dalam sebuah teritori yang ketika itu dinamakan Volhynian Governorate, atau Kegubernuran Kekaisaran Rusia Republik Rakyat Ukraina.  Dmitriy wafat di Kyiv, Ukraina pada tanggal 22 Februari 1959 pada usia 76 tahun.

Pada masa pemerintahan Presiden Sukarno, nama Dimitriy Manuilsky begitu mashur. Bahkan, dokumen sejarah mengabadikan bagaimana bangsa kita berterima kasih kepada Ukraina, berterima kasih kepada Manuilsky. Parade “Pawai Terima Kasih Ukraina, Terima Kasih Manuilsky” itu terjadi pada tanggal 4 Februari 1946 di Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia.

Peta negara Ukraina. (sumber foto: Adobe stock)

Identitas Ukraina

Sejarah Ukraina pun mengalir menemukan jalannya kepastian. Ukraina lepas dari Uni Soviet, sekaligus lepas dari tekanan dan pembatasan yang diberlakukan oleh sistem Soviet dalam hal budaya, bahasa, dan sejarah.

Sebagai negara merdeka, sejak 1991 Ukraina kembali ke jati dirinya. Keunikan negara yang memiliki luas wilayah 603.628 km² dengan jumlah penduduk sekitar 44,5 juta jiwa itu pun mulai muncul ke permukaan. Kini, Ukraina makin dikenal dengan lukisan-lukisan yang bermutu tinggi, selain itu juga musik, teater, balet, sastra, film, sains dan olahraga.

Sekadar menyebut tokoh-tokoh Ukraina, kita tentu mengenal Valeriy Lobanovskyy, Andriy Shevchenko, Roman Olehovych Yaremchuk sebagai bintang sepakbola kelas dunia. Di dunia keaktoran, ada nama Bohdan Sylvestrovych Stupka. Lalu di dunia mixed martial art, Ukraina juga memiliki aktor yang fenomenal, Yaroslav Amosov.

Bintang sepakbola Andriy Shevchenko berpose di depan patung “bapak filosofi sepakbola Ukraina”, Valeriy Lobanovsky di markas klub Dinamo Kiev. (foto: https://www.footballcoin.io/)

Di bidang keilmuan, Ukraina memiliki nama besar Borys Yevhenovych Paton. Lelaki kelahiran Kyiv 1918 itu meninggal di kota yang sama, pada 19 Agustus 2020 lalu. Sejak 1962 hingga kematiannya, Paton menjabat Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Ukraina. Penemuannya yang fenomenal adalah las listrik.

Nama besar Ukraina lain adalah Leonid Kostyantynovych Kadenyuk. Dia adalah astronot pertama Ukraina merdeka yang terbang ke luar angkasa. Dia terbang di NASA Space Shuttle Columbia pada tahun 1997 sebagai bagian dari misi internasional STS-87. Kadenyuk memegang pangkat Mayor jenderal di Angkatan Udara Ukraina.

Kvitka “Kasey” Cisyk. (foto: http://www.istpravda.com.ua/artefacts/)

Ukraina juga memiliki artis yang mendunia. Namanya Kvitka “Kasey” Cisyk (4 April 1953 – 29 Maret 1998). Ia adalah adalah seorang penyanyi sopran coloratura Amerika dari etnis Ukraina. Cisyk, panggilan akrabnya, adalah seorang penyanyi opera klasik terlatih, mencapai kesuksesan dalam empat genre musik: musik populer, opera klasik, musik rakyat Ukraina dan jingle komersial untuk iklan radio dan TV. Cisyk merekam lagu “You Light Up My Life” untuk film dengan judul yang sama (menang Oscar dan Golden Globe Awards pada 1978).

Adalah fakta, bahwa sebelum kemerdekaannya (1991), nama Ukraina bagi sebagian besar rakyat Indonesia, terdengar lamat-lamat. Akan tetapi, sejak merdeka, utamanya setelah tahun 2014, situasi berbanding terbalik: Sebagian besar rakyat Indonesia mengenal Ukraina. Bukan hanya di Indonesia, Ukraine bahkan dikenal di seluruh dunia.

Problem Krimea

Tahun 2021, tidak saja diperingati dalam konteks 30 tahun merdeka, tetapi juga menandai peringatan 7 tahun, pencaplokan dan pendudukan illegal Rusia atas Krimea. Rusia menaklukkan wilayah itu dan mulai memaksa minoritas Muslim, Tatar Krimea, keluar. Sejak 2014. Itulah saat-saat buruk, di mana hak asasi manusia telah diabaikan dengan pelecehan dan penganiayaan terus-menerus terhadap minoritas, terutama Tatar Krimea dan etnis Ukraina. Jika pendudukan itu berlanjut, berpotensi terjadi pemusnahan penduduk asli, Tatar Krimea, di Semenanjung Krimea.

Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim terbesar telah mendukung perjuangan Tatar Krimea dan persatuan Ukraina. Indonesia termasuk di antara 100 negara yang mendukung resolusi 2014 tentang integritas wilayah Ukraina.

Transformasi Internal

Di bawah kepemimpinan Presiden Volodymyr Zelensky, Ukraina berkomitmen penuh untuk mempercepat transformasi internal. Selama dua tahun terakhir, Pemerintah dan DPR telah mengambil langkah-langkah, antara lain penciptaan pasar tanah, reformasi perbankan, privatisasi skala besar, desentralisasi, dan lain-lain.

Proses reformasi jauh lebih rumit, karena setelah Ukraina merdeka, baru saat ini pemerintah negara itu mulai memperkenalkan pasar di sejumlah bidang, termasuk layanan kesehatan, pengelolaan limbah, atau transportasi. Dan ini bukan hanya tentang mengesahkan undang-undang, tetapi tentang memulai proses ini dari awal.

Pemerintah Ukraina telah menentukan poin utama pertumbuhan ekonomi. Prioritasnya adalah digitalisasi ekonomi, pasar persaingan bebas, pengembangan kewirausahaan dan daya tarik investasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dasar. Demikian antara lain informasi yang disampaikan Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta, kemarin (23/8/2021).

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. (foto: https://www.latimes.com/)

Tiga Acara

Merayakan 30 tahun kemerdekaannya, Ukraina menggelar tiga acara penting dengan partisipasi mitra internasional. Pertama, KTT perdana Platform Krimea; Kedua, KTT Kyiv Pertama Para Ibu Negara; Ketiga, Parade Militer untuk Hari Kemerdekaan.

Adapun KTT Pertama Platform berlangsung 23 Agustus 2021. Platform Krimea adalah format konsultasi dan koordinasi baru yang diprakarsai oleh Ukraina untuk meningkatkan efisiensi respons internasional terhadap pendudukan Krimea, menanggapi tantangan keamanan yang berkembang, meningkatkan tekanan internasional terhadap Rusia, mencegah pelanggaran hak asasi manusia lebih lanjut, melindungi korban pendudukan rezim, dan mencapai tujuan utama: untuk menduduki Krimea dan mengembalikan kedaulatan Ukraina atas semenanjung.

Puncak hanyalah awal dari aktivitas besar. “Kami sedang bekerja untuk membangun mekanisme koordinasi permanen untuk Platform di semua bidang utama. Kami memanggil mitra yang paling aktif untuk memimpin di masing-masing bidang utama ini,” demikian bunyi siaran pers Kedutaan Ukraina untuk Indonesia.

Dukungan internasional untuk Platform Krimea berkembang. Ukraina mengumumkan bahwa negaranya telah memperoleh 45 surat konfirmasi untuk partisipasi dalam KTT Platform Krimea dari berbagai negara. Negara-negara yang dikonfirmasi sejauh ini termasuk Amerika Serikat, Inggris, Polandia, Turki, negara-negara Baltik, Prancis, Jerman, berbagai negara Uni Eropa, Australia, Selandia Baru, dan Korea Selatan.

Platform Krimea tidak berusaha untuk menggantikan pekerjaan besar di Krimea oleh PBB, ataupun upaya-upaya yang telah dilakukan oleh UE, NATO, Amerika Serikat, dan mitra lainnya. “Ini justru akan melengkapi, mensistematisasikan dan memperkuat semua langkah yang telah ditempuh,” bunyi siaran pers itu.

Kementerian Luar Negeri juga meluncurkan situs resmi Platform Krimea. Situs web berisi kategori berikut: Krimea Sebelum Pendudukan, Krimea dalam Pendudukan, Platform Krimea, Jaringan Pakar Platform Krimea; dan KTT Platform Krimea.

Sementara, pada tanggal 23 Agustus, atas prakarsa Ibu Negara Ukraina Olena Zelenska, KTT Para Ibu Negara Kyiv berlangsung di Kyiv untuk pertama kalinya dalam sejarah. Istri pemimpin dan suami pemimpin perempuan memainkan peran penting di negara mereka. Pada saat yang sama, kerja sama internasional antara ibu negara dan bapak-bapak tidak pernah sistematis.

Ukraina telah mengambil peran utama dan untuk pertama kalinya dalam sejarah menciptakan platform internasional semacam itu. Bapak dan Ibu Negara, bersama dengan pakar internasional dan Ukraina, akan membahas tantangan dan solusi saat ini di bidang pendidikan, kesehatan, akses bebas hambatan, Persamaan hak untuk pria dan wanita.

Kesiapan Ukraina untuk mempertahankan kemerdekaannya, yang telah mereka tunjukkan sejak 2014, akan ditunjukkan dengan parade militer besar-besaran pada 24 Agustus. Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun kemerdekaan, acara direncanakan dengan partisipasi perwakilan dan peralatan militer. semua kekuatan sektor keamanan dan pertahanan Ukraina dan negara-negara mitra.

Untuk pertama kalinya pula dalam sejarah, pada 30 Juli 2021, Ukraina menerima dokumen strategis sistematis tingkat tertinggi tentang kebijakan luar negeri: Strategi Kebijakan Luar Negeri.

Ini dikembangkan oleh Presiden Volodymyr Zelensky, yang mengedepankan prioritas perlindungan diplomatik Ukraina dari agresi Rusia, perampasan tanah dan rakyat, dan membawa Rusia ke tanggung jawab hukum internasional atas kejahatannya.

Lima bidang prioritas kebijakan luar negeri lainnya: Memastikan kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina, jalannya keanggotaan UE dan NATO, Mempromosikan ekspor Ukraina dan menarik investasi asing, Melindungi hak dan kepentingan warga negara Ukraina di luar negeri, Mempromosikan citra positif Ukraina Di dalam dunia.

Ukraina – Indonesia

Secara simbolis bahwa pada hari ini Presiden Ukraina menunjuk duta besar yang profesional dan ambisius untuk NATO, Turki, Austria, Indonesia dan Tanzania (paruh waktu). Arah yang cukup berbeda, tetapi kepentingan Ukraina di mana pun kita dapat membuat Ukraina lebih kuat.

“Pada tahun 2022, kita akan merayakan hari jadi ke-30 terjalinnya hubungan diplomatik antara Ukraina dan Republik Indonesia,” demikian dinyatakan dalam siaran persnya.

Selama bertahun-tahun, kedua negara telah memperdalam persahabatan mereka dan membangun hubungan kerja sama di berbagai bidang termasuk bidang politik, ekonomi, akademik, dan budaya. Kerjasama perdagangan dan ekonomi selalu menjadi elemen penting dalam hubungan bilateral antara Ukraina dan Indonesia, terutama selama pandemi, yang menyebabkan penurunan serius dalam perdagangan dunia.

Terlepas dari situasi ekonomi dunia, perdagangan dan kerja sama ekonomi Ukraina-Indonesia ditandai dengan dinamika yang stabil, sehingga Republik Indonesia tetap menjadi mitra dagang terbesar Ukraina di kawasan ini.

Ekspor utama Ukraina ke Indonesia secara tradisional adalah gandum dan produk metalurgi. Impor barang Indonesia ke pasar Ukraina meningkat signifikan pada semester pertama tahun ini, terutama minyak sawit dan kakao.

Sektor yang paling menjanjikan untuk memperdalam perdagangan bilateral dan kerja sama ekonomi tetap adalah industri pertanian, teknik militer, energi, metalurgi, teknologi informasi, farmasi, dan makanan.

Untuk mendukung dan meningkatkan tren positif dalam kerja sama ekonomi antara Ukraina dan Indonesia, negosiasi Perjanjian Perdagangan Preferensial antara negara kita yang akan membawa hubungan bilateral ke tingkat yang baru dimulai tahun ini.

Di bidang kebudayaan, hubungan masyarakat Ukraina dan Indonesia juga semakin dekat. Dalam bahasa Ukraina, istilah budaya memiliki dua arti utama. Yang pertama dapat digambarkan dengan kata “seni”, yang kedua menggambarkan hubungan antara orang-orang. Seperti di Indonesia, orang Ukraina juga memahami dan percaya bahwa keragaman budaya merupakan faktor penting dalam kehidupan sehari-hari setiap negara.

Kuliner Ukraina

Tiga menu khas Ukraine. Dari kiri: Varenyky (pangsit), Borscht Soup, dan Olahan Ayam.

Ukraina terkenal tidak hanya karena tren budaya dan sejarahnya, tetapi juga karena arah kulinernya. Ukraina terus masuk dalam peringkat gastronomi dunia. Baru-baru ini, media Inggris “The Independent” menempatkan kelezatan menu Ukraina seperti pangsit, borscht, dan irisan daging ayam Kyiv di tempat pertama.

Masakan Ukraina memperkaya budaya dunia. Ini juga masalah budaya dan identitas nasional, tanpa masakan Ukraina, kita tidak bisa disebut orang Ukraina.

Acara untuk merayakan ulang tahun ke-30 pembentukan hubungan diplomatik akan menjadi peluang bagus untuk lebih memperdalam dan mengembangkan hubungan baik antara Ukraina dan Indonesia. Pemerintah Ukraina dan Indonesia bertekad melakukan upaya yang dapat berkontribusi untuk lebih memperdalam hubungan antara kedua negara melalui peluang tersebut. (*)

*) Egy Massadiah, wartawan senior

VIDEO TERKAIT:

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *