Ekonomi & Bisnis
BEI Catat Partisipasi Pasar Modal Meningkat 2,7 Juta Investor
JAYAKARTA NEWS – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal telah meningkat 2,7 juta investor sehingga menjadi 17,59 juta investor dan terdapat 954 perusahaan tercatat di BEI.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan likuiditas pasar dan memberikan kemudahan bagi investor dalam melakukan transaksi saham, BEI mengembangkan Liquidity Provider Saham.
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, pengembangan Liquidity Provider Saham ini merupakan bagian dari inisiatif strategis BEI untuk meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia.
“Liquidity Provider Saham memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan kuotasi beli dan jual, sehingga dapat mengurangi bid-ask spread pada saham-saham dengan likuiditas rendah,” ujar Imam dalam keterangannya, Senin (11/8/2025).
Dengan hadirnya Liquidity Provider Saham, Iman berharap minat investor meningkat dan aktivitas perdagangan menjadi lebih aktif.
Dengan diluncurkannya Liquidity Provider Saham ini, BEI turut mengundang AB lainnya untuk turut berpartisipasi sebagai Liquidity Provider Saham guna bersama-sama mendorong peningkatan likuiditas dan efisiensi pasar.
Dari sisi pencatatan efek, sampai dengan 8 Agustus 2025, BEI telah berhasil mencatatkan 22 saham baru, 116 emisi obligasi, 2 Exchange-Traded Fund (ETF) baru, serta 288 seri baru Structured Warrant.
Total fund-raised IPO saham mencapai Rp10,39 triliun dengan 6 pipeline saham pada tahun 2025 ini. Dengan data pencatatan tersebut, sampai saat ini telah terdapat 954 perusahaan tercatat di BEI.
Berdasarkan data Single Investor Identification (SID) sampai dengan 8 Agustus 2025, jumlah investor pasar modal yang terdiri dari investor saham, obligasi, reksa dana, dan surat berharga lainnya telah meningkat sejumlah 2,7 juta investor sehingga menjadi 17,59 juta investor.
Sementara itu, data investor saham terdapat dan surat berharga lainnya terdapat peningkatan lebih dari 1 juta investor sejak tahun 2024 menjadi 7,5 juta investor saham sampai dengan 8 Agustus 2025.
Selanjutnya, partisipasi investor ritel pun masih cukup signifikan selama tahun 2025, mengikuti tingginya partisipasi investor institusi.
Hal ini juga menjadi indikator bahwa stabilitas kepercayaan dan animo investor terhadap pasar modal Indonesia tetap terpelihara di tengah tekanan dan ketidakpastian kondisi ekonomi secara global dan domestik.
Pencapaian tersebut juga berkat upaya dari BEI bersama stakeholders pasar modal yang telah menyelenggarakan 21.513 kegiatan edukasi terkait investasi di pasar modal Indonesia sampai dengan 31 Juli 2025.
BEI pun secara resmi memberikan lisensi perdana Liquidity Provider Saham kepada PT Phintraco Sekuritas. Karena dinilai telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.
Lisensi itu juga diberikan Phintraco telah memenuhi kesiapan infrastruktur, sumber daya, serta komitmen dalam menjalankan fungsi penyedia likuiditas secara berkelanjutan. (yog)
