• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Bedug Tertua di Indonesia, Umurnya Lebih dari 200 Tahun

Bedug Tertua di Indonesia, Umurnya Lebih dari 200 Tahun

Redaksi by Redaksi
March 10, 2026
in Histori
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Alih-alih bedug, kini banyak masjid, terutama yang modern, di perkantoran, lebih mengandalkan speaker untuk adzan.

Meskipun begitu, bedug masih bisa ditemukan di masjid tradisional di Indonesia.

Bedug sendiri telah menjadi bagian dari tradisi Islam Nusantara sejak beratus-ratus tahun silam.

Tidak sedikit bedug yang telah berusia ratusan tahun, dan sebagian masih digunakan. Seperti di bawah ini, dikutip dari Ragam BUMN, Selasa (10/3/2026).

Bedug Masjid Al Osmani
Masjid Al Osmani merupakan salah satu masjid tertua di Medan.

Lokasinya di jalan Kolonel Yos Sudarso, Labuhan, Pekan Labuhan, Medan.

Masjid ini berdiri tahun 1854 tapi bedugnya baru dibuat dan digunakan pada tahun 1870.

Bedug dan masjid dibangun pada masa Raja Deli Ketujuh, Sultan Osman Perkasa Alam.

Selain panggilan shalat, bedug jadi penanda waktu berbuka puasa bagi masyarakat di sekitar Belawan.

Bedug terbuat dari kayu ulin yang sampai sekarang masih kokoh.

Saat ini bedug Masjid Al Osmani dikategorikan benda bersejarah dan diletakkan di depan pintu masuk masjid.

Bedug Nyai Pringgit
Lokasinya di Masjid Gede Mataram di Dusun Sayangan, Kecamatan Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.

Bedug dibuat sekitar abad 15 pada masa Sunan Kalijaga, pemberian Nyai Pringgit dari Kulon Progo.

Konon Sultan Kalijaga melihat pohon di rumah Nyai Pringgit.

Ia mengharapkan bila pohon tersebut sudah besar ingin kayunya menjadi kerangka bedug. 

Setelah pohon ditebang, Nyai Pringgit menggendong sendiri bedug ini dari Kulon Progo sampai Bantul.

Bedug Nyai Pringgit memiliki diameter 1 meter.

Nyai Pringgit kemudian diangkat menjadi abdi dalem oleh Sunan.

Keturunannya pun diberi hak tinggal di sekitar Masjid Gede Mataram dan jadi pengurus masjid.

Permukaan kulit bedug di Masjid Jami Sabilul terdapat bagian yang bolong. Meskipun sudah diganti berkali-kali tapi selalu saja bolong lagi. (banggabersarung.com)

Bedug di Masjid Jami Sabilul Huda
Ini bedug tertua di Indonesia. Lokasinya di Masjid Jami Sabilul Huda, Desa Benda, Karangampel, Indramayu.

Bedug dibuat Sunan Welang sekitar tahun 1692 dengan ukuran 1 meter diameter 60 sentimeter.

Begug terbuat dari kayu sidaguri dan bagian untuk memukulnya terbuat dari kulit kerbau.

Pada bagian dalam bedug tertera tulisan dalam bahasa Arab.

Bedug menghasilkan suara yang sangat kuat. Konon bisa terdengar sampai Cirebon.

Uniknya, permukaan kulit bedug terdapat bagian yang bolong.

Meskipun kulit itu sudah diganti berkali-kali tapi selalu saja bolong lagi.

Bedug Kyai Bagelen
Selain salah satu bedug tertua, Bedug Kyai Bagelen juga merupakan bedug terbesar di Indonesia.

Bedug Kyai Bagelen berada di Masjid Agung Bagelen atau sekarang dikenal dengan nama Masjid Agung Purworejo.

Masjidnya sendiri selesai dibangun tahun 1834.

Bersaman dengan selesainya pembangunan masjid, Bupati Bagelen saat itu memerintahkan pembuatan bedug.

Bedug dibuat dari pangkal pohon jati dengan ukuran panjang 292 cm, diameter 194 cm.

Bagian memukul bedug dulunya dari kulit banteng.

Karena sudah rusak, sekarang diganti dengan kulit sapi benggala.***/mel

Tags: Bedug Tertua di Indonesiajayakartanews
Previous Post

Membedah Sikap Amerika Terhadap Konflik Iran dan Cengkeraman Lobi Israel

Next Post

Transformasi Digital Pada Pembelajaran Akuntansi

Redaksi

Redaksi

Next Post
Transformasi Digital Pada Pembelajaran Akuntansi

Transformasi Digital Pada Pembelajaran Akuntansi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version