• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Saturday, October 3, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Antara Ilmu dan Ngelmu

Antara Ilmu dan Ngelmu

admin by admin
October 18, 2025
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gde Mahesa

“Ngelmu iku kelakone kanti laku ” yang berarti bahwa ilmu itu diperoleh melewati proses.

Pitutur tersebut ada dalam Serat Wulangreh karya Sri Susuhunan Pakubuwono IV, Raja Surakarta.

Jika ditelisik secara etimologi, konsep ngelmu nampak mirip dengan kata ‘ilmu’ yang bermakna pengetahuan. Namun, dalam istilah Jawa, ngelmu lebih merujuk pada bentuk spiritual dari ilmu yang tidak hanya intelektual, tetapi juga intuitif.

Antara ilmu dan ngelmu terdapat perbedaan yang sangat mendasar. Ilmu merupakan pengetahuan yang sistematis, disusun berdasarkan metode tertentu. Sedangkan ngelmu hanya dapat diketahui berdasarkan ketajaman batin serta penghayatan pribadi, bukan dengan aktivititas otak atau pikiran.

Dalam masyarakat Jawa ilmu dibagi menjadi tiga yaitu ilmu katon, ilmu karang, dan ilmu klenik.

Ilmu katon adalah pengetahuan yang bisa langsung kita dapatkan dari kemampuan inderawi. Seperti ilmu bercocok tanam, membuat bangunan, dan kegiatan kecil sehari-hari yang kita dapatkan bisa dari melihat. Selain itu ilmu-ilmu yang berbentuk tulisan yang kita dapatkan di lembaga-lembaga pendidikan juga termsuk dalam ilmu katon.

Sedangkan ilmu karang tergolong ilmu yang sudah mengerahkan kekuatan ketajaman batin untuk membaca segala sesuatu di alam termasuk tanda-tandanya atau kadang kita kenal dengan “titen”. Ilmu yg tidak tertulis tetapi tergantung bagaimana pencapaian seseorang yang terkadang dikatakan ngarang-ngaranh dari sebuah pertanda seperti pergantian musim bahkan peristiwa alam yang akan segera terjadi.

Dalam ilmu karang  ada ajaran yang tidak selayaknya digunakan seperti telik, tenung, santet, gendam, dan lain sebagainya.

Sering terjadi hal yang salah kaprah bahwa  ilmu-ilmu hitam itu masuk dalam tataran klenik. Sejatinya ilmu klenik merupakan ilmu yang tinggi. Klenik sendiri berarti sesuatu yang sangat tersembunyi atau dalam istilah lain bisa dikatakan ghaib, yang mana kadang kita sering terjebak dalam pemahaman makhluk ghaib sejenis jin, setan, serta para sahabat dan kroninya.

Dalam tradisi “mistisisme” Jawa terdapat banyak ajaran ngelmu yang cukup variatif. Ajarannya ada dalam tradisi kanuragan, mantra, dan sebagainya. Pada dasarnya ekspresi ngelmu kental akan nuansa magis dan laku spiritual. Menariknya  hal tersebut hanya bisa dipelajari oleh orang yang memilki dimensi spiritual. Pada intinya ngelmu berkaitan dengan ajaran mistisisme Jawa yang diperoleh dengan penuh penghayatan batin.

Ngelmu lebih dari sekadar pengetahuan. Ia melibatkan proses batin, laku (perbuatan), dan pengalaman spiritual untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan,  juga menekankan pentingnya kebijaksanaan dan integritas dalam mengamalkan pengetahuan tersebut, ngelmu adalah proses panjang dalam mencari dan menginternalisasi pengetahuan, yang melibatkan laku, olah batin, dan spiritualitas untuk mencapai pemahaman yang lebih utuh dan bijaksana.

Karena panjangnya proses, jadi tak perlu buru-buru dalam menangkap, sruputtt kopi pahitnya dulu…. bullll bullll klepussss

Tags: antara ilmu dan ngelmuilmu dan ngelmumakna ilmu dan ngelmu
Previous Post

Masa Depan Fotografi yang Sesungguhnya Adalah Komputasional, Bukan Optik

Next Post

Mercusuar Willem’s Toren III: Jejak Cahaya Bersejarah di Ujung Barat Indonesia

admin

admin

Next Post
Mercusuar Willem’s Toren III: Jejak Cahaya Bersejarah di Ujung Barat Indonesia

Mercusuar Willem's Toren III: Jejak Cahaya Bersejarah di Ujung Barat Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version