• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Aktualisasi Karya The Beatles untuk Perdamaian di Tengah Konflik Global

Aktualisasi Karya The Beatles untuk Perdamaian di Tengah Konflik Global

October 10, 2025
MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

October 7, 2026
AWAL, Akhirnya Tiba

AWAL, Akhirnya Tiba

October 7, 2026
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 7, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 7, 2026
Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

October 6, 2026
Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

October 5, 2026
Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

October 5, 2026
Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

October 5, 2026
Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

October 5, 2026
Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

October 5, 2026
Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

October 7, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Wednesday, October 7, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Aktualisasi Karya The Beatles untuk Perdamaian di Tengah Konflik Global

by admin
October 10, 2025
in Kolom
0
Aktualisasi Karya The Beatles untuk Perdamaian di Tengah Konflik Global
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Heri Mulyono

Dalam era polarisasi dan konflik yang mengoyak berbagai belahan dunia, pesan perdamaian universal dari The Beatles kembali menemukan relevansinya yang mendesak

Dunia hari ini sedang berdarah-darah. Konflik bersenjata di Timur Tengah, ketegangan geopolitik yang memanas, perpecahan sosial yang melebar, dan polarisasi politik yang mengancam fondasi demokrasi di berbagai negara. Di tengah hiruk-pikuk konflik ini, kita perlu menoleh kembali ke pesan-pesan The Beatles yang ternyata tak pernah kehilangan aktualitasnya.

The Beatles, band legendaris asal Liverpool, meninggalkan warisan yang jauh melampaui melodi dan harmoni yang mereka ciptakan. John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr menanamkan pesan-pesan perdamaian, cinta universal, dan persatuan manusia yang kini terasa semakin mendesak untuk kita dengarkan kembali.

Konteks Lahirnya Pesan Perdamaian

Tahun 1960-an adalah dekade yang penuh gejolak. Perang Vietnam berkecamuk, Perang Dingin menciptakan ketegangan global, gerakan hak sipil berjuang melawan diskriminasi rasial. Di tengah kekacauan inilah The Beatles bertransformasi dari band pop yang menyanyikan lagu cinta remaja menjadi seniman yang berani menyuarakan pesan-pesan sosial dan spiritual yang lebih dalam.

Kemampuan mereka untuk membungkus pesan-pesan kompleks dalam melodi yang mudah diingat dan lirik yang sederhana namun mendalam membuat The Beatles unik. Mereka tidak hanya menghibur—mereka menginspirasi transformasi sosial melalui seni.

“All You Need Is Love” (Yang Kamu Butuhkan Hanyalah Cinta): Manifesto Kesederhanaan yang Revolusioner

Dirilis pada Juni 1967 dalam siaran langsung televisi pertama yang mendunia, lagu ini menjadi lagu kebangsaan (anthem) generasi gerakan tandingan budaya (counterculture—gerakan yang menolak nilai-nilai mainstream). Pesannya sederhana: tidak ada yang tidak bisa kita lakukan atau pelajari, karena yang kita butuhkan hanyalah cinta.

Aktualisasi hari ini: Di era media sosial yang dipenuhi wacana beracun (toxic discourse), budaya pembatalan (cancel culture—praktik memboikot publik figur yang dianggap bermasalah), dan perang informasi digital, pesan ini menjadi lebih relevan dari sebelumnya. Ketika algoritma dirancang untuk memicu kemarahan, lagu ini mengingatkan kita bahwa empati dan pemahaman bisa menjadi fondasi dialog, bahkan dengan mereka yang sangat berbeda pandangan.

“Imagine” (Bayangkan): Visi Dunia Tanpa Sekat

Karya solo John Lennon (1971) ini sering dianggap sebagai puncak filosofi perdamaian The Beatles. Lagu ini mengajak pendengar membayangkan dunia tanpa surga atau neraka yang memisahkan, tanpa negara-negara yang berperang, tanpa agama yang memecah belah, tanpa kepemilikan yang memicu keserakahan. Bayangkan seluruh umat manusia berbagi dunia dalam damai—hidup untuk hari ini, dalam persaudaraan manusia.

Lennon memahami bahwa transformasi dimulai dari imajinasi. Sebelum kita bisa menciptakan dunia yang berbeda, kita harus bisa membayangkannya.

Aktualisasi hari ini: Tantangan global seperti perubahan iklim dan pandemi menunjukkan bahwa masalah terbesar umat manusia tidak mengenal batas negara. Visi Lennon tentang persatuan global bukan lagi sekadar idealisme, tetapi kebutuhan pragmatis untuk kelangsungan hidup spesies kita.

“Come Together” (Mari Bersatu): Persatuan dalam Keberagaman

Lagu pembuka album Abbey Road (1969) ini adalah ajakan untuk bersatu meskipun ada perbedaan. Liriknya yang surealis (penuh makna simbolik) menggambarkan berbagai karakter yang berbeda, namun semua bisa “bersatu.”

Aktualisasi hari ini: Di era politik identitas (identity politics—politik yang berfokus pada kepentingan kelompok identitas tertentu) dan perpecahan ideologis yang tajam, lagu ini mengingatkan kita bahwa persatuan tidak berarti keseragaman (uniformity). Kita bisa bersatu tanpa harus setuju dalam semua hal. Dalam konteks Indonesia dengan keberagaman etnis, agama, dan budaya, lagu ini menawarkan visi yang menyatukan perbedaan sebagai kekuatan, bukan ancaman.

“Let It Be” (Biarkanlah/Terimalah): Menerima dengan Kebijaksanaan

Lagu Paul McCartney (1970) ini menawarkan pesan tentang penerimaan (acceptance) dan kedamaian batin (inner peace) di tengah kekacauan. Pesannya: ketika menemukan diri dalam masa-masa sulit, dalam jam tergelap, akan ada jawaban—biarkanlah. Meskipun mereka mungkin berpisah, masih ada kesempatan—akan ada jawaban.

Ini bukan ajakan untuk pasif, tetapi untuk kebijaksanaan (wisdom)—membedakan antara apa yang bisa kita ubah dan apa yang harus kita terima. Dalam tradisi spiritual Timur, ini adalah konsep ketidakmelekatkan (non-attachment—tidak terikat pada hasil).

Aktualisasi hari ini: Di era epidemi kecemasan (anxiety epidemic), lagu ini mengajarkan bahwa ketenangan pikiran adalah prasyarat untuk tindakan yang efektif. Dalam konteks aktivisme perdamaian, ini mengingatkan kita untuk tidak kelelahan (burnout) dalam perjuangan kita.

“With a Little Help from My Friends” (Dengan Sedikit Bantuan dari Teman-Temanku): Solidaritas dan Komunitas

Dinyanyikan Ringo Starr (1967), lagu ini merayakan kekuatan persahabatan dan dukungan timbal-balik. Pesannya: aku bisa melewati hari dengan sedikit bantuan dari teman-temanku.

Aktualisasi hari ini: Di era individualisme ekstrem dan isolasi sosial, pesan tentang bantuan timbal-balik (*mutual aid*—saling membantu dalam komunitas) menjadi sangat penting. Pandemi COVID-19 menunjukkan pentingnya solidaritas—ketika sistem formal gagal, komunitas lokal yang turun tangan.

“Across the Universe” (Melintasi Alam Semesta): Keterkaitan Kosmik

Lagu George Harrison (1970) ini adalah salah satu yang paling filosofis dan spiritual. Pesan inti: kata-kata mengalir keluar seperti hujan tanpa henti, meluncur melintasi alam semesta. Tidak ada yang akan mengubah duniaku. Refrain “Jai Guru Deva Om” adalah mantra Sanskrit yang berarti “Kemenangan untuk guru yang agung, Om”—sebuah penghormatan spiritual. Om adalah simbol suara universal dalam Hindu dan Buddha.

Aktualisasi hari ini: Dalam era krisis ekologis, pesan tentang keterkaitan (interconnectedness) menjadi ilmiah dan politis. Ketika kita mencemari sungai di satu tempat, dampaknya terasa di tempat lain. Lagu ini mengajak kita mengembangkan “kesadaran ekologis”—kesadaran bahwa kita bagian integral dari sistem yang lebih besar.

“Here Comes the Sun” (Matahari Datang): Harapan Setelah Kegelapan

Ditulis George Harrison (1969), lagu ini adalah ekspresi kegembiraan murni dan kelegaan. Pesannya: matahari datang, dan aku berkata tidak apa-apa. Sudah lama, musim dingin yang panjang dan sepi. Tersenyum yang kembali ke wajah-wajah.

Aktualisasi hari ini: Dalam konteks berbagai krisis—perubahan iklim, konflik bersenjata, ketimpangan ekonomi, kemunduran demokrasi (democratic backsliding)—mudah untuk jatuh ke dalam keputusasaan (despair) dan sinisme (cynicism—sikap tidak percaya pada kebaikan). Lagu ini mengingatkan bahwa sejarah manusia adalah siklus dari kegelapan dan cahaya. Ini bukan optimisme naif, tetapi harapan yang tangguh berdasarkan pemahaman bahwa perubahan adalah mungkin.

“Revolution” (Revolusi): Kritik Konstruktif terhadap Kekerasan

Lagu John Lennon (1968) ini mengekspresikan ambivalensi tentang revolusi politik. Pesannya: kamu bilang kamu ingin revolusi, kita semua ingin mengubah dunia. Tapi ketika kamu bicara tentang penghancuran, jangan harap kau bisa mengandalkanku. Kamu lebih baik membebaskan pikiranmu.

Pesan kunci: kita tidak bisa menciptakan dunia yang lebih baik dengan cara-cara yang mereplikasi kekerasan dan kebencian yang ingin kita hapuskan. Perubahan eksternal harus dimulai dari transformasi internal.

Aktualisasi hari ini: Penelitian menunjukkan bahwa kekerasan sering kontraproduktif (counterproductive—menghasilkan efek sebaliknya). Bahkan dalam konflik yang tampaknya tak terpecahkan, perdamaian akhirnya dicapai melalui dialog dan kompromi, bukan kemenangan militer.

“We Can Work It Out” (Kita Bisa Menyelesaikannya): Kompromi sebagai Kebajikan

Lagu Lennon-McCartney (1965) ini menawarkan pesan pragmatis tentang resolusi konflik. Pesannya: cobalah lihat dari caraku. Lakukan sesuai maumu, risiko yang akan kau ambil adalah kehilangan cintamu. Hidup sangat singkat dan tidak ada waktu untuk berkelahi dan bertengkar. Kita bisa menyelesaikannya.

Aktualisasi hari ini: Dalam era polarisasi politik ekstrem, lagu ini mengingatkan bahwa kompromi (compromise—kesepakatan di mana kedua pihak mengorbankan sebagian keinginan) bukan berarti menyerah pada nilai kita, tetapi mengakui bahwa orang lain juga memiliki kekhawatiran yang sah (legitimate).

Dari Lirik ke Praktik: Mengimplementasikan Filosofi Perdamaian

Yang membuat lagu-lagu The Beatles kuat adalah bagaimana pesan-pesan tersebut bisa diterjemahkan menjadi tindakan konkret:

Di Level Individual:

– Memupuk empati dan mendengarkan secara aktif

– Mempraktikkan kesadaran penuh (mindfulness—kesadaran akan momen saat ini)

– Memilih kata-kata yang membangun jembatan, bukan tembok

– Mempertahankan harapan tanpa jatuh ke dalam penyangkalan

Di Level Komunitas:

– Membangun jaringan bantuan timbal-balik dan dukungan

– Mengorganisir sesi dialog lintas perbedaan

– Menciptakan ruang untuk ekspresi kreatif sebagai alternatif dari kekerasan

– Mendukung inisiatif perdamaian lokal dan program resolusi konflik

Di Level Sosial-Politik:

– Mengadvokasi kebijakan yang mengatasi akar penyebab konflik

– Menantang narasi yang mendehumanisasi “yang lain”

– Mempromosikan pendidikan yang mengajarkan pemikiran kritis (critical thinking) dan empati

– Mendukung kerja sama internasional dalam mengatasi tantangan global

Praktik Kontemporer: Peace-Building dalam Aksi

Di berbagai belahan dunia, individu dan organisasi telah mengembangkan praktik yang mewujudkan filosofi The Beatles:

Program Keadilan Restoratif (Restorative Justice—pendekatan keadilan yang fokus pada penyembuhan): Mempertemukan pelaku dan korban untuk dialog, mencari penyembuhan daripada sekadar hukuman—embodiment dari “We Can Work It Out.”

Inisiatif Dialog Antar-Agama: Program yang mempertemukan orang dari latar belakang agama berbeda adalah aplikasi praktis dari “Imagine”—menghancurkan penghalang sambil menghormati keberagaman.

Pengorganisasian Komunitas: Jaringan bantuan timbal-balik, bisnis koperasi (cooperative businesses—bisnis yang dimiliki dan dikelola bersama), dan gerakan akar rumput (grassroots movements—gerakan dari bawah) yang menekankan solidaritas adalah contoh hidup dari “With a Little Help from My Friends.”

Aktivisme Lingkungan: Gerakan keadilan iklim (climate justice—gerakan yang mengaitkan perubahan iklim dengan keadilan sosial) yang mengakui keterkaitan sistem ekologis dan komunitas manusia mewujudkan kebijaksanaan dari “Across the Universe.”

Kesimpulan: Warisan yang Menuntut Aksi

Pada akhirnya, penghormatan terbesar kepada warisan perdamaian The Beatles bukan dalam apresiasi semata, tetapi dalam komitmen untuk mengaktualisasi visi mereka dalam kehidupan kita sendiri. Mereka menunjukkan bahwa imajinasi adalah langkah pertama menuju transformasi—bahwa sebelum kita bisa menciptakan dunia yang lebih baik, kita harus bisa membayangkannya.

Dalam dunia tahun 2025 yang dilanda konflik, pesan mereka bergema dengan urgensi yang diperbarui:

– Dari “All You Need Is Love”: Memimpin dengan kasih sayang dalam era sinisme adalah tindakan revolusioner

– Dari “Imagine”: Mempertanyakan asumsi dan berani membayangkan alternatif adalah esensial untuk kemajuan

– Dari “Come Together”: Persatuan dalam keberagaman bukan kontradiksi

– Dari “Let It Be”: Menyeimbangkan aksi dengan penerimaan untuk aktivisme berkelanjutan

– Dari “With a Little Help from My Friends”: Transformasi adalah upaya kolektif

– Dari “Across the Universe”: Perspektif kosmik mengingatkan kita pada keterkaitan eksistensi

– Dari “Here Comes the Sun”: Mempertahankan harapan bahkan dalam masa tergelap

– Dari “Revolution”: Terus-menerus memeriksa metode dan motif kita

– Dari “We Can Work It Out”: Mempraktikkan seni dialog dan kompromi

The Beatles tidak memberikan formula simplistik untuk perdamaian dunia. Mereka menawarkan sesuatu yang lebih berharga: kerangka untuk berpikir tentang perdamaian sebagai praktik berkelanjutan, bukan destinasi final; sebagai dialektika antara transformasi personal dan aksi kolektif; sebagai sintesis dari spiritualitas dan politik, seni dan aktivisme.

Yang paling penting, mereka mendemonstrasikan kekuatan harapan. Di era yang sering terasa putus asa, pesan mereka adalah pengingat bahwa perubahan adalah mungkin, bahwa masa depan tidak harus mengulangi masa lalu, bahwa kita memiliki agensi (agency—kemampuan bertindak) untuk membentuk dunia yang kita inginkan.

Maka tantangan untuk kita—sebagai individu, komunitas, dan masyarakat global—adalah untuk mengambil pesan-pesan ini dari apresiasi estetis ke praktik yang hidup. Untuk tidak hanya mendengarkan The Beatles tetapi untuk hidup menurut filosofi mereka. Untuk tidak hanya membayangkan dunia yang lebih baik tetapi untuk aktif bekerja menciptakannya.

Dalam kata-kata yang bergema lintas dekade: Matahari datang. Dan terserah kepada kita semua—diinspirasi oleh The Beatles tetapi berpijak pada realitas zaman kita—untuk memastikan bahwa matahari itu terbit di atas dunia yang lebih damai, lebih adil, dan lebih penuh cinta.

Pesan The Beatles adalah sederhana dan mendalam: Cinta adalah mungkin. Perdamaian adalah mungkin. Persatuan adalah mungkin. Dan realisasi dari kemungkinan-kemungkinan ini dimulai dengan setiap dari kita, dalam pilihan yang kita buat setiap hari—dalam bagaimana kita memperlakukan orang lain, dalam kata-kata yang kita ucapkan, dalam penyebab yang kita perjuangkan, dan dalam dunia yang kita berani bayangkan.

Karena pada akhirnya, seperti yang The Beatles ajarkan: Yang kamu butuhkan hanyalah cinta. Dan dengan cinta sebagai fondasi, semua hal menjadi mungkin. (*)

Tulisan ini terinspirasi setelah mendengarkan musik The Beatles di Waren Cafe Malang. Dimainkan oleh Grup D’BEATBOYS yang beranggotakan musisi Hari Koco (Bassist), Diro (Melody), Wibie (Lead Vocal), Tomo (Keyboard), dan Nick (Drum)

Tags: aktualisasi lagu lagu the beatlesbeatles untuk perdamaianmusik perdamaian the beatlesThe Beatles
Share196Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

October 7, 2026
AWAL, Akhirnya Tiba

AWAL, Akhirnya Tiba

October 7, 2026
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2017 JNews.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2017 JNews.

Go to mobile version