Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Aktivitas Mudik Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Published

on

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto (dok Kemenko Perekonomian)

JAYAKARTA NEWS – Momentum mudik Idulfitri merupakan fenomena ekonomi strategis yang secara konsisten mendorong peningkatan aktivitas ekonomi nasional.

“Setiap pengeluaran pemudik menciptakan efek pengganda yang memberikan dampak berlapis bagi pelaku ekonomi, termasuk UMKM, pedagang, dan sektor jasa transportasi,” ungkap Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto dikutip Minggu (22/3/2026).

Menurut Haryo, peningkatan aktivitas tersebut juga berkontribusi pada kenaikan pendapatan dari sektor perdagangan dan jasa.

“Dengan potensi yang besar tersebut, sinergi kebijakan serta penguatan peran UMKM menjadi kunci untuk mengoptimalkan momentum mudik Lebaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Haryo.

“Meski ada tekanan global akibat konflik Iran dan Israel-AS, fundamental ekonomi kita tetap kuat,” ujar Haryo.

Selain itu, tambah Haryo, Pemerintah juga berkomitmen tidak menaikkan harga BBM saat ini, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Jadi untuk Idulfitri tahun ini diprediksi kita optimis ekonomi bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata Haryo.

Untuk momentum Idulfitri 2026, proyeksi aktivitas ekonomi menunjukkan tren yang optimistis dan diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Karakteristiknya yang massal, terjadwal, serta memiliki efek berganda (multiplier effect) menjadikan mudik sebagai penggerak berbagai sektor riil secara simultan.

Berdasarkan data historis, konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 15 persen – 20 persen dibandingkan bulan normal, seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya kecepatan perputaran uang (velocity of money).

Tingginya Marginal Propensity to Consume (MPC) masyarakat Indonesia pada periode ini turut memperkuat dorongan konsumsi, termasuk peningkatan pendapatan pelaku UMKM daerah hingga 50 persen – 70 persen.

Kajian Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 juga menunjukkan bahwa aktivitas mudik berkontribusi sekitar 1,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara tahunan (yoy).

Kontribusi tersebut terjadi melalui redistribusi aliran uang dari pusat aktivitas ekonomi ke berbagai wilayah, sehingga memperluas dampak ekonomi dan meningkatkan peredaran uang secara lebih merata.

Evaluasi Idulfitri 2025 yang mencatat pergerakan masyarakat mencapai 154,62 juta orang. Pergerakan dan belanja masyarakat di tahun 2026 diharapkan semakin meningkat agar mampu menunjang target pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 5,5 persen – 5,6 persen (yoy).

Optimisme tersebut didukung oleh berbagai kebijakan stimulus, antara lain alokasi stimulus fiskal lebih dari Rp12,8 triliun, penyaluran bantuan sosial sebesar Rp11,92 triliun kepada 5,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjelang Idulfitri, serta diskon tarif transportasi senilai Rp911,16 miliar.

Dengan kontribusi konsumsi rumah tangga yang mencapai sekitar 53 persen – 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), berbagai stimulus tersebut diproyeksikan mampu memberikan dampak positif terhadap kinerja ekonomi nasional. (yog)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement