• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Akademisi UGM Sebut Ketergantungan pada Utang Makin Tinggi, Ruang Fiskal Semakin Sempit

Akademisi UGM Sebut Ketergantungan pada Utang Makin Tinggi, Ruang Fiskal Semakin Sempit

April 15, 2026
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 26, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Akademisi UGM Sebut Ketergantungan pada Utang Makin Tinggi, Ruang Fiskal Semakin Sempit

by Redaksi
April 15, 2026
in Kabar
0
Akademisi UGM Sebut Ketergantungan pada Utang Makin Tinggi, Ruang Fiskal Semakin Sempit
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Sejumlah akademisi dan perwakilan masyarakat sipil mengingatkan bahwa arah kebijakan nasional saat ini dinilai semakin bertumpu pada pertumbuhan ekonomi sebagai tujuan utama, namun tidak diiringi dengan peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat.

Ketergantungan pada utang dan maraknya program populis disebut sebagai konsekuensi dari pendekatan tersebut, sementara peran militer dan kepolisian dalam ranah sipil dinilai kian meluas.

Pandangan ini mengemuka dalam Forum Intelektual Antardisiplin yang diselenggarakan di Gedung IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Senin (13/4).

Forum ini mempertemukan puluhan intelektual dari berbagai disiplin ilmu untuk merespons dinamika ekonomi, sosial, dan politik yang berkembang.

Berlaku sebagai koordinator panel adalah Media Wahyudi Askar (Universitas Gajah Mada), Teddy Prasetyono (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Bhima Yudhistira dan Nailul Huda dari CELIOS, Hilmar Farid (Institut Kesenian Jakarta), Premana Premadi (Institut Teknologi Bandung) dan Usman Hamid (Amnesty Internasional).

Diskusi yang terbagi dalam tujuh panel—kesehatan, ekonomi, energi dan sumber daya alam, pangan, politik, sosial dan kebudayaan, pendidikan tinggi, serta hukum—menggambarkan satu benang merah: kebijakan publik dinilai semakin menjauh dari amanat konstitusi yang menempatkan kemakmuran rakyat sebagai tujuan utama.

Tekanan Fiskal Negara Jadi Perhatian Utama

Dari sisi ekonomi, tekanan terhadap fiskal negara menjadi perhatian utama. Media Wahyudi Askar dari Universitas Gadjah Mada menyebut bahwa orientasi kebijakan yang terlalu menekankan pada pertumbuhan ekonomi telah mendorong negara untuk mengandalkan pembiayaan berbasis utang.

“Indonesia saat ini beroperasi sebagai debt-driven state. Ketergantungan terhadap utang semakin tinggi, sementara ruang fiskal semakin sempit,” ujarnya, dilansir keterangan pers Forum Intelektual Antardisiplin

Menurut dia, kondisi ini tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan pilihan kebijakan yang berupaya menjaga laju pertumbuhan dalam jangka pendek, tanpa memperhitungkan risiko jangka panjang. Dalam situasi tersebut, program-program yang membutuhkan pembiayaan besar tetap dijalankan, meskipun efektivitasnya belum teruji.

Ia mengingatkan bahwa sebelum tekanan global seperti konflik geopolitik sekalipun, ekonomi Indonesia sudah menghadapi sejumlah kerentanan, termasuk tekanan terhadap kemampuan pembayaran utang dan potensi arus keluar modal.

“Dalam jangka pendek, risiko terhadap kemampuan bayar utang dan capital outflow perlu diantisipasi. Ini bukan situasi yang bisa dihadapi dengan pendekatan biasa,” kata Media.

Kondisi tersebut diperburuk oleh kekhawatiran terhadap kredibilitas data ekonomi. Menurut Media, kepercayaan investor sangat bergantung pada transparansi dan validitas data yang disampaikan pemerintah.

“Sikap wait and see dari investor luar negeri menunjukkan adanya kehati-hatian. Ini harus dijawab dengan kebijakan yang kredibel, bukan sekadar narasi pertumbuhan,” ujarnya.

Dalam konteks itu, forum menilai bahwa kebijakan populis menjadi bagian dari konsekuensi pendekatan yang terlalu berorientasi pada pertumbuhan. Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, dinilai belum memiliki fondasi sistemik yang kuat.

Program MBG Jadi Sorotan

Teddy Prasetyono dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menilai bahwa program tersebut perlu ditinjau ulang secara menyeluruh.

“Perlu evaluasi terhadap efektivitas dan ketepatan sasaran program MBG. Intervensi seharusnya difokuskan pada kelompok prioritas seperti ibu hamil, bayi dan balita dalam 1.000 hari pertama kehidupan serta anak prasekolah hingga usia SD untuk manusia Indonesia yang unggul,” ujarnya.

Menurut dia, tanpa integrasi dengan sistem kesehatan, pendidikan, dan pangan lokal, program tersebut berisiko tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam kondisi fiskal yang terbatas, efektivitas program menjadi kunci.

Kebijakan Pangan

Kritik terhadap pendekatan populis juga muncul dari panel pangan. Nailul Huda dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai bahwa kebijakan pangan masih belum menyentuh persoalan struktural.

Ia menekankan pentingnya reformasi kelembagaan pangan serta penguatan ketahanan pangan berbasis daerah. Menurut dia, pendekatan yang terlalu terpusat justru melemahkan kapasitas daerah dalam mengelola sumber daya.

“Penguatan ketahanan pangan harus berbasis daerah, bukan sekadar program dari pusat. Tanpa itu, kita hanya memindahkan masalah,” kata Nailul.

Forum juga menyoroti kecenderungan meningkatnya keterlibatan militer dan kepolisian dalam berbagai sektor sipil, termasuk pangan dan pengelolaan program pemerintah. Hal ini dinilai sebagai gejala yang perlu diwaspadai karena berpotensi mengaburkan batas antara fungsi sipil dan militer.

Dalam diskusi panel energi dan sumber daya alam, Bhima Yudhistira dari CELIOS mengingatkan bahwa pendekatan keamanan sering kali digunakan dalam menangani persoalan ekonomi dan sumber daya.

Ketika terjadi konflik, pendekatan yang diambil sering kali melalui jalur hukum dan kriminalisasi warga. “Padahal, seharusnya ada ruang penyelesaian non-litigasi,” ujarnya.

Menurut dia, kecenderungan tersebut tidak hanya mempersempit ruang dialog, tetapi juga berpotensi memperburuk konflik di tingkat lokal. Ia juga menyoroti praktik perampasan lahan yang semakin kompleks, termasuk melalui skema ekonomi baru seperti bursa karbon.

Dalam pandangan forum, meluasnya peran aparat dalam urusan sipil berkaitan dengan model pembangunan yang terlalu terpusat dan tidak partisipatif. Ketika kebijakan dirumuskan secara top-down, ruang bagi masyarakat untuk terlibat menjadi terbatas, dan pendekatan keamanan menjadi pilihan yang dianggap paling cepat.

Meritokrasi Hilang, Akuntabilitas Lemah

Dari perspektif politik dan kebudayaan, Hilmar Farid dari Institut Kesenian Jakarta menilai bahwa kondisi tersebut mencerminkan persoalan yang lebih mendasar dalam tata kelola pemerintahan.

“Hilangnya meritokrasi dan melemahnya akuntabilitas publik menjadi akar masalah. Ini yang kemudian memengaruhi arah kebijakan di berbagai sektor,” ujarnya.

Ia menilai bahwa tanpa perbaikan dalam sistem politik, kebijakan ekonomi akan terus didorong oleh kepentingan jangka pendek dan tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Hal serupa disampaikan oleh Usman Hamid dari Amnesty International. Ia menekankan pentingnya mengembalikan prinsip-prinsip konstitusi dalam penyelenggaraan negara, termasuk dalam perumusan kebijakan ekonomi.

“Konstitusi mengamanatkan pemisahan kekuasaan dan sistem checks and balances. Ketika prinsip ini tidak berjalan, kebijakan berisiko menyimpang dari kepentingan publik,” ujarnya.

Menurut dia, penguatan daulat sipil menjadi penting untuk memastikan bahwa kebijakan tidak didominasi oleh pendekatan kekuasaan semata.

Sementara itu, dari sektor pendidikan tinggi, Premana Premadi dari Institut Teknologi Bandung menekankan peran perguruan tinggi dalam menjaga arah kebijakan tetap berpijak pada kepentingan publik.

“Kampus harus menjadi penyeimbang kekuasaan negara. Tanpa itu, ruang kritik akan semakin sempit,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga integritas dalam dunia akademik, termasuk dengan tidak berkompromi terhadap praktik-praktik yang merusak kepercayaan publik.

Secara keseluruhan, Forum Intelektual Antardisiplin menilai bahwa berbagai persoalan yang muncul saat ini—mulai dari ketergantungan pada utang, maraknya program populis, hingga meluasnya peran aparat dalam sektor sipil—merupakan gejala dari arah kebijakan yang belum berpijak pada tujuan utama pembangunan.

Pertumbuhan ekonomi, dalam pandangan forum, tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan. Tanpa kualitas pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan, angka-angka tersebut tidak akan mencerminkan kondisi nyata masyarakat.

Forum mengingatkan bahwa amanat konstitusi menempatkan kemakmuran rakyat sebagai tujuan utama pembangunan. Oleh karena itu, kebijakan publik perlu diarahkan kembali pada upaya memperkuat kesejahteraan, bukan sekadar menjaga laju pertumbuhan.

Dalam situasi fiskal yang terbatas, pilihan kebijakan menjadi semakin penting. Program yang dijalankan harus memiliki dasar yang kuat, tepat sasaran, dan terintegrasi dengan sistem yang ada. Di saat yang sama, transparansi dan akuntabilitas perlu diperkuat untuk menjaga kepercayaan publik.

Forum juga menekankan pentingnya membuka ruang dialog yang lebih luas antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil. Tanpa keterlibatan berbagai pihak, kebijakan yang dihasilkan berisiko tidak mencerminkan kebutuhan riil masyarakat.

Dengan demikian, arah pembangunan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada upaya mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. (*/di)

Tags: Forum Intelektual Antardisiplinjayakartanews
Share196Tweet123
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version