JAYAKARTA NEWS— Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta bersama Universitas Binawan membuka Pelatihan dan Sertifikasi Teknis Welder serta Pelatihan dan Sertifikasi Bahasa Korea Program SMK Go Global.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) agar siap bersaing di pasar kerja internasional, sekaligus memahami prosedur penempatan dan pelindungan sebelum bekerja ke luar negeri.
Chief Operating Officer Universitas Binawan, Danu Samsi Purnomosidhi dalam sambutannya mengatakan, 80 peserta telah dinyatakan lulus seleksi dan diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Dari 80 peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi, saya berharap seluruhnya dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, khususnya dalam mempelajari bahasa Korea. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan menyerap ilmu dari para instruktur, serta selalu mematuhi prosedur keselamatan kerja selama pelatihan yang berlangsung pada 2–16 November 2026,” ujarnya, dilansir Humas BP3MI DKI Jakarta.
Kepala BP3MI DKI Jakarta, Arman Muis yang membuka kegiatan ini dalam sambutannya menegaskan komitmen Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dalam mempersiapkan CPMI yang kompeten, terampil, dan terlindungi agar dapat bekerja di luar negeri secara aman dan sesuai prosedur.
“Melalui Program SMK Go Global, kami berkomitmen mempersiapkan Calon Pekerja Migran Indonesia agar memiliki kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan di pasar kerja internasional.”
“Saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin dan penuh semangat, meningkatkan keterampilan teknis serta kemampuan bahasa, dan menjaga etos kerja agar dapat bersaing di dunia kerja internasional serta membawa nama baik bangsa Indonesia,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi PT Binawan Inti Utama yang mendukung dan berkolaborasi dalam pelaksanaan pelatihan serta pembukaan peluang kerja bagi para peserta. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pihak swasta menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas calon Pekerja Migran Indonesia.
Dalam acara tersebut, Rahalim Purba, Pengantar Kerja Ahli Madya dari Direktorat Penempatan Nonpemerintah pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum KP2MI memaparkan tentang Pra-Penempatan Pekerja Migran Indonesia yang mencakup pengertian dasar Pekerja Migran Indonesia, pentingnya pelatihan sebelum bekerja ke luar negeri, keuntungan dan tantangan bekerja di luar negeri, persyaratan umum dan dokumen wajib, skema penempatan, Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), serta biaya penempatan.
Peserta juga memperoleh informasi mengenai Kredit Usaha Rakyat Pekerja Migran Indonesia (KUR Pekerja Migran Indonesia) yang disampaikan oleh Menner Zaglusyah Noviyanto selaku Senior Officer Business Alliance, perwakilan Bank Mandiri Micro Region IV.
Materi ini menjelaskan fasilitas pembiayaan yang disediakan pemerintah bagi calon Pekerja Migran Indonesia atau peserta pemagangan untuk mendukung kebutuhan persiapan keberangkatan ke luar negeri.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pembiayaan yang aman dan sesuai ketentuan sehingga peserta terhindar dari jeratan rentenir, calo, maupun pinjaman ilegal. (*/di)







































