JAYAKARTA NEWS— Perum Bulog mulai menyalurkan persediaan beras premium milik pemerintah ke pasar sebagai upaya mengatasi kelangkaan beras yang terjadi di sejumlah jaringan ritel modern.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa Bulog telah mengundang dan mengumpulkan 12 perusahaan ritel besar di Indonesia. Pertemuan tersebut dilakukan untuk mendorong penyerapan beras premium yang saat ini tersedia di Bulog.
Dalam tahap awal, Bulog menyiapkan sebanyak 75.000 ton beras premium untuk disalurkan melalui ritel modern maupun pasar dalam beberapa waktu mendatang.
“Jadi kemarin, hari Jumat sore, kami sudah mengumpulkan 12 ritel besar di Indonesia untuk menyerap 75.000 ton beras premium produk Bulog. Saat ini proses pendistribusiannya sedang berjalan,” ujar Rizal kepada wartawan, Senin (7/9/2026).
Rizal menjelaskan bahwa penyaluran stok tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi agar Bulog segera melakukan operasi pasar guna menjaga ketersediaan beras di masyarakat.
Setelah menerima perintah dari Menteri Dalam Negeri pada Jumat, jajaran Bulog di seluruh Indonesia langsung bergerak. Mulai Sabtu pagi, petugas Bulog di berbagai daerah diterjunkan untuk menyalurkan stok beras yang tersedia.
“Begitu kami mendapatkan perintah dari Pak Mendagri pada hari Jumat, sejak Sabtu pagi kami bersama teman-teman Bulog di seluruh tanah air langsung turun ke lapangan untuk melaksanakan operasi pasar,” katanya.
Sementara itu, proses distribusi 75.000 ton beras premium menuju jaringan ritel masih berlangsung. Bulog menargetkan stok tersebut dapat segera tersedia di berbagai ritel modern dalam beberapa pekan ke depan.
“Harapannya dalam minggu-minggu ini seluruhnya sudah masuk ke ritel modern, termasuk ke pasar-pasar SP2KP kalau ada,” tutur Rizal. (*/di)