• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Zohran Mamdani: Walikota Muslim Pertama New York dan Gempa Politik di Amerika

Zohran Mamdani: Walikota Muslim Pertama New York dan Gempa Politik di Amerika

November 11, 2025
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

October 20, 2026
Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

October 20, 2026
Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

October 19, 2026
Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

October 19, 2026
LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

October 19, 2026
Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

October 19, 2026
Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

October 18, 2026
Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

October 18, 2026
Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

October 18, 2026
Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

October 18, 2026
Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

October 18, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 20, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Zohran Mamdani: Walikota Muslim Pertama New York dan Gempa Politik di Amerika

by admin
November 11, 2025
in Kabar
0
Zohran Mamdani: Walikota Muslim Pertama New York dan Gempa Politik di Amerika
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Heri Mulyono

Pada Selasa malam, 4 November 2025, New York City—kota terbesar dan paling berpengaruh di Amerika Serikat—menyaksikan momen bersejarah. Zohran Mamdani, seorang sosialis demokrat berusia 34 tahun yang kampanyenya berfokus pada isu-isu kelas pekerja, memenangkan pemilihan walikota dengan mengalahkan mantan Gubernur New York Andrew Cuomo untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya mengalahkannya dalam pemilihan pendahuluan Demokrat pada Juni.

Mamdani akan menjadi walikota termuda New York dalam lebih dari satu abad, sekaligus menjadi Muslim pertama dan orang keturunan Asia Selatan pertama—serta orang pertama yang lahir di Afrika—yang memimpin kota berpenduduk lebih dari 8,4 juta jiwa ini. Kemenangannya bukan sekadar pencapaian personal, melainkan sebuah fenomena politik yang mencerminkan pergeseran fundamental dalam lanskap politik Amerika.

Siapa Zohran Mamdani?

Lahir di Kampala, Uganda, pada 18 Oktober 1991, Mamdani adalah putra akademisi Mahmood Mamdani dan pembuat film Mira Nair. Keluarganya pindah ke Cape Town, Afrika Selatan, ketika ia berusia lima tahun, kemudian ke Amerika Serikat saat ia berusia tujuh tahun, menetap di New York City. Perjalanan hidupnya sebagai imigran ini kemudian menjadi bagian integral dari narasi politiknya.

Mamdani lulus dari Bronx High School of Science dan meraih gelar sarjana dengan jurusan studi Afrika dari Bowdoin College, Maine, pada 2014. Setelah bekerja sebagai konselor perumahan dan musisi, Mamdani memasuki politik lokal New York City. Sejak 2021, ia telah menjabat sebagai anggota Majelis Negara Bagian New York dari distrik ke-36, mewakili lingkungan Astoria di Queens.

Namun latar belakang yang paling menarik perhatian adalah aktivisme politiknya sejak masa kuliah. Mamdani telah lama mendukung gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) terhadap Israel, sejak masa kuliahnya sebagai salah satu pendiri cabang Students for Justice in Palestine di Bowdoin College. Pada 2014, ia menulis artikel di koran mahasiswa yang menyerukan Bowdoin untuk bergabung dengan gerakan BDS, dengan tujuan memberikan tekanan pada institusi Israel untuk mengakhiri pendudukan yang menindas dan kebijakan rasis.

Kampanye yang Mengubah Permainan

Ketika Mamdani mengumumkan pencalonannya sebagai walikota pada Oktober 2024, ia hampir tidak dikenal di luar distrik kecilnya di Queens. Perjalanannya dari anggota majelis negara bagian yang relatif tidak dikenal menjadi walikota terpilih menandai pendakian yang luar biasa. Kampanyenya dibangun di atas satu tema sentral yang resonan dengan jutaan penduduk New York: keterjangkauan hidup.

Mamdani berjanji untuk membekukan sewa untuk unit yang distabilkan sewanya, menyediakan layanan bus gratis, membuka toko kelontong milik kota di setiap borough, membangun 200.000 unit perumahan terjangkau, dan menyediakan perawatan anak gratis universal. Untuk membiayai proposal-proposalnya, Mamdani mengatakan akan menaikkan pajak untuk korporasi dan orang-orang berpenghasilan tertinggi sebesar 2 persen.

Kampanyenya menonjol karena pendekatan yang sangat personal dan savvy di media sosial. Dalam salah satu video viral, dengan mulut penuh nasi dan daging halal, Mamdani menjelaskan bagaimana sistem izin yang rumit di kota turut menyebabkan mahalnya harga makanan jalanan yang seharusnya murah.

Platform populisnya menarik koalisi yang beragam: pemilih muda, kaum progresif, pemilih pertama kali, dan komunitas Asia Selatan serta Muslim. Pencalonannya mendapat dukungan antusias dari tokoh-tokoh progresif seperti Senator Bernie Sanders dan anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez, serta akhirnya mendapat endorsement dari beberapa Demokrat top termasuk Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries dan Gubernur Kathy Hochul.

Pertarungan Melawan Dinasti Politik

Dalam pidato kemenangannya setelah mengalahkan Cuomo, Mamdani mengklaim mandat yang luas dan menempatkan dirinya dalam oposisi langsung terhadap Presiden Donald Trump, yang memberikan endorsement menit-menit terakhir terhadap Cuomo. “Dalam momen kegelapan politik ini, New York akan menjadi cahaya,” kata Mamdani.

Cuomo sendiri tidak menghindar dari pernyataan tajam, menyebut pemilihan ini sebagai “perang sipil dalam Partai Demokrat yang telah mengental sejak lama” antara “kiri radikal ekstrem yang dijalankan kaum sosialis” dan apa yang disebutnya sebagai “Demokrat moderat”.

Hasil exit polling NBC News menunjukkan perpecahan mendalam di antara pemilih. Pemilih Yahudi lebih memilih Cuomo dengan selisih 29 poin, 60% berbanding 31%. Namun, pemilih muda yang kemungkinan besar mendukung Mamdani dikreditkan mendorong rekor tingkat partisipasi pemilih awal. Lebih dari dua juta suara dilemparkan—kali pertama sejak 1969, menurut Dewan Pemilihan Kota New York.

Kebijakan Israel-Palestina: Episentrum Kontroversi

Tidak ada aspek dari kampanye Mamdani yang lebih kontroversial dan lebih menentukan daripada posisinya terhadap Israel dan Palestina. Dalam kota yang memiliki populasi Yahudi terbesar di luar Israel, sikap Mamdani menjadi isu yang membelah.

Sebagai pendukung gigih hak-hak Palestina, Mamdani telah menuduh Israel melakukan genosida di Gaza, mendukung gerakan boikot barang-barang Israel, dan berjanji akan menangkap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu jika ia menginjakkan kaki di New York. Mamdani dengan bangga mengidentifikasi diri sebagai “anti-Zionis.” Meskipun ia mengatakan mendukung hak Israel untuk eksis, ia menggambarkan bahwa negara atau hierarki sosial apa pun yang mengutamakan orang Yahudi di atas yang lain tidak kompatibel dengan keyakinannya pada kesetaraan universal.

Pernyataan pertama Mamdani tentang serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 menyatakan berkabung atas “ratusan orang yang tewas di Israel dan Palestina dalam 36 jam terakhir.” Pernyataan itu tidak mengutuk Hamas atau serangan tersebut secara spesifik, tetapi menambahkan bahwa “deklarasi perang” Perdana Menteri Netanyahu “pasti akan mengakibatkan lebih banyak kekerasan dan penderitaan… Jalan menuju perdamaian yang adil dan langgeng hanya dapat dimulai dengan mengakhiri pendudukan dan membongkar apartheid”.

Sejak itu, Mamdani secara konsisten menyebut tindakan Israel di Gaza sebagai “genosida” dan mengatakan Amerika Serikat, melalui dukungannya terhadap Israel, “mensubsidi genosida.” Israel dengan tegas membantah tuduhan genosida. Ketika ditanya pada April 2025 bagaimana ia sampai pada kesimpulan itu begitu cepat setelah 7 Oktober, Mamdani menjelaskan: “Genosida bukan hanya kejahatan tindakan, tetapi juga kejahatan niat. Dan yang membawa saya membuat pernyataan itu adalah ketakutan berdasarkan pernyataan yang kami terima dari sejumlah pemimpin Israel yang menyifatkan orang Palestina dengan bahasa yang lebih cocok untuk hewan daripada manusia”.

Mamdani telah menolak untuk mengutuk istilah “Globalize the intifada”—sebuah frasa yang digunakan banyak orang dalam gerakan pro-Palestina yang dilihat banyak orang Yahudi sebagai seruan untuk kekerasan antisemitik. Pada Juni 2025, ketika ditanya tentang frasa tersebut, Mamdani mengatakan, “peran walikota bukan untuk mengawasi bahasa”. Setelah mendapat kritik tajam, Mamdani kemudian secara pribadi dan publik mengatakan ia akan “mengecilkan hati” penggunaan istilah tersebut.

Dalam perdebatan terakhir kandidat, ketika ditanya tentang Israel, Mamdani menyatakan: “Saya tidak akan mengakui hak negara mana pun untuk eksis dengan sistem hierarki berdasarkan ras atau agama. Kesetaraan harus diabadikan di setiap negara di dunia. Itu keyakinan saya”.

Namun, Mamdani telah berulang kali mengatakan bahwa serangan 7 Oktober adalah “kejahatan perang yang mengerikan” dan mengutuk reli yang merayakan serangan tersebut, dengan jelas mengutuk pembunuhan warga sipil.

Dampak pada Peta Politik Amerika

Kemenangan Mamdani memiliki implikasi yang jauh melampaui batas-batas kota New York. Ini adalah momen yang menandai kemungkinan pergeseran tektonik dalam politik Demokrat.

Beberapa minggu sebelum kekalahan mengejutkannya di primaries Demokrat, Andrew Cuomo mengemukakan kalkulasi politik yang telah lama diterima sebagai fakta di New York: “Menjadi Demokrat, itu identik dengan mendukung Israel”. Kemenangan Mamdani menghancurkan konvensi itu.

Perlombaan ini telah mengambil dimensi sebagai barometer masa depan politik Demokrat, dengan Cuomo mewakili establishment yang didominasi donor kaya dari masa lalu dan Mamdani, seorang sosialis demokrat yang terang-terangan, mewakili kemungkinan jalan ke depan bagi partai.

Jajak pendapat baru dari kelompok riset progresif menunjukkan bahwa advokasi Mamdani untuk Palestina adalah faktor motivasi bagi sebagian besar warga New York yang memilih dia dalam primaries. Isu ketiga yang paling memotivasi adalah “dukungannya terhadap hak-hak Palestina,” yang mendorong 62% pemilihnya. Warga New York yang tidak pernah memilih sebelumnya—lonjakan puluhan ribu orang—terutama termotivasi oleh keyakinan pro-Palestina Mamdani, dengan 83% mengatakan hal itu mendorong mereka ke bilik suara.

Jajak pendapat yang ditugaskan oleh IMEU Policy Project, sebuah organisasi nirlaba advokasi pro-Palestina, menemukan bahwa 78% setuju bahwa Israel melakukan genosida di Gaza, 79% mendukung pembatasan pengiriman senjata ke Israel, dan 63% mengatakan Netanyahu harus ditangkap jika ia mengunjungi New York.

Perang genosida Israel terhadap Gaza selama dua tahun terakhir tidak tetap menjadi isu kebijakan luar negeri yang terbatas di Washington. Itu mengubah kesadaran politik di seluruh Amerika Serikat, khususnya di antara orang Amerika yang lebih muda dan komunitas kelas pekerja multiras yang terkonsentrasi di kota-kota seperti New York.

Jajak pendapat selama periode 2024-2025 secara konsisten mendokumentasikan pergeseran generasi: orang Amerika di bawah 35 tahun lebih cenderung mengungkapkan simpati untuk Palestina daripada untuk pemerintah Israel, dan lebih cenderung menentang bantuan militer AS ke Israel. Tren ini paling kuat di kota-kota besar, dan sangat kuat di New York.

Reaksi Internasional

Kemenangan Mamdani juga menarik perhatian internasional yang intens, terutama dari Israel.

Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel Itamar Ben Gvir menyatakan: “Pemilihan Zohran Mamdani sebagai walikota New York akan dikenang selamanya sebagai momen ketika antisemitisme menang atas akal sehat,” menyebutnya sebagai “pendukung Hamas, pembenci Israel dan antisemit yang terang-terangan,” sambil mengecam “klaim palsunya bahwa kami ‘melakukan genosida di Gaza'”.

Namun, tidak semua suara dari Israel negatif. Seorang anggota parlemen Arab Israel dari faksi kiri Yahudi-Arab Hadash menyatakan: “Saya melihat pemilihan ini sebagai tanda yang menggembirakan: Jika perubahan seperti itu mungkin di New York bahkan setelah 9/11 dan teori ‘Benturan Peradaban’, itu juga mungkin di sini, antara Palestina dan Israel. Hanya melalui kemitraan Yahudi-Arab kita dapat mencapai keadilan, perdamaian, dan kesetaraan sejati untuk semua orang”.

Tantangan di Depan

Meski kemenangannya historis, Mamdani menghadapi tantangan berat dalam mewujudkan visi ambisiusnya. Untuk membiayai program-programnya, ia membutuhkan dukungan tidak hanya dari Pemerintah Kota New York tetapi juga dari legislatif negara bagian.

Setelah kemenangannya di primaries Demokrat, ia berjanji untuk “memahami perspektif mereka yang tidak saya setujui dan bergulat dalam-dalam dengan ketidaksepakatan tersebut.” Selama Rosh Hashanah, Mamdani menghadiri kebaktian di Kolot Chayeinu, salah satu sinagoga paling progresif di Brooklyn. Untuk Yom Kippur, hari paling suci dalam kalender Yahudi, Mamdani menghadiri kebaktian di Lab Shul, sebuah jemaat Yahudi non-denominasi. Dia telah bertemu dengan pemimpin Hasidic dan berjanji akan menjaga perlindungan polisi untuk parade tahunan kota yang menghormati Israel.

Mamdani juga mendapat kritik keras atas pernyataan masa lalunya mengenai NYPD. Dia sebelumnya menyerukan pembubaran Grup Respons Strategis, yang merupakan unit yang sama yang merespons penembakan kantor Midtown pada Juli 2025. Selama perlombaan walikota 2025, ia mengatakan akan bekerja dengan polisi daripada mendefundnya, menekankan pentingnya mereka dalam menangani kejahatan kekerasan. Pada Oktober 2025, Mamdani meminta maaf karena menggambarkan NYPD sebagai rasis.

Kesimpulan: Era Baru Politik New York

Pada konferensi pers pertamanya sebagai walikota terpilih New York City di Queens pada hari Rabu, Mamdani memperkenalkan lima wanita yang akan memimpin tim transisinya saat ia bersiap menjabat. Dia akan menjadi walikota termuda New York dalam lebih dari satu abad ketika dilantik pada 1 Januari 2026.

Dalam pidato kemenangannya di Brooklyn pada Selasa malam, Mamdani menyatakan: “Kebijaksanaan konvensional akan mengatakan bahwa saya jauh dari kandidat yang sempurna. Saya muda, meskipun upaya terbaik saya untuk menjadi lebih tua. Saya Muslim. Saya sosialis demokrat. Dan yang paling merugikan dari semuanya, saya menolak meminta maaf atas semua ini”.

Kemenangan Zohran Mamdani bukan hanya tentang satu pria atau satu kota. Ini adalah cerminan dari pergeseran generasi dalam nilai-nilai politik Amerika, terutama di antara pemilih muda yang semakin menolak kebijakan luar negeri establishment terhadap Israel-Palestina dan menuntut keadilan ekonomi di dalam negeri.

Dalam pidato kemenangannya, Mamdani menyatakan: “New York, malam ini kamu telah memberikan mandat untuk perubahan, mandat untuk jenis politik baru, mandat untuk kota yang mampu kita bayar.” Dia juga menegaskan: “New York akan tetap menjadi kota imigran, kota yang diberdayakan oleh imigran, dan mulai malam ini, dipimpin oleh seorang imigran”.

Apakah Mamdani akan berhasil mewujudkan visi progresifnya di tengah realitas politik dan keuangan New York yang kompleks masih harus dilihat. Namun yang pasti, kemenangannya telah mengubah percakapan tentang apa yang mungkin dalam politik Amerika, dan telah membuka jalan bagi generasi baru pemimpin yang menolak untuk diam tentang isu-isu yang penting bagi konstituen mereka—tidak peduli seberapa kontroversialnya. (*)

Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

October 20, 2026
Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

October 20, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version