• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Belajar Pembangunan Ekonomi Daerah di Belanda

Belajar Pembangunan Ekonomi Daerah di Belanda

admin by admin
November 8, 2023
in Kolom
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Said Achmad Kabiru Rafiie, SE, MBA

BELANDA merupakan negara maju yang memiliki pendapatan perkapaita 43.000 USD 2021. Kegiatan perekonomian utama di Belanda adalah sektor pertanian dan daerahnya dikelilingi oleh air dan berada dibawah permukaan laut sehingga kemampua adaptasi negeri Belanda dalam mengatasi masalah banjir dengan membendung laut dan membuat kanal merupakan salah satu sistem yang layak untuk dipelajari memingat banyaknya musibah banjir yang melanda daerah di Indonesia.

Saya berkesempatan untuk mengikuti pendidikan singkat pembangunan daerah, selama 17 hari di Kota The Hague, Belanda dengan beasiswa penuh dari pemerintah Belanda. Kota the Hague merupakan kota bersejarah dalam sejarah Indonesia, karena tempat ini diselenggarakannya KMB (Konferensi Meja Bundar) yang bertujuan untuk menyetujui perpindahan kekuasaan dari pemerintah Belanda ke Pemerintah Indonesia pada tahun 1949.

Kegiatan pendidikan ini diikuti oleh 15 peserta dari perwakilan 11 negara, antara lain Timur Tengah, Afrika. Amerika Latin dan Asia yaitu Arab Saudi, Maroko, Jordania, Afrika Selatan, Rwanda, Nigeria, Somalia, Mozambique, Lebanon, Meksiko, dan saya mewakili Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan praktis dan studi kasus pembangunan daerah di Negara Belanda dan dari berbagai belahan dunia dengan menghadirkan pembicara ahli dan praktisi dari Lembaga international yang fokus pada pembangunan daerah, serta berkunjung ke pusat pemerintah kota Westland dan The Hague untuk mendengar langsung perencanaan, pelaksanaan dan monitoring dari pembangunan daerah di Belanda.

Saya juga berkesempatan untuk berkunjung ke beberapa kota di Belanda, seperti Delft, Amsterdam, Utrecht dan kota Rotterdam untuk melihat tata perencanaan kota dan penyusunan blue print kota di Belanda, pelaksanaan smart city serta citizen participation.

Selain itu, saya berkesempatan untuk melihat greenhouse dan juga start up technology yang merupakan salah satu fokus pembangunan di Belanda terutama sektor pertanian yang menerapkan teknologi tinggi sehingga menjadikan Belanda sebagai negara pengeskpor produk pertanian terbesar kedua setelah Amerika Serikat.

Banyak hal yang saya pelajari dari pembagunan daerah di Belanda terutama peran pemerintah yang menyediakan jaminan sosial kepada penganguran yang belum bekerja hingga mendapatkan pekerjaan, artinya jika ada yang mengangur anda menjadi tanggungan negara hingga anda mendapatkan pekerjaan. Selain itu daerah yang tinggi pengangurannya akan mendapatkan dana pemerintah pusat yang lebih besar untuk dana jaminan sosial. Selain itu, peran swasta sebagai pengerak ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja dan produk sangat penting, juga termasuk peran wirausahawan.

Diberbagai daerah pemerintah Belanda membangun innovation quarter yang merupakan pusat terintergrasi pengembangan wirausaha di Belanda. Selain pemerintah dan sektor swasta, peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Civic Society ikut serta mendorong dan mengadvokasi kepetingan masyarakat untuk membangun daerah yang berkelanjutan.

Dalam kegiatan belajar ini sangat bermanfaat karena saya dapat sekaligus mempromosikan produk UMKM Indonesia dan Aceh seperti Batik, Tas Aceh dan Kopi Aceh serta produk-produk UMKM lainya kepada para peserta dari 11 negara itu dan pemateri dari Belanda.

Kedepannya, saya akan segera menulis dan menerbitkan buku tentang Pembangunan Ekonomi Daerah yang merupakan sebuah gagasan dan praktis yang nantinya akan diterbitkan pada awal tahun 2024 akan datang. Tentunya buku ini akan bermanfaat bagi pihak-pihak yang terlibat dalam proses Pembangunan Ekonomi Daerah serta menjadi pratisi dalam mendorong pembangunan daerah yang inclusive dan berkelanjutan (Sustainable)
di Indonesia.

***Said Achmad Kabiru Rafiie SE, MBA, Direktur LSM Center for Aceh and Social Studies & Dosen Univeristas Teuku Umar, Meulaboh

Tags: said achmad kabiru rafiie
Previous Post

Perkuat Sinergitas, bank bjb Tandatangani PKS dengan TNI AL

Next Post

‘Sijjin’ Diadaptasi dari Horor Turki

admin

admin

Next Post
‘Sijjin’ Diadaptasi dari Horor Turki

'Sijjin' Diadaptasi dari Horor Turki

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version