Jayakarta News
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Gangubai Kathlawadi – ‘Mawar Hitam’ dari Mumbai yang Mengadvokasi Hak Pelacur

Gangubai Kathlawadi – ‘Mawar Hitam’ dari Mumbai yang Mengadvokasi Hak Pelacur

admin by admin
June 6, 2022
in Entertainment, Review Film
0

JAYAKARTA NEWS – Pelacur adalah pekerjaan tertua di dunia. Makin diberantas rumah bordil dan makin dilenyapkan profesi pelacur, permintaan agar dibuka lagi makin deras mengalir.

Gangga alias Gangu (Alia Bhatt), pelacur asal Gujarat yang dijuluki ‘Mawar Hitam’ dari Mumbai yang seketika terkenal dan dibicarakan dimana-mana. Ia satu-satunya pelacur ‘high clas’ yang bisa membaca dan menulis. Berani menuntut hari libur dalam sepekan dan lihai berdebat dengan germo rumah bordilnya.

Gangu menggantikan germonya yang mendadak wafat. Menjadi penguasa baru yang ‘punya otak’ di rumah pelacuran dan memperjuangkan serta mengadvokasi hak-hak pelacur melalui jalan politik.

Jalan hidup Gangu sekejap berubah. Ia terpilih menjadi wakil Gujarat dalam parlemen daerah. Peduli dengan nasib sekitar 4000 pelacur di Gujarat dengan menjalankan berbagai siasat politik.

Semula ia jatuh cinta kepada pemuda tampan yang berprofesi penjahit baju wanita yang bernama Afsaan Razaq (Shantanu Maheshwari). Namun, ditengah jalan, Gangu merelakan kekasihnya menjadi suami anak seorang pelacur. Siasat ini dilakukannya agar anak mereka kelak tak lagi menjadi pelacur seperti ibunya selain – ini yang utama – melambungkan suara di parlemen.

Kepopuleran Gangu terdengar tidak hanya di tingkat lokal Gujarat, bahkan ia dibicarakan dan menjadi trending topic di seluruh India. Berkat membaca tulisan di sampul majalah Urdu Times, Perdana Menteri Jawaharlal Nehru memanggil Gangu ke rumah dinasnya.

Berpakaian rapi bak bintang film, Gangu menghadap Nehru dan membahas ihwal rumah bordilnya. “Tanpa rumah pelacuran, mereka tak punya masa depan. Penghasilan dari rumah bordil bisa menyekolahkan anak-anak. Dan anak-anak tak mungkin menjadi pelacur seperti ibunya,” kilah Gangu.

Shantanu Maheshwari (foto: beritamafia.com)

Nehru terperangah mendengar perkataan Gangu yang cerdas dan bermoral. Akhirnya, Nehru setuju rumah pelacuran tak digusur, tapi Nehru menolak agar pelacuran dilegalkan menjadi Undang Undang oleh pemerintah. Strategi dilawan dengan strategi, fifty-fifty.

Sutradara Sanjay Leela Bhansali yang film-film buatannya selalu menjadi box office ini benar-benar mengangkat biopic wanita berpengaruh di tanah Hindustan itu, dengan banyak menyelipkan adegan tari dan lagu, sebagai resep kelarisan film  Bollywood. Walakin, di India yang tradisi dan agamanya sangat kuat, menjadi pelacur selain langka, juga sangat riskan.

Memperjuangkan hak-hak pelacur melalui jalan politik memang sebuah fenomena yang menarik dan unik di negara Asia Tengah dengan populasi penduduknya nomor dua setelah China.

Di sisi lain, Sanjay lewat film berdurasi 154 menit ini cukup berani menyuguhkan adegan suap atau pungutan liar (pungli) para penegak hukum agar rumah bordil tidak digusur (dengan alasan apa pun). Sesuatu yang tentunya sangat kritis yang tak mungkin dilakukan oleh para sineas kita.

Dan tak boleh dilupakan adalah sederet gambar yang sangat filmis dan elok dipandang mata. Dan Sanjay masih terikat kepada tradisi serta peraturan tak tertulis dalam film India: tanpa adegan ranjang. Bahkan, cium bibir pun masih tabu. Meski belakangan ada beberapa sineas muda India yang sudah berani mempersembahkan adegan-adegan yang berani dengan sangat halus dan artistik. (pik)

Previous Post

Puluhan Rumah Rusak di Kendal Diterjang Angin Kencang

Next Post

Konsumsi Jemaah Haji Dimasak Chef Indonesia

admin

admin

Next Post

Warning: Undefined array key "jnews-75x75" in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/Image.php on line 114

Warning: Trying to access array offset on value of type null in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageLazyLoad.php on line 105
Konsumsi Jemaah Haji Dimasak Chef Indonesia

Konsumsi Jemaah Haji Dimasak Chef Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 JayakartaNews

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version