• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Tuesday, September 29, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Muffidha Alkatiri: Gedung Cyber harus Jadi Objek Vital Strategis Nasional, Perlu Pengamanan Ekstra Ketat

Muffidha Alkatiri: Gedung Cyber harus Jadi Objek Vital Strategis Nasional, Perlu Pengamanan Ekstra Ketat

admin by admin
December 3, 2021
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Kebakaran pusat data digital di Gedung Cyber 1, Jakarta Kamis (2/12) memukul ekonomi digital yang saat ini sangat strategis menjadi pemulihan ekonomi nasional. Untuk itu pemerintah perlu segera menetapkan gedung-gedung penyimpan server digital sebagai objek vital strategis nasional. Hal ini disampaikan konsultan digital dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Muffidha Alkatiri kepada pers di Jakarta, Jumat (3/11).

“Presiden Jokowi berkali-kali mendorong kebangkitan ekonomi digital agar bisa bersaing di dunia global. Kebakaran Gedung Cyber adalah cermin kelemahan pengamanan terhadap penyimpanan data cyber Indonesia. Saatnya pak Jokowi menetapkan objek vital strategis pada gedung-gedung penyimpan server. Jangan terlambat. Jangan lagi ada kebakaran,” tegasnya.

Bahkan menurutnya server adalah urat nadi semua aspek kehidupan bukan hanya ekonomi tapi juga roda pemerintahan.

“Seharusnya gedung-gedung cyber semacam itu dibawah kewenangan TNI-Polri karena berhubungan langsung dengan pertahanan dan keamanan yang membutuhkam penjagaan ekstra ketat,” tegasnya.

Jadi sudah saatnya pemerintah menurutnya menyusun sebuah sistim pertahanan dan keamanan nasional yang strategis dan kuat bagi pengamanan gedung-gedung penyimpan server.

“Di negara-negara maju gedung penyimpan server berada dalam sistim pertahanan keamanan lengkap dengan alat pemadam kebakaran. Karena mereka sadar bahwa dunia digital adalah keniscayaan dimasa depan. Di Indonesia, kayaknya hanya pak Jokowi yang sadar hal ini, tapi bawahannya belum bisa mengimplementasikannya,” jelasnya.

Muffida juga mengingatkan bahwa dengan beberapa kejadian yang berurutan belakangan ini pemerintah perlu segera mengevaluasi sistim pengamanan objek vital stategis nasional.

“Semua kejadian berurut berdekatan dari kebakaran di kilang minyak Cilacap yang pasti memiliki pengamaman VVIP. Karena semua kilang migas statusnya objek vital. Kemarin Gedung Cyber dengan mudah terbakar. Jangan ada lagi deh. ” tegas.

Muffidha menghitung kerugian yang dialami akibat kebakaran gedung penyimpan data di Jakarta itu. Setidaknya semua perusahaan digital yang menyimpan server digedung itu mengalami stuck atau penundaan transaksi.

“Kerugian bisa meluas jika tidak segera diperbaiki. Bisa dibayangkan kalau sampai memukul semua unicorn dan decacorn Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan setidaknya terdapat tiga Anggota Bursa (AB) yang tidak dapat melakukan transaksi akibat kebakaran di Gedung Cyber 1 di Mampang, Jakarta Selatan.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo, mengatakan broker tersebut terkendala perdagangannya akibat kebakaran tersebut.

“Ada dua broker yang terkendala karena kebakaran ini dan satu broker yang self suspend. Yang lain berjalan normal,” kata Laksono di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Akibat kebakaran ini, bursa juga telah memberikan peringatan kepada para broker untuk mengantisipasi hal yang bisa disebabkan oleh kebakaran tersebut.

Dalam pengumuman yang disampaikan BEI kepada broker, dijelaskan bahwa terjadi kebakaran di main site (area kerja) bursa, namun perdagangan masih tetap berlanjut dari main site bursa. Namun, BEI meminta para broker untuk memantau koneksi perdagangannya masing-masing.

“Bagi AB yang terdampak mohon melakukan aktifasi drc dan menginformasikan ke Bursa,” tulis pengumuman tersebut.

Dikabarkan juga beberapa perusahaan terdampak atas kebakaran tersebut seperti
Ajaib, Indo Premier Sekuritas (IPOT), Rumahweb Indonesia, Tix-ID dan MTix, Niagahoster, Shopee, Qword and Godenfast dan Bank Neo. ***/ebn

Tags: jayakartanewsKebakaran Gedung CyberMuffidha Alkatiri
Previous Post

Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2021

Next Post

Ternak Lele, Bangun Mushola

admin

admin

Next Post
Ternak Lele, Bangun Mushola

Ternak Lele, Bangun Mushola

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version