• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Film ‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’ – Toxic Masculinity di Desa Pantura

Film ‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’ – Toxic Masculinity di Desa Pantura

admin by admin
November 21, 2021
in Kabar, Review Film
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Dunia maskulin adalah dunia laki-laki. Penuh kejantanan, kekerasan, berotot dan siap berkelahi sampai titik darah penghabisan. Film terbaru karya Edwin yang bertajuk “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’ (SDRHDT) menyiratkan hal tersebut.

Di sebuah desa di pantai utara (pantura) sekitar tahun 80an. Diangkat dari novel sastra karya Eka Kurniawan, film ini mengusung tema percintaan tragis di dunia maskulin.

Disinilah mencuat ‘toxic masculinity’ (dunia laki-laki yang beracun) yang tumbuh besar di masa kejayaan rezim militer yang dibumbui cerita dan mitos tentang heroisme dan kejantanan laki-laki yang menjadi biasa. “Kejantanan adalah tolok ukur kelelakian. Budaya toxic masculinity memaksa kaum laki-laki untuk enggak terlihat lemah dan masih sangat terpampang di Indonesia hari ini, di masyarakat yang seharusnya kini lebih terbuka pikirannya dan demokratis ketimbang di era 80an/90an,” ujar Edwin yang meraih Citra lewat ‘Posesif’.

Berkisah tentang Ajo Kawir (Marthino Lio), seorang jagoan yang tak takut mati. Hasratnya yang besar untuk bertarung didorong oleh sebuah rahasia: ia impoten alias ‘perkututnya tak bisa berdiri tegak’.

Tatkala berhadapan dengan seorang petarung wanita bernama Iteung (Ladya Cheryl) yang bernyali tinggi, dia jatuh cinta, berdamai dengan dirinya : ditaklukkan didalam perkelahian yang ganas.  Termasuk ditaklukkan di ranjang, Iteung hamil. ‘Perkututnya’ langsung berdiri, tak lagi lemah lunglai.

Jujur, SDRHDT berusaha menghadirkan estetika sinema dari era akhir 80an dan awal 90an melalui banyak cara. Salah satunya penggunaan seluloid.”Referensi saya tentang gambar sangat dipengaruhi oleh imaji-imaji yang terekam dalam berbagai cara TVRI seperti ‘Flora dan Fauna’, ‘Sesame Street’ hingga ‘Si Unyil’ yang kebanyakan menggunakan medium pita seluloid 16 mm yang sangat pas dan cocok dengan representasi realita sehari-hari yang menggambarkan ingatan dan perasaan saya terhadap periode 80/90an,” timpal Edwin.

Kali ini, Edwin melakukan kolaborasi internasional dengan  menggandeng Director of Photography (DOP) Akiko Ashizawa dari Jepang dan editor Lee Chatametikool dari Thailand. Diwarnai lagu tema ‘Bangun Bajingan’ yang dibawakan Ananda Badudu yang berkolaborasi dengan Lie Indra Perkasa dan Dave Lumenta, SDRHST dibawa berkeliling ke berbagai festival film berbagai negara seperti Locarno (menggaet hadiah utama Golden Leopard), Toronto, Hamburg, Busan, London, dan masih banyak lagi.

‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’ (foto Palari Films)

Juga sebagai pembuka Singapore International Film Festival pada 25 November 2021, dan akhirnya pulang ke Indonesia siap diputar 2 Desember 2021. “Saya melihat Indonesia berusaha keras mencoba untuk mengatasi rasa takutnya akan impotensi. Ketakutan yang membawa kita kembali ke budaya kekerasan yang dinormalisasi,” akhir Edwin sembari menyebutkan nama-nama aktor berkualitas yang ikut mendukung film ini, selain Marthino Lio dan Ladya Cheryl, diantaranya Christine Hakim,  Reza Rahadian, Ayu Laksmi, Ratu Felisha, Sal Riyadi dan segerobak aktor lain. (pik)

Previous Post

Kepala BNPB Kunjungi Lima Posko Pengungsian Banjir Kalimantan Tengah

Next Post

Ubhara Beri Bantuan IPAL Tenaga Surya ke Warga Desa Paseseh Tanjung Bumi Bangkalan

admin

admin

Next Post
Ubhara Beri Bantuan IPAL Tenaga Surya ke Warga Desa Paseseh Tanjung Bumi Bangkalan

Ubhara Beri Bantuan IPAL Tenaga Surya ke Warga Desa Paseseh Tanjung Bumi Bangkalan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version