• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Menjawab “Kapan Covid-19 Game Over”?

Menjawab “Kapan Covid-19 Game Over”?

May 13, 2020
Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

October 9, 2026
Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Migran Aman! 70 Siswa di Lombok Timur Dibekali Jurus Hindari Jebakan Kerja Ilegal ke Luar Negeri

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

October 8, 2026
Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

October 8, 2026
Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

October 8, 2026
Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

October 7, 2026
Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

October 7, 2026
Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

October 7, 2026
MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

October 7, 2026
AWAL, Akhirnya Tiba

AWAL, Akhirnya Tiba

October 7, 2026
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 9, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Menjawab “Kapan Covid-19 Game Over”?

by admin Jayakarta
May 13, 2020
in Kabar, Kolom
0
Menjawab “Kapan Covid-19 Game Over”?

Ketua Gugus Tugas Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo (foto: BNPB)

491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Catatan Roso Daras

Jayakarta News – Topik “kelompok usia 45 tahun ke bawah” diberi kelonggaran untuk beraktivitas, masih menjadi topik hangat. Memang tidak sepanas kemarin (12/5/2020). Setidaknya, isu ini masih akan terus bergulir.

Bukan semata karena kekeliruan sebagian masyarakat dalam menafsir kebijakan itu, tapi karena penanganan wabah Covid-19 memang sudah memasuki fase “relaksasi”.

Bahkan dalam Rapat Terbatas Presiden Joko Widodo bersama sejumlah gubernur, Ketua Gugus Tugas Covid-19, dan para pemangku kepentingan lain kemarin (12/5/2020), topik pelonggaran PSBB disinggung beberapa kali.

Usai Ratas itu, Kepala Gugus Tugas Percepatan Pengananan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo kembali merilis keterangan pers. Pernyataan Doni relatif tidak mengandung isu-isu kontroversial. Kecuali, bagi para pihak yang masih belum memahami benar kebijakan pelonggaran yang dimaksud.

Terkait hal itu, Tenaga Ahli Bidang Media BNPB, yang juga Anggota Gugus Tugas Covid-19, Egy Massadiah –tanpa saya minta—mengirim sejumlah bahan. Mulai dari press release resmi yang diambi dari laman presidenri.go.id, hingga keterangan pers Doni Monardo. Satu yang menarik, adalah kiriman data-data yang dihimpun Ketua Tim Pakar Gugus Tugas, Prof Wiku Adisasmito.

“Saya harap sih, tidak ada lagi mispersepsi di kalangan masyarakat, yang bersumber dari tulisan di media. Sebab, salah kutip bisa menimbulkan keresahan. Memang, ada mekanisme ralat, tetapi belum tentu pembaca pertama, membaca ralat yang dimuat di pemuatan berikutnya. Apalagi, perputaran berita online sangat cepat, karena umumnya media online mengejar klik bite,” ujar Egy.

Memang, di sebagian masyarakat masih beredar sedikit rasa khawatir, jika program pelonggaran tadi dijalankan. Mereka mengkhawatirkan, penyebaran virus corona kembali liar dan tak terkendali. Bahasa sederhananya, “diberlakukan PSBB saja masih ada yang mencuri-curi peluang untuk bepergian. Termasuk mudik. Apalagi kalau diperlonggar.”

Kekhawatiran itu menjadi beralasan. Bukan karena benar seperti itu, tetapi karena besarnya pengaruh medsos. Jika kita perhatikan, persentase tulisan yang menyorot ulah sebagian masyarakat yang mencuri-curi peluang untuk bepergian, jauh lebih besar dibanding berita tentang kepatuhan masyarakat yang mematuhi anjuran stay at home.

Bahwa ada yang lolos dari PSBB, harus dilihat dengan kepala sejuk. Dan itu biasa saja. Jangankan peraturan PSBB, sedangkan bangunan beton yang terbuat dari cor-coran semen saja bisa rembes. Yang harus dilihat sebenarnya, perbandingan warga yang “bandel” dengan warga yang patuh.

Harus diakui, gerakan stay at home, berhasil. Ini bukan klaim tanpa data. Kepala Gugus Tugas Doni Monardo menunjukkan data yang memperkuat. Contoh, di DKI Jakarta, tingkat keberhasilannya mencapai 60 persen. Indikasinya dilihat dari jumlah pasien yang dirawat di RS rujukan Covid-19.

Tiga orang gubernur yang daerahnya memberlakukan PSBB (DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Barat), juga menunjukkan data positif. Gubernur Jawa Timur dan Jawa Tengah yang memberlakukan PSBB di sebagian wilayahnya, juga melaporkan trend positif. Termasuk, Gubernur DI Yogyakarta, yang tidak memberlakukan PSBB melainkan dengan kearifan lokal, juga berhasil menahan warganya untuk tetap di rumah, dan itu menekan angka korban.

Di Sumatera Barat, data di RSUP Dr Djamil sebagai RS Rujukan Covid-19, juga menurun. Dari jumlah 112 bed yang disediakan bagi pasien Covid-19, hanya terisi 46. Kemudian di RS Hasan Sadikin Bandung, dari 135 bed, hanya ada 30 pasien. Itu semua data per 12 Mei 2020.

Dalam Ratas kemarin, Presiden Jokowi juga kembali menegaskan, bahwa pemerintah pusat tidak pernah memaksakan pemberlakuan PSBB di daerah. PSBB adalah salah satu opsi. Akan tetapi, sesuai kebijakan dan diskresi yang dimiliki, para kepala daerah bisa juga melakukan pendekatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Pendekatan apa pun yang diambil, muaranya harus berupa kepatuhan menjalankan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

Keberhasilan penanganan wabah, bukan semata-mata pada PSBB –ansich— melainkan pada kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan, yang sudah disosialisasikan secara besar-besaran.

Risiko Kematian

Akan halnya program pelonggaran yang sempat memicu kontroversi, hari ini semakin banyak masyarakat yang menyadari duduk persoalan yang sebenarnya. Sebab, kelonggaran bekerja kepada kelompok usia di bawah 45 tahun, memang dengan stressing atau penekanan pada kalimat “tetap mengacu pada ketentuan PSBB dan protokol kesehatan”.

Dengan dukungan data yang dihimpun Ketua Pakar Gugus Tugas, Prof Wiku Adisasmito, Doni Monardo mengimbau para pimpinan perusahaan atau instansi untuk memprioritaskan karyawan yang bekerja pada kelompok usia di bawah 45 tahun. Itu pun, harus karyawan yang tidak memiliki riwayat penyakit bawaan.

Adapun bidang yang diperbolehkan, sesuai Pasal 13 Permenkes No. 9/2020 tentang PSBB, adalah 11 bidang. Kesebelas bidang itu adalah tempat kerja yang memberikan pelayanan: 1). Hankam; 2). ketertiban umum; 3). Pangan; 4). BBM & Gas; 5). Pelayanan kesehatan; 6). Perekonomian; 7). Keuangan, 8). Komunikasi; 9). Industri; 10). Ekspor dan impor; 11). Distribusi logistik dan kebutuhan dasar lainnya.

Ihwal mengapa usia 45 tahun ke bawah yang diberi kelonggaran? Juga bukan tanpa alasan. Berdasar catatan Prof Wiku, kelompok usia itu yang risiko kematiannya paling kecil (15%), meski risiko terpaparnya besar. Sedangkan, risiko kematian kelompok usia di atas 46 tahun, sebesar 85%. Semua data itu dihimpun sejak pemerintah memberlakukan Masa Darurat Kesehatan tanggal 31 Maret 2020.

Lebih rinci data Tim Pakar Gugas menyebutkan, sebagian besar korban Covid-19 meninggal adalah pemilik penyakit bawaan ginjal, yakni mencapai 7 dari 10 pasien. Urutan kedua, yang berpenyakit jantung, 5 dari 10 pasien.

Itu termasuk karyawa  PT Sampoerna Surabaya yang meninggal April lalu, masing-masing berusia 47 dan 48 tahun.

Fase Rehabilitasi

Satu hal lagi yang menjadi pertanyaan banyak orang, “Kapan wabah corona berakhir?” Berbagai media sudah melansir prediksi berakhirnya wabah. Ada yang bersumber dari institusi pemerintah, ada yang bersumber dari akademisi, sampai perkiraan para ulama, hingga paranormal.

Jika “percaya” adalah “vitamin” yang bisa menimbulkan rasa optimisme, rasanya boleh-boleh saja. Meski begitu, kebijakan memilah informasi tetap saja diperlukan. Tetap saja, akal sehat harus dikedepankan.

Wabah Covid-19 ini tidak sama dengan game online sejenis Mobile Legend, Battleroyale, Free Fire dan lain-lain, yang mengenal istilah game over. Tapi jika Anda menganggap ini sejenis game online, baiklah mari kita berimajinasi.

“Game” Covid-19 ini melibatkan pemain seluruh bangsa. Jika anda “mati” tertembak musuh di game online, artinya Anda tidak sebenar-benarnya mati. Sedangkan, serangan virus corona, benar-benar bisa membunuh dalam arti sebenarnya.

“Game” Covid-19 juga bukan everlasting game. Ia memiliki durasi. Bisa selesai dalam hitungan bulan, bisa juga dalam hitungan tahun. Berbagai kebijakan yang telah dijalankan selama ini, termasuk penetapan status darurat kesehatan, pemberlakukan PSBB, serta pelaksanaan secara ketat protokol kesehatan di setiap lapis masyarakat, adalah strategi menggempur corona.

Kapan “game over”-nya, jawaban pasrah tetapi realistis adalah, “Hanya Tuhan yang tahu pasti.” Yang bisa kita lihat saat ini, adalah sebuah progres. Gerak maju ke arah kemenangan. Ingat. Sudah banyak nyawa melayang. Termasuk para dokter dan tenaga medis.

Berulang kali, Letjen TNI Doni Monardo, sebagai “panglima perang melawan Covid-19” menyatakan concern-nya untuk sebuah tekad, “Yang sakit menjadi sehat, yang sehat tetap sehat.” Semua kebijakan, tidak sekalipun diambil tanpa mempertimbangkan tekad tadi.

Karenanya, perlindungan terhadap warga agar tidak terpapar corona menjadi perhatian utama.

Bukan hanya itu, kebijakan kelonggaran PSBB juga dilakukan atas dasar pertimbangan, menghindarkan sebagian besar masyarakat kita tidak terkapar akibat PHK. Dalam banyak kesempatan, Doni Monardo menyitir ungkapan hungry man becomes angry man.

Artinya, kebijakan “kelonggaran” tadi adalah satu langkah warming up memasuki tahap rehabilitasi. Rehabilitasi itu sendiri, bagian dari PASE (Pemulihan Aktivitas Sosial Ekonomi). Inilah salah satu bentuk strategi Gugus Tugas dalam mengimplementasikan instruksi Presiden.

Untuk diketahui, PASE ini adalah fase ketiga dari lima tahapan penanganan Covid-19. Dua yang pertama adalah “Mengendalikan Covid-19” dan “Meningkatkan Ketahanan”. Setelah itu baru PASE.

Ke depan, kita harapkan, bangsa ini bisa memasuki fase “Implementasi ‘The Next Normal’”dan “Transformasi”. Usai fase ini, barulah kita bisa menyatakan “Game Over” terhadap Covid-19. (*)

*) Roso Daras, wartawan senior

Tags: covid-19doni monardojayakartanewsstay at home
Share196Tweet123
admin Jayakarta

admin Jayakarta

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

October 9, 2026
Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Migran Aman! 70 Siswa di Lombok Timur Dibekali Jurus Hindari Jebakan Kerja Ilegal ke Luar Negeri

October 9, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version