• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Kontroversi Asal Usul Kota Medan

Kontroversi Asal Usul Kota Medan

January 18, 2020
Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

October 9, 2026
Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Migran Aman! 70 Siswa di Lombok Timur Dibekali Jurus Hindari Jebakan Kerja Ilegal ke Luar Negeri

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

October 8, 2026
Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

October 8, 2026
Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

October 8, 2026
Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

October 7, 2026
Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

October 7, 2026
Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

October 7, 2026
MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

October 7, 2026
AWAL, Akhirnya Tiba

AWAL, Akhirnya Tiba

October 7, 2026
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 9, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Kontroversi Asal Usul Kota Medan

by admin
January 18, 2020
in Kabar
0
Kontroversi Asal Usul Kota Medan

Tugu Guru Patimpus. Foto: Pesona Indonesia

491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Demi menolak jejak historis yang berbau kolonial Belanda, Pemerintahan Kota Medan pun meninjau ulang hari jadi Kota Medan. Padahal, sebelum 1975, dirgahayu Kota Medan diperingati setiap 1 April karena di tanggal itulah kota Medan ditetapkan sebagai Geementeraad (Dewan Kota) oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1590.

Alasan mengingkari peran Belanda, maka pemerintah membentuk panitia perumus Hari Jadi Kota Medan. Panitia tersebut terdiri dari kaum cendekia, pemerhati sejarah, sejarawan, pemangku adat serta tokoh masyarakat yang dianggap kompeten merumuskan hari jadi Kota Medan. Didaulatlah Prof. Mahadi, SH sebagai ketua dengan sekretarisnya, Syahruddin Siwan. Anggotanya terdiri dari Letkol Nas Sebayang (Ketua DPRD Medan), Mariam Darus, Lukman Sinar, M. Abduh, M. Solly Lubis, Miharza, Moh. Said, Dada Meuraxa dan Nasir Tim Sutannaga.

Panitia kemudian menggelar seminar selama tiga hari yakni pada 27-29 Maret 1971 terkait pengumpulan bahan-bahan atau sumber-sumber informasi yang dapat mendukung penelitian mereka. Seminar tersebut begitu alot karena memicu perdebatan panjang. Sejumlah pakar hukum, ahli fikih Islam dan kaum Sufi yang menguasai Tasawuf menentang adanya kebenaran pada legenda-legenda rakyat.

Tentangan itu muncul karena panitia bersepakat menelaah teks tradisional bertajuk: Riwayat Hamparan Perak (RPH), sebagai bahan untuk mencari hari jadi Kota Medan. Padahal naskah RPH itu jelas-jelas anonim, tidak diketahui siapa penulisnya dan kebenarannya masih perlu dikaji secara mendalam.

Naskah RPH ini lebih mengarah kepada silsilah keturunan datuk-datuk atau wajir dua belas kuta (datuk-datuk Hamparan Perak). Di dalam naskah RPH ini diterangkan bahwa riwayat turunan ditulis dalam bahasa dan huruf Batak Karo di atas kulit alim (kayu). Kemudian pada 1857 Masehi, riwayat itu dialihbahasakan ke dalam aksara dan bahasa Melayu.

Selanjutnya dialihbahasakan ke dalam bahasa latin pada 29 Desember 1916. Naskah dalam aksara latin ini disimpan eh Datuk Syaiful bin Datuk Hafiz Haberham yang menjabat sebagai Datuk dua belas kuta (Kepala Urung Hamparan Perak).

Panitia menelaah naskah RPH teks latin yang mereka salin dari dokumen simpanan Datuk Syaiful. Mereka juga menginterviu Syaiful di rumahnya pada 7 Juli 1971. Naskah itulah yang dijadikan rujukan utama untuk merumuskan Hari Jadi Kota Medan.

Nah hasil rumusan pada seminar tiga hari itulah, panitia menulis laporan panjang yang juga berisi rekomendasi pada 12 Agustus 1972. Rekomendasi itu kemudian diserahkan kepada Walikota Madya Medan saat itu, Kolonel M. Saleh Arifin. Oleh Walikota, laporan dan rekomendasi itu diserahkan ke DPRD Medan untuk dikaji lagi.

Hasilnya, pada 10 Januari 1973, DPRD Medan memutuskan agar panitia menyempurnakan hasil penelitian mereka. Empat hari kemudian, Walikota Medan meneruskannya dengan membuat surat edaran yang isinya memberi kesempatan kepada panitia untuk menyelesaikan penyempurnaan penelitian tersebut.

Panitia kemudian memperkaya sumber kajian. Selain RPH, panitia kemudian meneliti sejumlah sumber lain berupa buku adat rechtsbundels nomor XXXVIII, buku Simalungun oleh J. Tiderman, buku Batakspigel karangan M. Jaustra, Sejarah Kebudayaan Batak oleh N. Siahaan, buku 50 Tahun Kotapraja Medan, buku Perang Batak yang ditulis O.L. Napitupulu, koran SIB edisi 16 Desember 1972 oleh Drs H Simanjuntak, Sejarah Kebudayaan Suku-suku di Sumut oleh Dada Meuraxa, Pustaha Pulu Linang, Catatan tentang Wari-wari Karo, Keterangan ahli guru P. Batu, keterangan dari keturunan datuk-datuk Hamparan Perak dan keterangan dari pengetua-pengetua adat Karo serta amatan terhadap makam-makam tua dan situs-situs sejarah di Medan.

Atas hasil penelitian itu, panitia berkesimpulan, hari jadi Kota Medan dalam bentuk perkampungan pada 1 Juli 1590, sebagaimana direkomendasikan lada laporan 12 Agustus 1972. Landasannya, didirikannya si sepuluh dua kuta di areal Medan (perkampungan yang dibangun Guru Patimpus). Keputusan itu ditetapkan dan mulai berlaku sejak 15 Maret 1975 oleh DPRD Medan dan Panitia Khusus Hari Jadi Kota Medan. Panitia khusus ini diketuai MA Harahap, sekretaris S Situmorang dan anggotanya: SE Sormin, Badar Kamil, Djanius Djamin dan Mas Sutarjo.

Kendati demikian, penetapan dan pemberlakuan hari jadi Kota Medan ini menuai kontroversi. Tak kurang dari  Sejarawan Universitas Negeri Medan Dr Ichwan Azhari yang mengeritiknya dengan keras.

Lewat buku berjudul “Asal Usul Kota Medan dalam Riwayat Hamparan Perak” Ichwan menulis bahwa penggunaan RPH sebagai bahan utama mencari jejak histori Kota Medan sungguh bermasalah. Dan motif mengganti hari jadi Kota Medan asal bukan berbau kolonial juga terkesan dangkal dan hal itu secara tidak langsung telah menciderai RPH sebagai sebuah karya sastra.

Di sisi lain, memakai RPH sebagai rujukan, serta merta telah mendiskreditkan dan mendistorsi kebesaran Guru Patimpus sebagai ulama Islam yang kharismatik oleh tafsir panitia hari jadi Kota Medan.

Ichwan menulis bahwa panitia mendaulat Guru Patimpus sebagai pendiri sebuah kota yang sesungguhnya tidak dia lakukan. “Sebenarnya hari jadi Kota Medan bisa direvisi dengan terlebih dahulu menelitinya secara mendalam dan kajian tidak didasarkan pada sebuah wacana teks sastra,” tulis Kepala Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial (PUSSIS) Universitas Negeri Medan itu.

Menurut Ichwan, jikapun kita menolak 1 April sebagai dirgahayu Kota Medan dengan dalih buatan Belanda, sesungguhnya masih ada tanggal yang lebih layak. Ichwan merekomendasikan, tanggal pindahnya Ibukota Asisten Residen Deli dari Labuhan ke Medan (1879), atau hari perpindahan Ibukota Residen Sumatera Timur dari Bengkalis ke Medan pada 1 Maret 1887.

Bisa juga pindahnya Istana Kesultanan Deli dari Labuhan ke Medan pada 18 Mei 1891. Memakai RPH sebagai rujukan dengan dasar hari Jadi Kota Medan ditandai berdirinya sebuah perkampungan, dinilai kurang tepat. “Kampung tidak mungkin berevolusi menjadi sebuah kota tanpa faktor-faktor luar yang mendukungnya,” pungkas Ichwan Azari. ***sumber: indonesia.go.id/ebn

Tags: asal usul medanjayakartanewssejarah
Share196Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

October 9, 2026
Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Migran Aman! 70 Siswa di Lombok Timur Dibekali Jurus Hindari Jebakan Kerja Ilegal ke Luar Negeri

October 9, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version