Jayakarta News
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Anggita Bolsterli Artis yang Berani Memarahi Polisi

Anggita Bolsterli Artis yang Berani Memarahi Polisi

admin by admin
November 25, 2019
in Entertainment
0

JAYAKARTA NEWS—Anggita Bolsterli, 24 tahun, satu-satunya pemain film yang bisa memarahi polisi. Dalam film ‘Sang Prawira’ sutradara Ponti Gea, Anggita berperan sebagai Nauli, gadis Danau Toba yang naksir sama Horas (Ipda Dimas Adit) sejak SMA sampai Horas masuk Akpol (Akademi Kepolisian) di Semarang.

Dari syuting pertama, Anggita gregetan campur kesal karena seni peran Dimas lama nian dan harus menurut perintah atasannya. “Jujur, bakat akting Dimas dan polisi yang lain kurang. Saya mencoba memancing emosi Dimas agar mainnya total,” ujar Anggita.

“Saya menekankan, main film itu harus pakai perasaan. Jangan ikut perintah saja,” jelasnya. Begitu disupport Anggita, akting Dimas ‘keluar’, ketika sedih ditinggal wafat ibunya dan ketika marah.

Sang Prawira menerima penghargaan MURI sebagai film yg terbanyak pemainnya adalah polisi–foto bambang

“Kualitas akting itu perlu waktu dan jam terbang. Dan saya coba membangunkan emosi dan perasaan Dimas untuk menampilkan karya terbaik,” imbuh Anggita lagi.

Film produksi Kepolisian RI dan Polda Sumatera Utara ini berkisah tentang Dimas yang ingin bangkit dari kemiskinan. Lulus SMA, Horas mendaftar ke Akpol dan diterima. Setelah melalui penggojlokan yang berat, akhirnya Horas berhasil menjadi Perwira dan berprestasi terbaik.

Cerita selanjutnya, Dimas benar-benar kehilangan orang tua, kekasih dan sahabat baiknya. Nauli menikah dengan perwira teman Horas. Sebuah film tentang lika liku perjalanan hidup seorang Perwira ditengah gejolak antara tugas negara dan cinta. Keindahan Danau Toba, lompat batu di Nias dan kearifan budaya lokal tentang pariwisata juga mewarnai film ini. (pik)

Tags: Anggita BolsterliFilmjayakartanews
Previous Post

Letusan Gunung Toba: Satu, Dua, Tiga

Next Post

Ormas harus tidak Bertentangan dengan Pancasila dan UUD ‘45

admin

admin

Next Post

Warning: Undefined array key "jnews-75x75" in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/Image.php on line 114

Warning: Trying to access array offset on value of type null in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageLazyLoad.php on line 105
Ormas harus tidak Bertentangan dengan Pancasila dan UUD ‘45

Ormas harus tidak Bertentangan dengan Pancasila dan UUD ‘45

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 JayakartaNews

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version