Wamen P2MI Ajak IPM Sulsel Siapkan Talenta Muda Isi Jutaan Peluang Kerja Global Melalui Kurikulum Plus

JAYAKARTA NEWS— Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Sulawesi Selatan diajak berpartisipasi aktif dalam Program Kurikulum Plus sebagai langkah strategis menyiapkan talenta-talenta muda Indonesia yang kompeten, berdaya saing, dan siap mengisi kebutuhan tenaga kerja internasional.

Ajakan itu disampaikan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla dalam rangkaian penutupan kegiatan Musyawarah Wilayah (Musywil) XXV Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sulawesi Selatan di Kabupaten Pinrang, Minggu (12/7/2026).

Menurut Dzulfikar Ahmad Tawalla, generasi muda Indonesia harus dipersiapkan sejak dini agar mampu menghadapi persaingan pasar kerja global. Bonus demografi yang dimiliki Indonesia menjadi peluang besar apabila diiringi dengan peningkatan kompetensi, penguasaan bahasa asing, sertifikasi keterampilan, serta pemahaman budaya kerja internasional.

“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah tingginya permintaan tenaga kerja global. Anak-anak muda Sulawesi Selatan harus dipersiapkan sejak dini melalui Kurikulum Plus agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional,” ujar Dzulfikar Ahmad Tawalla, dikutip dari keterangan Humas KP2MI.

Ia menjelaskan, Kurikulum Plus merupakan program penguatan kompetensi yang melengkapi pendidikan formal melalui pembelajaran bahasa asing, pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, literasi digital, hingga pembekalan karakter dan etos kerja internasional.

Dengan program tersebut, para pelajar dan generasi muda diharapkan memiliki kesiapan lebih baik untuk memasuki dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri secara aman, legal, dan profesional.

Peluang Kerja Global Terbuka Luas

Wamen P2MI mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga kerja internasional saat ini sangat besar. Kementerian P2MI mencatat terdapat sekitar 1,7 juta job order atau permintaan tenaga kerja dari berbagai negara. Namun, Indonesia baru mampu memenuhi sekitar 297 ribu penempatan pekerja migran, sehingga masih terdapat lebih dari 1,4 juta peluang kerja yang belum terisi.

Peluang tersebut tersebar pada berbagai sektor dan mencakup sekitar 700 jenis jabatan, mulai dari tenaga kesehatan, caregiver, hospitality, manufaktur, konstruksi, teknologi informasi, operator terampil, hingga berbagai profesi profesional lainnya.

Selain itu, berdasarkan data Sistem Informasi Peluang Penempatan Migran Indonesia (SIP2MI), masih terdapat ratusan ribu peluang kerja luar negeri yang terbuka dan membutuhkan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai standar global.

“Oleh karena itu, Kurikulum Plus menjadi sangat penting. Kita ingin pelajar dan generasi muda dipersiapkan sejak dini agar ketika lulus mereka tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu mengisi peluang kerja internasional secara profesional, aman, dan sesuai prosedur,” tambah Dzulfikar.

Ia menilai PW IPM Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis sebagai organisasi pelajar dengan jaringan kader yang luas untuk membantu pemerintah memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai peluang kerja internasional serta pentingnya peningkatan kompetensi sejak usia muda.

“Kami berharap IPM Sulsel menjadi bagian dari gerakan mencetak generasi muda yang siap bersaing secara global. Kolaborasi ini bukan hanya membuka peluang kerja, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia,” kata Wamen P2MI.

PW IPM Sulsel Siap Bersinergi Cetak Generasi Berdaya Saing Global

Ketua PW IPM Sulawesi Selatan, Zul Jalali Wal Ikram, menyampaikan apresiasi atas ajakan kolaborasi dari Kementerian P2MI melalui Program Kurikulum Plus. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan visi IPM dalam menghadirkan generasi pelajar yang memiliki wawasan luas, keterampilan unggul, dan kesiapan menghadapi tantangan global.

“Kami menyambut baik sinergi bersama Kementerian P2MI. IPM Sulawesi Selatan siap menjadi bagian dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing global. Pelajar hari ini harus diberikan pemahaman bahwa peluang masa depan tidak hanya berada di tingkat lokal, tetapi juga terbuka di dunia internasional,” ujar Zul Jalali Wal Ikram.

Ia menambahkan, kolaborasi melalui Kurikulum Plus menjadi langkah strategis untuk memberikan akses informasi, pelatihan, serta pembinaan kepada pelajar agar mampu mempersiapkan diri sejak dini menghadapi kebutuhan dunia kerja.

“Yang paling penting adalah memastikan anak-anak muda memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global, termasuk penguasaan bahasa asing, keterampilan teknis, dan sertifikasi kompetensi. Dengan persiapan yang baik, mereka dapat bekerja ke luar negeri secara aman, legal, dan membawa nama baik Indonesia,” tambahnya.

PW IPM Sulawesi Selatan berharap kerja sama dengan Kementerian P2MI dapat terus dikembangkan melalui program pelatihan, edukasi peluang kerja internasional, serta penguatan kapasitas kader pelajar di berbagai daerah.

Kolaborasi antara Kementerian P2MI dan PW IPM Sulawesi Selatan menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi muda Indonesia yang unggul, profesional, dan mampu memanfaatkan peluang kerja global untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat daya saing bangsa. (*/di)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *