Perayaan Idulfitri 1446 H di The Mandalika Berlangsung Meriah, Ada Pawai Obor hingga Salat Ied

JAYAKARTA NEWS – Perayaan Idulfitri 1446 Hijriah di kawasan The Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), berlangsung dengan penuh semarak dan kondusif.

Ribuan warga lokal serta wisatawan turut serta dalam rangkaian acara yang dimulai dengan pawai obor pada malam takbiran, Minggu (30/3), dan berlanjut hingga pelaksanaan Sholat Ied pada Senin (31/3).

Dua masjid utama di kawasan tersebut, Masjid Nurul Bilad dan Masjid Al-Hakim, menjadi pusat pelaksanaan ibadah Idulfitri.

PGS. General Manager The Mandalika, Wahyu M. Nugroho, menegaskan bahwa Masjid Nurul Bilad kembali menjadi lokasi utama pelaksanaan Sholat Ied bagi para jemaah.

“Momentum Idulfitri di The Mandalika kami pastikan tetap kondusif dan tertib, dengan pelayanan yang terintegrasi bagi pengunjung maupun masyarakat sekitar.

ITDC berkomitmen menjaga kawasan tetap bersih, aman, dan nyaman, baik untuk beribadah maupun berwisata,” ujarnya.

Selama masa libur Idulfitri yang berlangsung dari 30 Maret hingga 8 April 2025, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menerapkan berbagai langkah strategis guna memastikan kelancaran aktivitas masyarakat dan wisatawan.

Salah satu inisiatif utama adalah pendirian lima posko layanan dan informasi yang tersebar di berbagai lokasi strategis, yakni Kuta Beach Park (KBP), Bazaar Mandalika, Pertamina Mandalika International Circuit, Pantai Batu Kotak, dan Bukit Merese.

Keberadaan lima posko tersebut memberikan kemudahan bagi para pengunjung dalam mendapatkan informasi serta pelayanan umum selama liburan.

ITDC juga mengapresiasi kerja sama erat antara tim operasional, petugas keamanan, dan masyarakat setempat dalam menciptakan suasana Idulfitri yang harmonis di The Mandalika.

“Manajemen dan seluruh jajaran ITDC menyampaikan Selamat Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.

Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga keberkahan dan kedamaian senantiasa menyertai kita semua,” tutup Wahyu.***/mel

Festival Bau Nyale 2024: Mempersembahkan Keindahan Budaya Sasak di The Mandalika

JAYAKARTA NEWS – The Mandalika jadi tempat penyelenggaraan Festival Bau Nyale 2024 pada Kamis (29/2).

Dikutip dari Kabar BUMN, Senin (4/3/2024), Festival Pesona Bau Nyale sendiri merupakan kegiatan untuk mempersembahkan keindahan budaya dan adat Sasak kepada dunia.

Sekaligus untuk memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya yang kaya di tengah-tengah kemajuan zaman.

Terdapat enam rangkaian acara Festival Pesona Bau Nyale 2024 yang diselenggarakan.

Tiga di antara rangkaian acara tersebut digelar di kawasan The Mandalika.

Acara ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional mulai dari pertunjukan Peresean yang telah digelar di area kawasan The Mandalika pada (25-27/2).

Karnaval Budaya yang dimeriahkan 1000 Putri Mandalika di Kuta Beach Park pada (28/2), serta puncak acara festival yang berlangsung di Bukit Seger, The Mandalika pada (29/2).

“Festival Pesona Bau Nyale 2024 tidak hanya sebuah perayaan, festival ini menjadi sarana untuk mempromosikan pariwisata dan melestarikan nilai-nilai budaya masyarakat Lombok Tengah. Dengan jumlah kunjungan mencapai 50.000 pengunjung, festival ini diharapkan dapat menjadi magnet bagi wisatawan dari seluruh penjuru dunia,” kata PGS. General Manager The Mandalika, Wahyu M. Nugroho.

Para pengunjung disuguhkan dengan keseruan pertunjukan Peresean yang diikuti dari berbagai paguyuban di Lombok yang berlangsung di area kawasan The Mandalika.

Peresean merupakan pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan dan perisai kulit kerbau yang tebal dan keras.

Tradisi ini merupakan seni tari asli Suku Sasak, Lombok.

Sementara itu, Karnaval Budaya Bau Nyale menjadi highlight acara, dengan menampilkan seribu Putri Mandalika di area Kuta Beach Park (KBP).

Barisan karnaval dibuka oleh lima finalis Putri Mandalika 2024, hingga kontingen dari berbagai lembaga dan komunitas yang memamerkan kekayaan budaya suku Sasak.

Karnaval ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi ajang yang memperkokoh solidaritas dan kebersamaan di antara berbagai elemen masyarakat.

Puncak acara Festival Pesona Bau Nyale, yang berlangsung di Bukit Seger, Mandalika, menjadi penutup yang sempurna untuk perayaan ini.

Kerja sama yang erat antara ITDC dengan stakeholder dalam melestarikan budaya lokal menghadirkan keragaman dan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia.

Festival Bau Nyale, adalah upacara tahunan masyarakat Lombok yang menampilkan kekayaan adat dan tradisi suku Sasak untuk menangkap cacing laut atau nyale.

Nyale muncul setahun sekali di pantai selatan Pulau Lombok.

Penduduk setempat mempercayai nyale memiliki tuah yang dapat mendatangkan kesejahteraan bagi yang menghargainya dan keburukan bagi orang yang meremehkannya.

“Melalui perayaan Festival Bau Nyale 2024 di kawasan The Mandalika, kami berharap dapat memperkenalkan kekayaan budaya dan alam The Mandalika kepada dunia.

“The Mandalika, dengan segala pesonanya, siap menyambut kedatangan para pengunjung dan wisatawan untuk merasakan keindahan dan kegembiraan dalam perayaan tahunan yang tak terlupakan.

“Kami berharap, Festival Pesona Bau Nyale terus menjadi momen yang memperkaya dan menginspirasi bagi semua yang hadir,” tutup Wahyu.***/mel