Puslitbang Humaniora Surabaya Sebagai RS Darurat Covid-19

Jayakarya News – Makin bertambahnya jumlah pasien positif Covid-19 di Jawa Timur membuat Pemprov Jatim menyiapkan tambahan rumah sakit darurat baru untuk penanganan pasien. Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak, menegaskan, saat ini sudah ada tambahan Puslitbang Humaniora Surabaya yang akan segera dipakai sebagai RS Darurat untuk isolasi pasein Covid-19.

“Hari ini ada RS Darurat Puslitbang Humaniora Surabaya yang disiapkan untuk bisa jadi RS rujukan baru. Ada juga RS Infeksi Airlangga, semoga bisa menambah signifikan kapasitas untuk merawat pasien Covid 19 di Jawa Timur,” kata Emil saat jumpa pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (3/5) malam.

Ketua Tim Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid 19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi, mengatakan, jumlah pasien yang overlaod di Jawa Timur cukup mengkhawatirkan. Untuk itu, kata dia, Gubernur Jatim dan Forkopimda mulai menyiapkan tambahan RS dan bed baru.

“Hari ini saya dapat instruksi dari Bu Gub untuk menghubungi pejabat kemenkes sampai Menkes. Alhamdulillah, Menkes sudah mengizinkan gedung Puslitabng Humaniora untuk dipakai sebagai RS darurat,” kata Joni yang juga Dirut RSU dr Soetomo Surabaya.

Ia menjelaskan, gedung Puslitbang Humaniora ukurannya cukup besar. “Kita tahu ini (Puslitbang Humaniora, red) besar sekali kalau (menampung) 500 pasien mampu,” ujarnya.

Joni telah mengecek lokasi gedung yang berada di Jalan Indrapura Surabaya tersebut. “Tadi bersama dengan Pak Sekdaprov Jatim (Heru Tjahjono) dan PU Cipta Karya sudah maping dan identifikasi. Sementara yang bisa dipakai 100-200 bed untuk ruang isolasi ringan sampai sedang,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut dia, tinggal perbaiki dan benahi AC yang kurang serta sistem drainase yang juga perlu ditambah. “Mudah-mudahan 2 atau 3 hari ini bisa selesai dan bisa digunakan,” harapnya.

Joni juga melihat pemanfaatan RS darurat Puslitbang Humaniora itu dapat membantu perawatan tren opname pasien Covid 19 yang bertambah banyak. “Ini gedung tua sama seperti Soetomo. Bahkan, lebih baik ini. Semoga bisa untuk merawat pasien Covid 19 di Jatim,” pungkasnya. (poedji)

RS Darurat di Pulau Galang Segera Beroperasi

JAYAKARTA NEWS— Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid 19 Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan  Riau, segera akan beroperasi, paling lambat Senin pekan depan. Pembangunan fasilitas tersebut merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo pada awal Maret 2020 lalu kepada jajaran terkait.

Fasilitas di Pulau Galang itu merupakan rumah sakit darurat untuk penanganan Covid-19 kedua yang disiapkan oleh pemerintah setelah sebelumnya telah mengoperasikan RS serupa di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Presiden mengatakan bahwa sejumlah fasilitas tersebut dipersiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya. Namun, ia berharap agar fasilitas yang ada tersebut nantinya tidak digunakan oleh karena meningkatnya pasien terpapar virus korona yang membutuhkan perawatan.

“Sejak awal saya sampaikan, ini dibangun memang untuk menyiapkan itu. Kita harapkan enggak dipakai. Nanti kalau sudah semuanya selesai baru ini akan kita alihkan pada penggunaan yang lain. Rencananya memang untuk rumah sakit penyakit-penyakit menular dan riset,” ujarnya selepas peninjauan RS Darurat Pulau Galang, Rabu (1/4/2020).

Kepala Negara sendiri menargetkan agar RS Darurat di Pulau Galang ini sudah dapat beroperasi paling lambat pada Senin mendatang. “Ini maksimal (hari) Senin sudah bisa dioperasikan,” tuturnya.

Untuk diketahui, RS Darurat di Pulau Galang tersebut memiliki tiga zonasi yang memiliki peruntukannya masing-masing. Zona A merupakan fasilitas penunjang bagi para dokter dan paramedis yang menangani pasien Covid-19 di pulau tersebut. Sementara Zona B diperuntukkan bagi fasilitas medis dan tempat isolasi serta observasi bagi pasien yang dirawat.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Zona C yang saat ini difungsikan sebagai area cadangan untuk pengembangan fasilitas-fasilitas lainnya di area rumah sakit yang sekaligus akan dijadikan pusat riset tersebut.

RS Darurat tersebut direncanakan untuk memiliki daya tampung sebanyak 1.000 tempat tidur yang dalam situasi saat ini diperuntukkan untuk merawat dan mengisolasi pasien Covid-19.

Selepas peninjauan tersebut, Kepala Negara kemudian bergerak menuju Pelabuhan Batam Centre, sebuah penyeberangan internasional, yang berada di pantai utara Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau, untuk meninjau sejenak sebelum bertolak kembali menuju Jakarta.***/ebn