Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Jatim, Ini Strategi Wagub Jatim Emil Dardak

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS– Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memaparkan sejumlah strategi serta tantangan dalam pengelolaan sampah dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Jawa Timur. Paparan ini disampaikan saat menjadi narasumber pada Pendampingan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Wilayah Provinsi Jawa Timur yang digelar di Hotel Vasa, Surabaya, Kamis (7/8).

Dalam paparannya, Emil menjelaskan bahwa Jawa Timur menghadapi tantangan signifikan dalam hal pengelolaan sampah. Berdasarkan Pengelolaan Sampah di Jatim Tahun Tahun 2024 P2 menunjukkan bahwa timbulan sampah di Jawa Timur mencapai 6,5 juta ton per tahun.

Dari jumlah tersebut, pengurangan sampah baru mencapai 899 ribu ton per tahun, sedangkan penanganan sampah mencapai 2,7 juta ton per tahun.

“Artinya, hanya sekitar 3,6 juta ton per tahun sampah yang terkelola, dan sisanya 2,9 juta ton per tahun belum tertangani secara optimal,” jelasnya.

Emil menyadari bahwa masih terdapat minimnya kesadaran masyarakat, terbatasnya infrastruktur dan teknologi, pendanaan serta investasi yang belum optimal, hingga koordinasi antar lembaga yang belum efektif.

“Persoalan sampah ini bukan hanya masalah teknis, tetapi juga menyangkut perilaku, kebijakan, dan kemitraan lintas sektor. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Emil menjelaskan, bahwa Pemprov Jatim telah melaksanakan Kesepakatan Bersama tentang kerjasama pengelolaan sampah regional di kawasan Gerbangkertosusilo antara Pemprov Jatim, Kab. Gresik, Mojokerto, Lamongan, Sidoarjo dan Kota Mojokerto.

Dihadapan para Deputi dan Bupati/Walikota yang hadir, Wagub Emil meminta kepada bupati/walikota untuk berkomitmen dalam menangani permasalahan sampah.

Pihaknya menjelaskan, bahwa Kementrian LH telah banyak memberikan evaluasi dan konsekuensi kepada pemerintah kabupaten/kota yang tidak patuh dalam pengelolaan sampah.

Bahkan ancaman yang bisa diterima jika tidak mengelola sampah secara integrasi yakni bisa dipidanakan.

“Jangan sampai terjadi di Jatim dan kita harus dicegah,” harapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Emil juga menyebut bahwa Pemkab Gresik akan menjadi pilot project penanganan dan pengolahan sampah B3 Limbah Rumah tangga.

Menurutnya, masyarakat harus diedukasi tentang pengolahan sampah rumah tangga yang bercampur dengan limbah B3.

Emil mencontohkan, raket nyamuk elektrik yang ketika tidak terpakai dan akan di buang terdapat potensi limbah B3 domestik yang berasal baterai.

“Kita berharap masyarakat bisa aware terhadap penanganan sampah rumah tangga sehingga dapat memilah antara sampah atau limbah B3,” harapnya.

Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Ade Palguna mengatakan, pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan sampah dengan target 51,21 % terkelola pada tahun 2025 dan terkelola hingga 100 % pada tahun 2029 mendatang.

RPJMN mengamanatkan 100% hingga pada tahun 2029 sampah terkelola melalui pengolahan sampah yang di fasilitas dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan antara lain di Bank Sampah, TPS3R, Rumah Kompos hingga Maggot BSF.

Tak hanya itu, Material Recovery Facility (MRF), TPST atau fasilitas waste to energy serta memastikan yang masuk ke TPU hanya residu.

Pihaknya minta kepada pemerintah daerah, agar pengolahan sampah harus dikelola secara terintegrasi dari hulu ke hilir, sampah harus dikelola dimulai dari sumber, diangkur dan diolah di fasilitas pengolahan sampah melalui pendekatan teknologi ramah lingkungan.

Saat ini, KLH/BPLH telah melakukan pengawasan terhadap 343 kabupaten/kota dan menetapkan sanksi administratif kepada 242 bupati/walikota.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bahwa persoalan sampah masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Kota Gresik terutama bagi masyarakat khususnya yang berada di wilayah kepulauan yang harus terus di edukasi penanganan sampah agar tidak di buang ke laut.

Pihaknya juga menginginkan agar Pemkab Gresik mendapatkan pendampingan terhadap pengelolaan limbah B3 karena Gresik banyak berdiri pabrik dan termasuk kawasan industri.

“Kami contohkan Pulau Bawean di buatkan incinerator pembakaran agar sampah tidak dibuang ke laut dan tidak mengandung Co2. Kami ingin di dampingi penanganan B3 baik rumah tangga maupun industri karena tempat kami banyak berdiri kawasan pabrik industri,” jelasnya.***poedji

Rekonstruksi Jembatan Penghubung di Pesantren Zainul Hasan Genggong Tuntas Agustus

PROBOLINGGO, JAYAKARTA NEWS – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau rekonstruksi jembatan yang menghubungkan Pondok Putri Hafshawaty Zainul Hasan Genggong di Desa Temenggungan Kecamatan Krejengan ke SMK Zainul Hasan dan Pondok Putra Hafshawaty di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, Kamis, (19/6).

Khofifah menyampaikan, jembatan tersebut dibangun ulang setelah pada Februari 2025 mengalami kerusakan akibat intensitas hujan lebat disertai rombolan material yang beragam menghantam jembatan. Akibatnya akses masyarakat pun terputus.

“Bisa dibayangkan para santri harus keliling dengan berjalan kaki. Insyaallah saat ini sedang disambung dan ditargetkan selesai ahir Agustus,” ujar Khofifah.

Menurutnya, rekonstruksi jembatan masuk ke dalam 9 Nawa Bhakti Satya, yakni Jatim Akses. Sebab, aspek terkait infrastruktur merupakan penguat konektivitas.

“Bersama-sama memberikan layanan terbaik bagi seluruh masyarakat untuk memudahkan akses dan mempercepat pergerakan manusia,” tuturnya.

Ke depan, Khofifah berharap sinergi memperkuat infrastruktur khususnya jembatan di Jawa Timur harus dilakukan bersama-sama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota.

“Bersama-sama membangun infrastruktur antara Pemprov dan Pemkab untuk percepatan konektivitas serta memaksimalkan layanan terbaik bagi masyarakat,” jelasnya.

Perbaikan jembatan disambut baik Lailatul Nafizah siswi SMK jurusan DKV kelas XI yang mengungkapkan terima kasih kepada Gubernur Khofifah karena membantu perbaikan jembatan.

“Senang dan terima kasih karena saya dan teman-teman bisa berangkat sekolah lebih cepat,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Aulya sebagai alumni santri mengatakan, perbaikan jembatan memudahkan aktivitas santri karena jaraknya tidak jauh.

“Mempermudah akses. Untuk itu saya ucapkan terima kasih Bu khofifah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Zainul Hasan, Andiy J Musthafa mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Khofifah karena menaruh perhatian kepada santri sehingga akses santri dari pondok ke sekolah lebih cepat.

“Saya ucapkan terima kasih dan berharap pengerjaan jembatan segera diselesaikan untuk mendukung aktivitas santri,” pungkasnya.***poedji

Inilah Respon Cepat BPBD dan Anggota Dewan Pascahujan Lebat dan Kebakaran di Pacitan

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS— BPBD Jatim merespon cepat kejadian hujan deras disertai sambaran petir yang mengakibatkan konsleting listrik dan kebakaran rumah di Kabupaten Pacitan, Sabtu (9/11/2024).

Bersama Anggota Komisi E DPRD Jatim Siti Mukiyarti, Tim BPBD Jatim yang diwakili Plt. Kabid RR Dhani Aribowo mengunjungi rumah Tuginem, warga terdampak kebakaran, di Dusun Krajan, Desa Sanggrahan, Kec. Kebonagung, Kab Pacitan, Selasa (19/11/2024).

Turut mendampingi, Asisten 1 Pemkab Pacitan Khemal Pandu Pratikna, Kalaksa BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko, Forkopimcam Kebonagung dan Kades setempat, Sutarno.

Dalam kunjungan ini, BPBD Jatim berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat memberikan bantuan material, berupa; semen, bata ringan, baja tulangan, kayu, dan pasir.

Penyerahan bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Anggota Komisi E DPRD Jatim Siti Mukiyarti kepada Tuginem, warga terdampak.

Kepada wartawan, ia menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas gerak cepat BPBD Pacitan, Forkopimcam dan Kades setempat dalam melaporkan kejadian bencana tersebut.

Ia juga mengapresiasi gerak cepat BPBD Jatim dalam memberikan bantuan kepada kepada warga terdampak.

“Semoga dengan bantuan material bangunan ini, pembangunan rumah Bu Tuginem bisa segera dilaksanakan, sehingga bisa ditempati kembali,” harapnya.***poedji

Provinsi Jawa Timur Borong 3 Penghargaan Bhumandala Award

JAYAKARTA NEWS— Provinsi Jawa Timur meraih 3 penghargaan dalam ajang Bhumandala Award yang diadakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) di Grand Studio Metro TV, Jakarta pada Senin (4/11/2024) malam.

Tiga penghargaan yang diborong meliputi Bhumandala Kanaka medali emas kategori Provinsi Bhumandala Nama Rupabumi, Bhumandala Rajata medali perak kategori Provinsi Bhumandala informasi Geospasial batas desa/kelurahan serta Bhumandala Ariti medali perunggu kategori Provinsi Bhumandala kinerja simpul jaringan Informasi Geospasial.

Tiga penghargaan yang diraih Provinsi Jatim diserahkan Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial Ibnu Sofian kepada Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono.

Sebagai wujud kebanggaan atas prestasi yang diraih, Adhy mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengembangan dan penerapan Informasi Geospasial (IG) di Jatim.

“Torehan prestasi itu sangat penting dan membanggakan untuk kemajuan pembangunan di Jawa Timur,” ungkapnya.

Adhy menjelaskan ketiga penghargaan yang sukses diraih Pemprov Jatim. Bhumandala Nama Rupabumi diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada instansi pemerintah pusat (kementerian/lembaga) dan pemerintah daerah (provinsi, kabupaten, dan kota) yang dinilai melaksanakan penyelenggaraan nama rupabumi dengan sangat baik. Sehingga manfaatnya terasa untuk tertib administrasi pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita hampir seluruhnya memberikan seluruh nama di permukaan bumi sebagai unsur alam seperti pulau, daerah, sungai, danau, teluk dan termasuk gunung telah diatur pada Peraturan Pemerintah (PP) 2/2021 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi (PNR),” tuturnya.

Lebih lanjut, Adhy menjelaskan penghargaan Bhumandala Informasi Geospasial Batas Desa/Kelurahan diberikan untuk mengapresiasi pemerintah daerah yang telah menyelenggarakan Informasi Geospasial Dasar (IGD). Dalam hal ini unsur batas wilayah terutama batas desa/kelurahan.

Menurutnya, penghargaan ini selaras dengan komitmen pemerintah untuk pelaksanaan kebijakan satu peta, salah satunya percepatan penyediaan unsur batas wilayah sebagai bagian dari perwujudan IGD.

“Semua desa maupun kelurahan di Jatim sepenuhnya sudah masuk dalam data Geospasial,” ujarnya.

Selain itu, penghargaan bhumandala kinerja simpul jaringan Informasi Geospasial, Adhy menuturkan Simpul Jaringan Informasi Geospasial (IG) merupakan institusi yang bertanggung jawab untuk mengelola data geospasial (DG) dan IG tertentu. Tugas Simpul Jaringan IG meliputi pengumpulan, pemeliharaan, pemutakhiran, pertukaran dan penyebarluasan.

Hal ini, kata Adhy, mempertegas bahwa Jawa Timur sudah memasukkan data dan informasi geospasial terkait perencanaan pembangunan ke dalam sistem data untuk digunakan dan dihubungkan melalui satu peta di Indonesia.

“Memudahkan kita untuk perencanaan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peta tersebut,” tegasnya.

Sebagai informasi, selain Provinsi Jatim beberapa kabupaten dan kota juga mendapatkan penghargaan bhumandala award, antara lain Kabupaten Tulungagung, Kota Malang, Kota Surabaya dan Kota Mojokerto.

Seluruh proses tahapan penilaian dan penjurian melibatkan tim internal Badan Informasi Geospasial (BIG) dan tim eksternal meliputi unsur akademisi serta perwakilan pemerintah pusat.***poedji

Bantuan Listrik Gratis dari Kementerian ESDM bagi Puluhan Ribu Rumah Tangga di Jawa Timur

JAYAKARTA NEWS— Puluhan ribu rumah tangga di Jawa Timur menjadi target penerima bantuan listrik gratis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang bersinergi dengan DPR RI untuk pemasangan listrik gratis bagi 26.605 Rumah Tangga tidak mampu di Provinsi Jawa Timur.

Wahyudi Joko Santoso sebagai Koordinator Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian, mengatakan, program bantuan pasang baru listrik (BPBL) tahun anggaran 2024 tersebut, mendukung upaya pemerintah dengan meningkatkan rasio elektrifikasi, karena membantu masyarakat memperoleh akses listrik.

“Program yang dijalankan sejak tahun 2022 ini tetap lanjut hingga tahun 2024,” ujarnya, Sabtu (26/10/2024).

“Tahun ini menargetkan 150.000 rumah tangga se-Indonesia,” sambung Wahyudi saat Sosialisasi dan Penyalaan Pertama Program BPBL Provinsi Jawa Timur di Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.

Foto: istimewa

Program BPBL inipun diharapkan dapat membawa manfaat bagi masyarakat.

Dengan memiliki akses listrik sendiri, penerima BPBL diharapkan tidak lagi tergantung dari tetangga untuk penyediaan listriknya, yang secara tidak langsung membuat susut jaringan sambungan ilegal melalui penarikan kabel antar rumah.

Perlu diketahui, sambungan listrik yang tidak sesuai dengan kaidah keselamatan ketenagalistrikan, karena tidak dipasang oleh badan usaha yang terakrediasi dan tenaga teknik yang tersertifikasi tentu sangat berbahaya.

Anggota DPR RI Moreno Soeprapto mengapresiasi program BPBL Ia berujar, walaupun belum seluruh masyarakat Malang Raya terjangkau bantuan ini, namun sebagian warga di wilayah tersebut telah mendapatkan manfaat program yang menjadi aspirasinya.

Moreno juga mengatakan, program ini sangat membantu produktivitas. Karena dengan adanya akses listrik ini, memudahkan masyarakat dalam bercocok tanam, beraktivitas di luar rumah, dan mendukung anak-anak sekolah untuk belajar pada malam hari. Yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kesejahteraan manyarakat.

Selain itu Staf Ahli Direksi PT PLN (Persero) Bonar Hutapea berharap, kolaborasi antara pemerintah dan PLN menjadi langkah awal sinergi untuk melakukan perluasan dan pengembangan kerjasama lainnya yang memungkinkan pemanfaatan potensi bisnis dalam Ekosistem Listrik.

“Kami yakin Program BPB 2024 dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Bonar.

Bonar menyampaikan, selama ini Riyawati (penerima manfaat BPB, Desa Jambuer, Kec. Kromengan, Kab. Malang) menyalur listrik dari rumah kakeknya namun sering mati lampu. “Terima kasih karena dengan adanya program ini saya jadi terbantu,” ujar Riyawati.

Dan menurut Jumiayah (41 tahun) sebagai penerima bantuan yang lain yang sehari-hari bekerja sebagai penjual gorengan juga berterimakasih atas bantuan yang di terima sehingga Ibu tiga orang anak ini mempunyai listrik sendiri. “Terima kasih atas bantuannya, semoga ke depan masyarakat lain juga bisa mendapatkan bantuan listrik ini,” ujarnya. (dian)

Tim BPBD Lumajang Juara Umum Semarak Gelar Peralatan se-Jatim

BANYUWANGI, JAYAKARTA NEWS-Semarak Gelar Peralatan
yang berlangsung di Pantai Boom Kab. Banyuwangi sejak Sabtu (13/7/2024) ditutup secara resmi oleh Deputi Bidang Logistik BNPB, Lilik Kurniawan, Senin malam (15/7/2024).

Prosesi penutupan ini ditandai dengan pembagian hadiah lomba dan penampilan hiburan oleh Grup Band asal Yogyakarta, Endang Soekamti dan dua artis lokal, Irena Ghea dan Tasya Kirana.

Khusus untuk kegiatan lomba, terpilih sebagai juara umum dalam lomba gelar peralatan tahun ini; Tim BPBD Kabupaten Lumajang.

Hadiah utama diserahkan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Lilik Kurniawan dengan didampingi Sekretaris BPBD Jatim Andhika N Sudigda.

Sedang, terpilih sebagai juara 1 kategori Display Logistik dan Peralatan tahun ini adalah, BPBD Kabupaten Malang.

Lalu disusul, BPBD Kab. Jember, BPBD Kab. Banyuwangi, BPBD Kab. Situbondo dan BPBD Kab. Gresik.

Deputi Logistik Lilik Kurniawan menyampaikan apresiasi tak terhingga kepada segenap panitia dan tim tuan rumah, Kabupaten Banyuwangi.

Tak lupa, ia juga mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba gelar peralatan tahun ini.

Namun, baginya, juara bukanlah yang utama. Karena dalam dunia kebencanaan tidak ada istilah kalah menang. Tapi yang ada adalah, kebersamaan dan saling menguatkan.

Sebelumnya, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto juga menyampaikan pentingnya kegiatan gelar peralatan, sebagaimana yang dilakukan Jawa Timur.

“Kegiatan gelar peralatan ini sangat penting sekali. Karena, keberhasilan penanganan bencana itu 73 persennya ditentukan oleh kesiapan logistik dan peralatan,” ujar mantan Pangdam V/Brawijaya ini.

Sementara, dalam penutupan kegiatan ini juga disampaikan 5 arahan Kepala BNPB terkait kesiapan logistik dan peralatan.

Pertama, Terjaminnya logistik dan peralatan yang memadai di setiap daerah. Kedua, Pemeliharaan peralatan secara rutin untuk memperpanjang usia pakai peralatan PB secara maksimal.

Ketiga, Peningkatan kapasitas SDM dalam tata kelola pergudangan logistik dan peralatan agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Keempat, Segera bentuk Klaster Logistik dengan menjalin kerjasama bersama stakeholder terkait.

“Dan kelima, perlunya membangun digitalisasi sistem manajemen logistik dan peralatan,” pesannya.

Akhirnya, di penghujung agenda penutupan Gelar Peralatan tahun ini, para peserta dan segenap panitia diajak bersama-sama melantunkan lagu favorit Band Endank Soekamti, ‘Sampai Jumpa’. ***poedji

Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Jatim Meninggal Dunia

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS-Kepala Diñas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim Andromeda Qomariah meninggal dunia Senin(15/7). Almarhumah wafat setelah dirawat di Rumah Sakit Dr. Sutomo.

Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono dqn beberapa kepala perangkat daerah, serta Gubernur Jatim periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa takziah ke rumah duka.

Selanjutnya rombongan Pj gubernur mengikuti salat jenazah di Masjid Tholabuddin dan mengantarkan jenazah ke Makam Kembar Rungkut Lor, Kota Surabaya.

“Innalilahi wa innailaihi rojiun. Hari ini kami atas nama Pemprov Jatim menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Andromeda Qomariah Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim,” ujar Adhy di rumah duka.

Dalam kesempatan ini, Pj. Gubernur Adhy mengungkapkan bahwa selama hidupnya, Andromeda Qomariah merupakan figur yang sangat baik, pekerja keras, disiplin dan bertanggung jawab dengan segala tugas-tugasnya.

“Seluruh keluarga besar Pemprov Jatim sangat berduka. Kami sangat kehilangan sosok seorang pejuang yang membantu masyarakat dalam memajukan koperasi dan UKM di Jawa Timur,” katanya.

“Meskipun sakit, beliau tetap semangat dan tak pernah putus asa mengemban tugas. Terima kasih pengabdian kepada nusa dan bangsa dan sudah memberi insipirasi bagi seluruh jajaran,” tambah Adhy.

“Semoga amal kebaikan almarhumah menjadi pahala, diampuni khilaf dan dosanya, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Keluargq diberi kesabaran dan keteguhan hati. Mari kita hantarkan beliau ke tempat istirahat terakhir,” tegasnya.

Untuk diketahui, Andromeda Qomariah meninggal dunia setelah dirawat karena sakit di Graha Amerta RSUD Dr Soetomo Surabaya. Perempuan kelahiran Bojonegoro 17 Januari 1968 tersebut, mempunyai karir panjang di berbagai jabatan strategis di Pemprov Jatim.

Sebelum menjadi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Jatim sejak November 2021 lalu, Andromeda pernah menjadi Kepala Bidang Promosi dan Pelayanan Penanaman Modal.

Lebih lanjut, pada kurun 2017-2020 pernah menjabat Kepala Bidang Kerjasama dan Promosi Penanaman Modal. Kemudian pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal pada tahun 2020 – 2021.***poedji

Percepat Pemulihan Dampak Bencana, Ini Langkah BPBD Jatim di Magetan dan Madiun

MADIUN, JAYAKARTA NEWS— Musim pancaroba yang berlangsung saat ini dimanfaatkan BPBD Jatim untuk melakukan pemulihan sejumlah infrastruktur yang terdampak bencana hidrometeologi di sejumlah daerah.

Guna percepatan proses pengerjaan, Selasa (4/6/2024), Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto melakukan peninjauan terhadap sejumlah lokasi yang sedang mengawali pekerjaan perbaikan. Di antaranya, di Kabupaten Magetan dan Kabupaten Madiun.

Di Magetan, Kalaksa BPBD Jatim meninjau dua lokasi, yakni, perbaikan tanggul sungai di Desa Banjarpanjang Kec. Ngariboyo yang rusak akibat tergerus banjir 28 Februari lalu, dan perbaikan jembatan ambrol di Desa Plangkrongan Kec. Poncol yang longsor akibat tergerus arus sungai setempat, setahun lalu.

Sedang di Kab. Madiun, peninjauan dilakukan terhadap kegiatan perbaikan jembatan dan talud sungai di Desa Ketandan, Kec. Dagangan yang rusak akibat banjir dan longsor pada 27 Desember 2023.

Turut dalam peninjauan ini, Kepala Bakorwil Madiun Heru Wohono Santoso, sejumlah pejabat eselon III di lingkungan BPBD Jatim, dan Kalaksa BPBD setempat.

Di akhir peninjauan, Kalaksa Gatot Soebroto mengatakan, peninjauan perbaikan infrastruktur terdampak bencana ini sengaja dilakukan guna percepatan progres kegiatan yang baru dikerjakan.

“Kami berharap, proses pemulihan infrastruktur terdampak bencana ini nanti bisa dilakukan dengan cepat, agar bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” harapnya.

Sementara, berdasar peninjauan di lokasi, perbaikan infrasturktur di tiga titik tersebut, kini baru dimulai.

Karena masih awal pengerjaan, maka capaian progres rata-rata masih antara 0-10 persen.

“Kita memang ingin melihat posisi nol persen dari kegiatan ini. Nanti 50 persennya seperti apa dan 100 persennya juga seperti apa,” pungkasnya.***poedji

Jatim Dominasi Raih Predikat 10 Terbaik Digital Government Award SPBE Summit 2024

JAYAKARTA NEWS – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jatim dan 10 pemerintah kabupaten/kota di Jatim yang berhasil mendominasi raihan predikat 10 besar pada Digital Government Award SPBE Summit 2024.

10 kab/kota tersebut diantaranya Kota Surabaya, Kota Madiun, Kota Mojokerto, Kota Malang, dan Kabupaten Tuban. Selanjutnya, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Madiun, Kabupaten Gresik, Kabupaten Kediri, Kabupaten Trenggalek.

Bahkan 3 dari 10 kabupaten dan kota berhasil mendapatkan peringkat pertama dalam Digital Government Award SPBE Summit 2024 dari Presiden Joko Widodo. Yakni, Kota Surabaya kategori indeks SPBE tertinggi, Kabupaten Tuban kategori peningkatan indeks SPBE tersignifikan dan Kabupaten Banyuwangi kategori indeks SPBE tertinggi.

“Alhamdulillah, tiga perwakilan Jatim mendapatkan penghargaan langsung dari Presiden Jokowi. Kami sampaikan selamat, penghargaan ini sebagai wujud pelayanan publik berbasis digital yang responsif dan akuntabel dari pemerintah untuk masyarakat,” ujarnya, Selasa (28/5).

“Selain itu, selamat kepada tujuh kabupaten/kota lainnya juga masuk dalam 10 terbaik kategori kabupaten maupun kota, yakni Kabupaten Madiun, Kabupaten Gresik, Kabupaten Mojokerto, Kota Madiun, Kota Mojokerto, Kota Malang dan Kabupaten Trenggalek,” lanjut Adhy.

Pj. Gubernur Adhy menambahkan, ketiga kabupaten dan kota di Jatim yang menerima penghargaan SPBE Award Summit 2024 ini memenuhi syarat berdasarkan tingkat kematangan instansi pemerintah dari tim independen dan koordinasi SPBE.

Selain itu, Pemprov Jatim juga terus berupaya memberikan pelayanan publik yang cepat dan efisien berbasis digital. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya indeks SPBE dari 3,30 di tahun 2022 menjadi 3,62 pada tahun 2023. Indeks tersebut masuk dalam predikat sangat baik, dari sebelumnya di predikat baik.

Lebih lanjut disampaikannya, Pemprov Jatim bersama Pemkot Surabaya dan Pemkab Banyuwangi menjadi piloting Pelaksanaan Kebijakan Evaluasi Belanja SPBE dan Konsolidasi Layanan Digital di Jawa Timur.

Ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 500.8.5/2887/Bangda tanggal 29 April 2024. Selain itu juga menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 000.9.3.2/92/SJ Tanggal 5 Januari 2024 tentang Peran Pemerintah Daerah Dalam Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional, dan menindaklanjuti hasil Rapat Kabinet Terbatas yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 25 Januari 2024 lalu.

“Pemprov Jatim berperan dalam pembinaan operator SPBE di Kabupaten/Kota, sosialisasi SPBE ke Kabupaten/Kota, Bimtek dan pelatihan bagi OPD Pemprov dan Kabupaten/Kota dengan narasumber dari Kemenpan RB serta melakukan koordinasi dan penyelarasan strategis SPBE untuk Kabupaten/Kota,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pj. Gubernur Adhy menyampaikan bahwa pemerintah pusat juga meluncurkan aplikasi berbasis satu data bernama INA Digital. Ia mendukung penuh peluncuran aplikasi INA Digital oleh Presiden Jokowi di Istana Presiden pada Senin, (27/5/2024).

Bahkan, pihaknya menegaskan komitmennya untuk mendukung aplikasi yang dikelola Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). Menurutnya, integrasi berbagai layanan pemerintah dalam satu portal tersebut diyakini akan mempermudah akses bagi masyarakat, serta meningkatkan interoperabilitas antar kementerian dan lembaga.

“Kami mendukung dan mengapresiasi peluncuran INA digital yang menekankan pada penggunaan teknologi modern dan digitalisasi untuk mempercepat penyediaan layanan publik yang lebih responsif dan akuntabel kepada masyarakat,” ungkap Adhy yang hadir langsung pada acara peluncuran INA Digital.

“Aplikasi ini tidak hanya mempermudah akses layanan bagi masyarakat tetapi juga meningkatkan efisiensi dan transparansi pemerintah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, seiring dengan pengembangan INA digital, Adhy berpesan juga ingin agar seluruh ASN di Pemprov Jatim bisa melakukan Inisiatif, Kolaborasi, dan Inovasi untuk menciptakan aplikasi serupa. Namun bukan menciptakan aplikasi baru. Melainkan, mengedepankan keberlanjutan dan terintegrasinya sistem dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya yang telah ada di Jatim.

“Kami melakukan moratorium aplikasi baru, hanya peningkatan atau pengembagan dari aplikasi yg sudah ada. Jadi bukan lomba membuat aplikasi baru. Tapi integrasi aplikasi yang ada supaya dimaksimalkan. Ini akan membuat masyarakat lebih mudah untuk menjangkau layanan kita,” tegasnya.

Adhy menambahkan pentingnya penyiapan SDM yang menjadi hal penting untuk menyukseskan digitalisasi. Ia pun mengajak seluruh stakeholder utamanya di bidang pengembangan SDM agar bisa membuka peluang kerja sama.

“Kita terus bekerjasama dengan stakeholder yang betul-betul mampu bekerja di dalam pengembangan digitalisasi di pemerintah. Digital itu sangat berdampak bagi pembangunan dan ini membawa keberhasilan bagi Jawa Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo mengatakan, diluncurkannya aplikasi INA digital di lingkup birokrasi akan mempercepat dan memudahkan sistem pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan mengucap Bismillah dan untuk meningkatkan daya saing Indonesia, GovTech satu portal terintegrasi yang dinamakan INA digital saya resmikan,” kata Jokowi.

“Hadirnya birokrasi untuk melayani masyarakat bukan mempersulit bahkan memperlambat karena, yang menjadi tolak ukur masyarakat adalah kepuasaan dan kemudahan pelayanan publik,” tambahnya.

Peluncuran aplikasi INA digital ini, kata Presiden Jokowi, bakal memangkas seluruh aplikasi maupun platform yang telah dibuat oleh berbagai kementerian dan Pemerintah di daerah.

“Tidak mungkin bisa mempermudah dan mempercepat karena banyak aplikasi dan platform yang tumpang tindih di kementerian, lembaga dan Pemda. Maka mulai tahun 2024 berhenti membuat aplikasi maupun platform baru,” jelasnya.

Selain itu, munculnya satu data bernama INA GovTech memangkas anggaran yang bernilai ekonomis. Dari sisi ekonomi, Jokowi mengatakan, negara mengeluarkan uang senilai Rp 6,2 triliun untuk membuat aplikasi atau platform baru.

“Satu kementerian ada lebih 500 aplikasi. Kemenkes saja ada 400 aplikasi. Bayangkan jumlah yang banyak. Belum kalau ganti pimpinan, ganti aplikasi. Orientasinya selalu proyek. Itu tidak boleh diteruskan lagi,” tegas Presiden Jokowi.

“Semua aplikasi berdiri sendiri. Install dan isi data lagi. Ribet. Ini yang kita stop,” tandasnya.***poedji

60 Yankes Bergerak Beri Layanan Kesehatan Gratis 563 Pasien di Pulau Raas

SUMENEP, JAYAKARTA NEWS-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi mengirim 60 tenaga kesehatan yang tergabung dalam Tim Pelayanan Kesehatan (Yankes) Bergerak ke Pulau Raas Kabupaten Sumenep, Madura pada tanggal 17-20 Mei 2024.

Selama empat hari, Tim Yankes Bergerak melayani sebanyak 563 masyarakat. Dengan rincian 323 pasien spesialistik di antaranya 128 orang tersebut dilakukan tindakan operasi, 92 pasien kesehatan tradisional, dan 148 orang sasaran Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM).

Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan, bahwa Yankes Bergerak ini merupakan sebuah bentuk komitmen sekaligus ikhtiar memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat Jatim, utamanya di wilayah kepulauan.

’’Tahun ini, Kepulauan Raas menjadi salah satu tujuan Pelayanan Kesehatan Bergerak. Pelayanan Kesehatan Bergerak, ini merupakan salah satu ikon program gubernur sejak 2019 yang bertujuan memberikan layanan kesehatan masyarakat di daerah terpencil dan terluar Jatim,” ujarnya Selasa (21/5).

Demi memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kepulauan, Pj. Gubernur Adhy menyebut kalau Tim Yankes Bergerak harus menempuh perjalanan darat dan laut dengan jarak tempuh hampir 12 jam. Sesampaimya di lokasi, para rombongan langsung memulai kegiatannya berpusat di Puskesmas Kecamatan Raas.

“Dukungan dari banyak pihak terutama rumah sakit yang ada di Jawa Timur membuat program Yankes Bergerak ini lancar selama empat hari ini,” kata Adhy.

Yankes Bergerak ini mendapat juga dukungan dari RSUD Dr Soetomo, RSUD Haji Prov. Jatim, RSUD Dr Saiful Anwar, RSUD Mohammad Noer, RS Mata Masyarakat Jawa Timur, Organisasi Profesi Kesehatan Tradisional, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan lintas sektor terkait (Dishub, BMKG, dan PT Dharma Dwipa Utama).

Sementara itu, Kepala Dinkes Jatim dr. Erwin Astha Triyono mengatakan, Yankes Bergerak pada Bulan Mei ini menyasar Kepulauan Raas dengan tujuan utamanya adalah mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil yang berada di wilayah kepulauan.

“Allhamdulillah respons masyarakat sungguh luar biasa. Banyak dari masyarakat sangat aktif untuk memeriksakan Kesehatan mereka atau hanya sebatas ingin melakukan check up tas kondisi kesehatan mereka,” jelasnya.

Tak hanya memberikan layanan kesehatan gratis, Tim Yankes Bergerak juga turut memberikan sosialisasi gerakan masyarakat meliputi kesehatan jiwa, kesehatan lingkungan, dan gizi masyarakat.

Di bidang kesehatan jiwa, Tim Yankes Bergerak meluncurkan timnya ke beberapa titik di Kepulauan Raas untuk melakukan skrining kejiwaan bagi masyrakat kelompok usia dewasa, remaja, dan anak-anak di puskesmas serta Pondok Pesantren Sirajul Akhyar.

Di bidang kesehatan lingkungan melakukan sosialisasi pembuatan jamban yang murah dan mudah kepada delapan kepala dusun antara lain Dusun Barat Embung 1 dan Embung 2, Temor Embung, Sonok, Kalosot, Brakas, Talango Tengah, dan Talango Air.

Sosialisasi jamban ini sangat penting karena masih terdapat 600 KK yang tidak memiliki jamban di Kecamatan Raas. Targetnya, setelah adanya sosialisasi pembuatan jamban yang berlangsung pada 18-19 Mei 2024, Kecamatan Raas bisa masuk sebagai daerah Open Defecation Free (ODF)/ Stop Buang Air Besar Sembarangan.

Sementara itu, untuk bidang gizi masyarakat, Yankes Bergerak melakukan edukasi tentang pemberian MP ASI (Makanan Pendamping ASI) pada anak, pencegahan ibu hamil KEK, pengarahan pada kader posyandu, pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT), hingga kunjungan pada balita stunting dan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK).

Setelah tahap pertama ini, kata Kadinkes Erwin, Yankes Bergerak tahap kedua dilaksanakan pada Bulan September di Pulau Sapudi. Sedangkan, tahap ketiga dilaksanakan pada Bulan November di Pulau Kangean.

“Waktu keberangkatan akan disesuaikan dengan hasil konsultasi dengan BMKG terkait cuaca dan ketinggian air laut.” ujar dr. Erwin.

Seorang nakes RSMM Jawa Timur yang ikut dalam Tim Yankes Bergerak, Anggi Nadhroh Muhammad mengaku mendapatkan pengalaman luar biasa selama empat hari di Pulau Raas Sumenep. Ia senang dapat membantu warga setempat dalam rangka pemenuhan kebutuhan kesehatan.

“Pengalaman sangat berharga bisa membantu masyarakat kepulauan. Program ini sangat menjangkau, karena warga cukup berkumpul di area sekitar Puskesmas Kecamatan Raas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, dimana tidak perlu ke Kota Sumenep yang harus menempuh waktu 5 – 6 jam perjalanan laut,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Kecamatan Raas, Hermanto menyambut baik kedatangan Tim Yankes Bergerak ke wilayahnya. Ia pun berharap, kegiatan ini tak terhenti sampai tahun ini. Namun akan berlanjut ke tahun selanjutnya.

Hermanto mengungkapkan, bahwa tahun lalu pelayanan kesehatan berhasil menangani 476 kasus terdiri dari kasus antara lain obgyn, mata, THT, dan kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM). Akan tetapi, tahun ini lebih banyak jumlah pasien yang bisa tertangani, yakni total 563 pasien.

’’Ini adalah upaya mulia dari Pemprov Jatim. Masyarakat kami bisa berobat dengan baik tanpa harus menyeberang ke Sumenep. Di sana masyarkat kami masih harus antri. Lewat Yankes Bergerak ini menjadi kebahagiaan tersendiri karena segala kasus bisa tertangani langsung,” tutupnya.***poedji