Indra Sjafri Panggil 32 Pemain untuk Tim U-20 TC Jakarta dan Korsel

JAYAKARTA NEWS — Pelatih kepala tim U-20 Indra Sjafri, memanggil 32 nama pemain untuk melakukan pemusatan latihan atau TC ( Training Center) di Jakarta dan Korea Selatan (Korsel).

“Pemain-pemain ini adalah gabungan antara pemain yang bermain di Piala AFF U-19 kemarin, ditambah beberapa pemain yang sudah pernah ikut TC sebelum AFF dimulai,” ujar Indra, dikutip dari laman PSSI

“Saya katakan, kalau di AFF kita gunakan sebagai ajang sasaran antara untuk pemantapan dan pematangan tim, maka di TC kali ini, kita akan persiapkan lebih baik lagi jelang kualifikasi Piala Asia U-20, dengan beberapa pemain tambahan lain,” tegas Indra lagi.

TC di Jakarta akan berlangsung dari tanggal 11-18 Agustus 2024, sedangkan untuk TC di Korea Selatan, akan berlangsung tanggal 19 Agustus hingga 2 September 2024.

Tim ini disiapkan untuk menghadapi kualifikasi Piala Asia U-20 2025 yang akan berlangsung tanggal 21 hingga 29 September 2024, di mana Indonesia menjadi tuan rumah babak kualifikasi tersebut.

Indonesia berada di grup F bersama dengan Yaman, Timor Leste dan Maladewa. Di laga perdana, Indonesia akan bertemu Maladewa yang dimainkan tanggal 25 September 2024. Kemudian melawan Timor Leste di tanggal 27 September 2024, dan terakhir melawan Yaman di tanggal 29 September 2024.

Ada 45 tim peserta yang dibagi ke dalam 10 grup, yang berisi lima peserta di lima grup dan empat peserta di lima grup lainnya.

Sepuluh pemenang grup dan lima tim peringkat kedua terbaik akan melaju ke Final, dengan Tiongkok dijadwalkan menjadi tuan rumah turnamen tersebut.

Finalnya dijadwalkan akan berlangsung tanggal 6 hingga 23 Februari 2025.

Daftar 32 Pemain Tim U-20 TC Jakarta dan Korea Selatan:

1. Ikram Algiffari – Semen Padang

2. I Wayan Artha Wiguna – Bali United

3. Rifky Tofani – Malut United

4. Fitrah Maulana Ridwan – Persib Bandung

5. Muhammad Mufli Hidayat – PSM Makassar

6. Muhammad Alfahrezi Buffon – Borneo Fc

7. Rizdjar Nurviat Subagja – Borneo Fc

8. Kadek Arel Priyatna – Bali United

9. Meshaal Hamzah Bashier Osman – PSBS Biak

10. M. Iqbal Gwijangge – Barito Putra

11. Sulthan Zaky Pramana Putra Razak – PSM Makassar

12. Muhammad Farhan Sopiulloh – Persiku Kudus

13. Dony Tri Pamungkas – Persija Jakarta

14. Alexandro Felix Kamuru – Barito Putra

15. Fandi Bagus Pamungkas – Bhayangkara

16. Figo Dennis Saputrananto – PSIM Yogyakarta

17. Ji Da Bin – Bhayangkara FC

18. Muhammad Darel Valentino Erlangga – Malut United

19. Tony Firmansyah – Persebaya Surabaya

20. Arlyansyah Abdulmanan – PSIM Yogyakarta

21. Muhammad Mufdi Iskandar – Malut Selection

22. Marselinus Ama Ola – UD Logrones

23. Muhammad Riski Afrisal – Madura United

24. Arkhan Kaka Putra Purwanto – Persis Solo

25. Rahmat Syawal – PSIS Semarang

26. Camara Ousmane Maiket – Borneo Fc

27. Muhammad Ragil – Bhayangkara

28. Jehan Pahlevi – Persiku Kudus

29. Maouri Ananda Yves Ramli Simon – Bali United

30. Muhammad Nabil Asyura – Dejan FC

31. Aditya Warman – Persija Jakarta

32. Acmad Zidane Ar Rosyid – PSS Sleman.***/din

Coach Indra Sjafri Membuka “Rahasia” Kemenangan Timnas di Ajang SEA Games Kamboja

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Pelatih Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia U-23 yang juga Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (13/6) malam.

Dalam pertemuan yang penuh kehangatan dan keakraban tersebut, Gubernur Khofifah menanyakan kepada ‘Coach’ Indra Sjafri soal resep kesuksesannya membawa Timnas Sepak Bola Indonesia U-23 meraih juara, yang terbaru adalah saat membawa kemenangan dalam ajang SEA Games 2023 di Kamboja bulan Mei lalu.

“Tadi ‘Coach’ Indra Sjafri bercerita bahwa selain mengasah bakat dan kemampuan yang harus terus dilatih, pendekatan mental dan spiritual menjadi salah satu kunci seseorang meraih kesuksesan. Bahkan beliau rutin mengajak para pemain Timnas U-23 yang beragama Islam untuk melaksanakan Sholat Tahajud ,” katanya.

Khofifah pun menyampaikan apresiasinya pada pendekatan mental dan spiritual yang melengkapi technical skill yang dilakukan Indra Sjafri kepada para pemain Timnas Indonesia U-23 yang diasuhnya.

Menurutnya, dalam setiap usaha atau ikhtiar yang diiringi dengan pendekatan spiritual seperti sholat, doa, puasa ataupun bersedekah, insyaAllah selalu ada kekuatan dan keberkahan dari Allah SWT untuk mengantarkan kesuksesan.

“Jadi selain mengasah bakat dan kemampuan dengan latihan rutin serta kerja keras berlatih para pemain, beliau ini sering mengajak pemain Timnas untuk tidak lupa beribadah dan berdoa. Alhamdulillah, pendekatan spiritualitas ini melengkapi ikhtiar latihan dan kerja keras para pemain di lapangan,” katanya.

Lebih lanjut, terkait pembinaan sejak dini bagi para pemain sepak bola Indonesia, Gubernur Khofifah mendukung upaya coach Indra Sjafri yang mencari bibit-bibit unggul pemain sepakbola sejak dini.

“Saya yakin banyak anak muda di Jatim yang punya bakat dan keahlian unggul bermain sepak bola sejak dini. Tinggal bagaimana pembinaan ini dilakukan sejak dini. Saya optimis ke depan akan banyak pemain Timnas sepak bola Indonesia yang asalnya dari Jatim,” katanya.

Sementara itu, Pelatih Timnas Sepak Bola Indonesia U-23, Indra Sjafri, mengatakan bahwa pendekatan spiritualitas yang ia lakukan ini dilakukan agar jangan sampai seseorang memiliki sifat sombong. Selain itu, agar dalam setiap pertandingan selalu ingat Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Tadi Ibu Gubernur juga bercerita hal yang sama. Beliau juga rutin mengajak para Kepala Dinas atau staf untuk menjalankan puasa sunah. Dan menurut saya inilah salah satu hal yang membuat Jatim banyak prestasi yang diraih,” pungkasnya.

Dalam pertemuan ini, Gubernur Khofifah turut menjamu coach Indra Sjafri dengan buah-buahan khas Jatim. Seperti nanas PK-1 asal Kediri, Durian Kembang asal Lumajang, dan beberapa buah yang dipetik langsung dari halaman belakang Grahadi seperti nangkadak dan buah mentega. (poedji)

Indra Sjafri Memulai FIFA Technical Leadership Diploma yang Prestisius di Brasil

JAYAKARTA NEWS— Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri terpilih sebagai salah satu dari 25 peserta FIFA Technical Leadership Diploma yang baru diluncurkan di Brasil minggu ini. Indra bergabung dengan direktur teknik terpilih lainnya dari asosiasi anggota dan konfederasi dari seluruh dunia di Kompleks Pelatihan Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) di Rio de Janeiro untuk kloter pertama dari kursus selama 18 bulan.

FIFA Technical Leadership Diploma ini bertujuan untuk menjadikan ‘kualifikasi yang diakui secara global’ untuk pemimpin teknik yang bekerja dalam permainan dan akan mempersiapkan peserta untuk tantangan dan peluang berbeda yang dihadapi oleh anggota federasi dalam asosiasi. Lima area domain inti akan mencakup:

– Technical Leadership 

– High Performance

– Coach Education  

– Amateur Football

– Management

“Saya merasa terhormat dan beruntung bisa mengikuti kursus yang luar biasa ini, melalui perwakilan saya disana, kami belajar tentang kepemimpinan, bagaimana membuat rencana strategis berdasarkan budaya kita dan menciptakan identitas sepak bola nasional. Brasil adalah contoh luar biasa dari hal ini. Dalam 18 bulan ke depan saya berharap dapat meningkatkan kapasitas saya sebagai direktur teknik sekaligus mengembangkan jaringan, serta menghadirkan Indonesia di dunia internasional,” ujar Indra Sjafri sebagaimana dikutip dari laman pssi.org

“Direktur Teknik dalam sebuah federasi memegang peranan yang sangat penting untuk terus meningkatkan kualitas permainan dan pengembangan sepakbola itu sendiri, untuk itu kursus ini sangat diperlukan oleh Direktur Teknik PSSI. Saya dan coach Indra Sjafri bekerja sangat dekat setiap hari untuk dapat mencapai visi misi PSSI,” kata Sekjen PSSI Yunus Nusi.

“Kami dengan senang hati menyambut Indra ke Technical Leadership Diploma kami yang baru,” kata Steven Martens, Direktur Pengembangan Sepak Bola Global FIFA.

“Peran technical leader sangat penting untuk masa depan sepakbola dan kami percaya harus mendapatkan pengakuan yang lebih besar,” tambah Martens.

“Selama beberapa tahun terakhir, FIFA telah bekerja sama dengan asosiasi anggota untuk mengembangkan sejumlah program, seperti Talent Development Scheme (TDS).”

“Keberhasilan implementasi program-program ini bergantung pada kepemimpinan Direktur Teknik. Jadi, tentu saja, kami ingin mendukung, mengembangkan, dan bekerja sama dengan Direktur Teknik untuk membantu mereka menjadi yang terbaik dan, sebagai hasilnya, membantu mengembangkan game ini,” tambah Martens.

‘Kualifikasi yang diakui secara global’ untuk Direktur Teknik FIFA Technical Leadership Diploma adalah kualifikasi pertama dari jenisnya dan bertujuan untuk menjadi ‘kualifikasi yang diakui secara global’ untuk Pemimpin Teknis yang bekerja dalam permainan.

“Saat ini, tidak ada satupun penghargaan atau akreditasi yang memungkinkan seseorang menjadi direktur teknik dalam asosiasi anggota,” jelas Jamie Houchen, Kepala Kepemimpinan Teknis FIFA.

“Jika Asosiasi Anggota ingin merekrut Direktur Teknik, tidak ada tolok ukur kualitas. Kami percaya FIFA Technical Leadership Diploma akan menjadi kualifikasi yang diakui secara global untuk Direktur Teknik dan menghasilkan lulusan dengan kualitas terbaik untuk memimpin sepak bola di seluruh dunia.”

Setelah lokakarya enam hari di Brasil, 25 peserta akan memulai proyek pribadi mereka sendiri yang berfokus pada konteks unik mereka sendiri serta mengikuti program pembelajaran online. Kelompok ini akan bertemu lagi selama enam hari di Jepang pada bulan Desember dengan dua acara tatap muka berikutnya pada tahun 2024.

Semua 25 peserta yang tercantum di bawah menerima undangan pribadi untuk bergabung dengan program ini:

  1. Ricardo Leao – Brazil FA
  2. Aabed Alansari – Bahrain FA
  3. Ross Awa – Guam FA
  4. Indra Sjafri – Indonesia FA
  5. Bassem Mohamad – Lebanese FA
  6. Carles Romagosa – Thailand FA
  7. Bhekisisa Boy Mkhonta – Estawini FA
  8. Benjamin Kumwenda – Malawi FA
  9. Jaqueline Shipanga – Namibia FA
  10. Walter Steenbok – South African FA
  11. Ali Mwebe – Uganda FA
  12. Lyson Zulu – Zambia FF
  13. Ivan Novella – Colombian FF
  14. Anton Corneal – Trinidad and Tobago FA
  15. Luis Castro – Argentina FA
  16. Stipe Pletikosa – Croatia FF
  17. Kay Cossington – English FA
  18. Janno Kivisild – Estonian FA
  19. Marians Pahars – Latvian FF
  20. Diana Bulgaru – Moldova FA
  21. Andrew Gould – Scottish FA
  22. Lili Bai – Asian Football Confederation
  23. Jayne Ludlow – Manchester City (Women)
  24. Patricia Gonzalez – FIFA
  25. Buman-Uchral Bold – Mongolian FF.***

Pelatih Indra Sjafri: Meski Menang Telak Masih Banyak ‘PR’ yang harus Dibenahi

JAYAKARTA NEWS— Tim U-22 Indonesia kembali sukses meraih kemenangan seusai menaklukkan Myanmar dengan skor telak 5-0 di Stadion National Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Kamis (4/5). Laga tersebut merupakan laga kedua mereka di babak penyisihan grup A SEA Games 2023. 

Skuad Garuda Muda bermain dominan sejak awal laga. Lima gol Indonesia dilesakkan Marselino Ferdinan (9′), Ramadhan Sananta (31′ penalti dan 60′), Fajar Fatturrahman (73′), dan Titan Agung (87′).

Meski menang telak, pelatih Indra Sjafri merasa masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi Rizky Ridho dan kawan-kawan. 

“Alhamdulillah hari ini kami kembali meraih kemenangan. Namun, kami masih ada sejumlah kesalahan di grup taktikal, termasuk individual dalam memutuskan apa dan kapan yang terbaik untuk dilakukan. Tentu itu akan kami perbaiki di laga melawan Timor Leste,” kata Indra Sjafri sebagaimana dikutip dari pssi.org

“Yang jelas kami berkeinginan kualitas tim U-22 Indonesia dari pertandingan ke pertandingan, kalau bisa lebih baik,” tambahnya.

Saat ini sudah 14 pemain dipercaya menjadi starter oleh Indra Sjafri dalam dua laga tersebut. Ia mengatakan, rotasi pemain terus dilakukan untuk mencari starting eleven idaman di semifinal dan final.

“Ini pertandingan kedua dari kami dan sesuai dengan rencana, bahwa pertandingan pertandingan di grup akan ada rotasi pemain, bukan dalam rangka recovery, karena recovery kita cukup panjang. Tapi dalam rangka untuk mencari dream team, untuk nanti Insya Allah tampil di semifinal dan final,” jelasnya. 

Indra Sjafri menyebut bahwa tim pelatih berusaha untuk membuat periodesisasi persiapan, di mana puncaknya nanti di semifinal dan final. 

“Ya sudah pasti, fase grup ini kami jadikan untuk mencari sebelas pemain terbaik. Artinya akan ada rotasi pemain, tetapi bukan dalam rangka karena kurangnya recovery, karena saya pikir ini cukup dengan jarak antar pertandingan pertama dengan kedua ada empat hari, setelah itu ada pertandingan berikutnya dengan jarak selang tiga hari. Jadi kami akan melakukan beberapa rotasi dalam rangka untuk mencari tim terbaik,” tukasnya. 

Kemenangan 5-0 ini membuat Indonesia semakin dekat untuk lolos ke semifinal. Garuda Nusantara berada di puncak klasemen grup A dengan mengumpulkan enam poin, mencetak delapan gol dan belum pernah kebobolan. 

Selanjutnya, Indonesia akan menghadapi Timor Leste pada laga ketiga SEA Games 2023, tanggal 7 Mei 2023 pukul 16.00 WIB di tempat yang sama.***