Tags : nurhayati subakat

Feature

Wardah Tahan Goda

Oleh: Dahlan Iskan Masuknya anak-anak muda ke  Wardah seperti bara yang disiram bensin. Baranya sudah menganga. Siap menyala. Begitu ditumpahi bensin tahulah hasilnya. Bu Nurhayati bukan tipe orang tua lama: yang tidak mudah percaya pada anaknya. Yang menganggap anak dewasanya pun masih anak-anak. Yang perlu terus disusuinya. Bu Nurhayati sebaliknya. Sedoktrin dengan saya. Percaya pada […]Read More

Feature

Dua Boys Wardah

Oleh: Dahlan Iskan Dua anak lelaki, dua tipe  manusia. Sama-sama hebat. Tapi punya kelemahan masing-masing. Bu Nurhayati, ibu mereka, segera ambil kesimpulan: anak sulung dan adiknya itu memang berbeda. Yang kuliah di ITB jurusan kimia itu lebih kreatif. Tapi kurang rapi. Dalam pekerjaannya. Yang kuliah di ITB jurusan elektro itu lebih tertib dalam bekerja. Juga […]Read More

Feature

Wardah yang ITB dan ITB

Oleh: Dahlan Iskan “Saya ini hanya menanam akarnya,” ujar Bu Nurhayati, pemilik kosmetik Wardah. “Anak-anak kami yang membesarkannya,” tambahnya. Bu Nurhayati punya tiga anak. Yang dua, laki-laki. Mengikuti jejaknya: kuliah di ITB. Hanya beda-beda jurusan. Sang ibu kuliah di farmasi. Anak pertama ambil kimia. Anak kedua belajar elektro. Putrinya yang memilih UI: masuk fakultas kedokteran. […]Read More

Feature

Wardah

Oleh: Dahlan Iskan Begitu banyak yang serba kebetulan di balik melejitnya kosmetik Wardah. Tapi saya tidak setuju kalau itu disebut kebetulan. Seperti juga  suksesnya Rusto’s Tempe di Jepang itu. Wardah kini begitu majunya. Pabriknya sudah 20 hektar. Karyawan ya sudah 11.000 orang. Sudah mengalahkan pemain asing di Indonesia. Terpilih sebagai perusahaan yang growthnya tercepat di […]Read More