Buka Puasa PPAD Bersama Pejuang Seroja

Persatuan Purnawirawan TNI Angaktan Darat (PPAD), senantiasa hadir di tengah-tengah keluarga besar anggotanya. Sebagaimana yang tergambar hari Kamis (12 Maret 2026), saat berlangsung acara Buka Puasa Bersama Pengurus Pusat PPAD dengan Pejuang Penyandang Cacat dan Warakawuri Operasi Seroja.

Bukber PPAD bersama Forum Komunikasi Pejuang Penyandang Cacat dan Warakawuri Operasi Seroja Timor Timur berlangsung di Gedung Pertemuan Komplek Seroja, Wisma Seroja, Kel. Harapan Jaya, Kec. Bekasi Utara, Kota Bekasi. Ada 254 Kepala Keluarga yang menghuni komplek ini.

Wisma Seroja di Bekasi Utara merupakan salah satu dari 4 Wisma Seroja yang dibangun Presiden Soeharto. Penghuni Wisma Seroja tidak hanya unsur TNI AD tetapi juga TNI AL, TNI AU, dan Polri, yang pernah terlibat dalam Operasi Seroja di Timor Leste.

Plt Ketua Umum PPAD, Mayjen TNI Purn Dr Komaruddin Simanjuntak mengatakan, sore hari yang penuh berkah di bulan suci Ramadan ini kita dapat berkumpul bersama dalam suasana yang hangat, penuh kekeluargaan, dalam kegiatan buka puasa bersama keluarga besar Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat dengan masyarakat.

“Bagi keluarga besar PPAD, kegiatan buka puasa bersama sebenarnya bukan hal baru. Setiap tahun kegiatan ini selalu kita laksanakan sebagai sarana mempererat silaturahmi, menjaga kebersamaan, dan memperkuat hubungan antara para purnawirawan TNI Angkatan Darat dengan masyarakat. Namun pada tahun ini ada nuansa yang sedikit berbeda,” ujar Komar.

Tahun ini kegiatan buka puasa bersama dilaksanakan secara terpusat di Kantor Pusat PPAD di Jakarta, dan pada saat yang sama juga dilaksanakan di berbagai daerah melalui PPAD Provinsi. Menariknya, di daerah para pengurus PPAD tidak hanya berkumpul di satu tempat, tetapi juga turun langsung ke tengah masyarakat, mendatangi pesantren-pesantren, bertemu para santri, sekaligus bersilaturahmi dengan generasi muda.

Hal ini tentu bukan tanpa alasan. Kita semua menyadari bahwa para santri dan generasi muda adalah aset bangsa yang sangat berharga. Mereka adalah generasi penerus yang kelak akan melanjutkan perjalanan bangsa ini. Karena itu melalui momentum Ramadan dan kegiatan buka puasa bersama ini, kita ingin membangun kedekatan, berbagi semangat kebangsaan, sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Pada kegiatan buka puasa bersama yang dilaksanakan secara terpusat di Jakarta, acara tersebut mendapat kehormatan dengan kehadiran Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. “Dalam kesempatan itu beliau menyampaikan rasa bahagia bisa bertemu langsung dengan para senior yang telah purnawirawan,” ujar Mayjen Komaruddin.

Ditambahkan, Kasad Jenderarl Maruli juga menyampaikan rasa bangga dan hormat kepada para senior. Bahkan secara terbuka beliau mengakui bahwa perjalanan kariernya hingga dipercaya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat tidak terlepas dari bimbingan, pembinaan, dan didikan para senior yang selama ini telah memberikan teladan pengabdian kepada TNI Angkatan Darat dan kepada bangsa serta negara.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak juga menyampaikan beberapa informasi mengenai perkembangan TNI Angkatan Darat, khususnya terkait tugas pokok dan fungsinya dalam membina serta menyiapkan kekuatan TNI AD agar setiap saat siap digunakan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Komar menyampaikan pesan Kasad kepada para purnawirawan agar tetap menjaga kebersamaan dan kekompakan. Selain itu Kasad juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, antara lain dengan tetap berolahraga dan menjalani pola hidup sehat, sehingga para purnawirawan tetap dapat memberikan keteladanan dan kontribusi pemikiran bagi generasi penerus.

Sementara itu, kegiatan buka puasa bersama PPAD di berbagai daerah juga diisi dengan kegiatan sosial dengan mendatangi pesantren, panti asuhan, panti jompo, serta tempat-tempat lain yang membutuhkan perhatian dan kepedulian kita bersama. “Termasuk sore ini, mengunjungi saudara-saudara kita yang berada di asrama veteran maupun para penyandang cacat operasi Seroja Timor Timur,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, PPAD juga menyerahkan tali asih serta bantuan sembako yang diharapkan dapat membantu kebutuhan selama bulan Ramadan maupun menjelang Hari Raya Idulfitri. “Mungkin tidak besar nilainya, namun kami berharap dapat menjadi tanda kepedulian dan kebersamaan keluarga besar PPAD dengan masyarakat,” ujarnya.

Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar acara buka puasa bersama, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial di tengah kesibukan organisasi. Harapannya, saudara-saudara yang kita kunjungi dapat merasakan kebahagiaan, sekaligus mempererat silaturahmi sehingga hubungan kekeluargaan tetap terjalin hangat, saling menyapa, dan saling mendoakan.

Akhirnya, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya unsur Komando Kewilayahan, para pengurus PPAD di daerah, para pimpinan pesantren, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah membantu dan berpartisipasi.

“Semoga kebersamaan pada sore hari ini membawa keberkahan bagi kita semua, mempererat persaudaraan, serta semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungka Plt Ketum PPAD, Mayjen TNI Purn Dr Komaruddin Simanjuntak.

Dalam kesempatan itu, Plt Ketum PPAD didampingi sejumlah pengurus. Antara lain, Kabawas PPAD, Sekjen PPAD, Kabid Sosial PPAD, Brigjen TNI Purn Temas, Brigjen TNI Purn Antoni Simamora, Kasetum PPAD, Letkol CAR Purn Gunawan, dan beberapa staf lain. (*)

Mayjen TNI Purn Dr Komaruddin Kukuhkan dan Lantik Ketua dan Pengurus PPAD Provinsi Kepri

TANJUNGPINANG, JAYAKARTA NEWS – Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), baru saja menggelar Musyawarah Daerah Provinsi Luar Biasa (Musdaprovlub). Kegiatan yang berlangsung dua hari, 30 – 31 Januari 2025 itu, dilanjutkan Pengukuhan serta Pelantikan Ketua dan Pengurus PPAD Provsinsi Kepri.

Keseluruhan rangkaian kegiatan diselenggararkan di Aula Makorem 033/WP (Wira Pratama), Jalan Sei Timun, Kota Tanjungpinang, Kepri. Dalam kesempatan itu, Letkol Purn Jhoni Tambunan terpilih menjadi Ketua PPAD Provinsi Kepri masa bakti 2023 – 2028.

Plt Ketua Umum PPAD, Mayjen TNI Purn Dr Komaruddin Simanjuntak hadir langsung dan berkenan mengukuhkan sekaligus melantik Ketua dan Pengurus PPAD Kepri. Yang menarik, pria berkumis tebal ini membuka dan menutup sambutan dengan pantun.

“Bapak-ibu yang saya muliakan, karena saat ini saya berada di daratan Kesultanan Kepulauan Riau, ijznkan saya menyampaikan dua buah pantun sebagai pembuka. Dan nanti dua pantun lagi sebagai penutup,” ujar Mayjen Komar.

“Orang sukses berangkat pagi;
Suka tersenyum, ramah, dan hangat;
Good morning selamat pagi;
Jawablah salam dengan semangat.”

“Di laut ada kapal selam;
Di langit ada bintang;
Apabila ada yang mengucap salam;
Harap dijawab dengan suara lantang.”

Hadirin menyambutnya dengan sahutan “cakeeeep”, diakhiri tepuk tangan dan tawa meriah. Tampak hadir aster mewakili Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., serta unsur Forkopimda Kepulauan Riau.

Sebagai tuan rumah, tampak hadir kasrem mewakili Danrem 033/Wira Pratama (WP), Brigjen TNI Bambang Herqutanto selaku Pembina PPAD Kepulauan Riau.

“Saya bangga dan haru, melihat kepedulian pemerintah daerah, instansi TNI-Polri terhadap para purnawirawan TNI-AD. Kami semakin bersemangat untuk terus mengabdi dan berkarya bagi NKRI yang kita cintai melalui organisasi PPAD,” kata Komar lebih lanjut.

Mantan Pangdam IX/Udayana itu juga menekankan, bahwa PPAD adalah organisasi kemasyarakatan yang pembinanya di tingkat Pusat adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD). Karenanya, secara berjenjang di tingkat Provinsi adalah Pangdam dan Danrem, serta di tingkat Kabupaten/Kota adalah Dandim.

Oleh karenanya Program Kerja dan seluruh kegiatan PPAD diorientasikan untuk mendukung kebijakan TNI Angkatan Darat dan Program Asta Cita Pemerintah menuju Indonesia Emas tahun 2045. Program itu telah dijabarkan dalam 17 (tujuh belas) program prestasi yang menjadi fokus utama Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Kegiatan PPAD diarahkan mendukung program-program tersebut terutama yang terkait dengan sosial kemasyarakatan. Di antaranya, meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar melalui kerjasama bidang ekonomi dengan menjadikan seorang purnawirawan sebagai entrepreneurship sesuai naluri bisnis yang ditekuni.

Selain itu, mendukung program Makan Siang Bergizi atau MBG di sekolah dan pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil dan menyusui, dengan mengambil peran pendataan. Peran lain, menjadi pemasok bahan baku secara berkesinambungan.

Plt Ketum PPAD, Mayjen TNI Purn Komaruddin Simanjuntak

PPAD juga mendukung program penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis melalui bakti sosial operasi mata katarak dan pengobatan umum kepada anggota PPAD dan masyarakat. Yang tak kalah penting, ikut serta dalam program mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan lumbung pangan desa, daerah, dan nasional melalui kerjasama dengan pihak ketiga.

“Upaya ini dimaksudkan untuk memberdayakan lahan tidur menjadi lahan produktif agar menjadi daerah yang berswasembada pangan di daerah Karawang, Jawa Barat,” tambah Mayjen Komaruddin Simanjuntak.

Prinsipnya, PPAD mendukung program Asta Cita Kabinet Merah Putih. Meski ada tantangan besar, tetapi tetap fokus pada keberlanjutan pembangunan.

Berikut Asta Cita Prabowo-Gibran :

  1. Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM).
  2. Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
  3. Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.
  4. Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
  5. Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
  6. Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
  7. Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.
  8. Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan Makmur

Keanggotaan Otomatis

Terkait organisasi, Plt Ketum PPAD untuk kesekian kalinya menekankan hakikat “keanggotaan otomatis” bagi anggota TNI AD, ASN TNI AD yang telah purna tugas. “Kepadanya diberikan KTA PPAD sesuai dengan mekanisme pengaturan pemberian KTA,” tegasnya Mayjen Komar.

Dalam kesempatan itu, Komar juga mengingatkan para anggota, agar senantiasa menjaga kesatuan dan persatuan yang dilandasi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dimanapun kita berada. “Di antara anggota PPAD harus solid, saling bantu, saling menghargai, saling menghormati seperti yang selama ini diajarkan oleh para senior pendahulu kita,” ujarnya.

Ditekankan pula, bahwa PPAD adalah organisasi independen dan mandiri. Secara kelembagaan atau organisatoris tidak ber-afiliasi dengan Partai Politik manapun. Namun PPAD akan menghormati dan memberikan peluang kebebasan kepada setiap anggota yang terjun di dunia politik praktis dan bergabung dengan partai politik. Sebab, hal itu merupakan hak perorangan sebagai WNI dan dilindungi konstitusi.

“Namun bagi anggota PPAD yang berpolitik praktis, yang bersangkutan harus mengundurkan diri secara dari kepengurusan, menyerahkan jabatan kepada Ketua Umum PPAD dan yang bersangkutan tetap menjadi anggota PPAD biasa,” kata Komar.

Ditekankan bahwa kekuatan moral bukan kekuatan politik yang haus kekuasaan. Bersikap kritis terhadap permasalahan bangsa yang menyangkut integritas NKRI, Pancasila, dan UUD 1945. “Tapi bukan dengan cara turun di jalanan mengatasnamakan PPAD,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Plt Ketua Umum PPAD menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad S.E.,M.M., dan segenap pejabat Pemda Kepri yang selama ini memberikan dukungan kepada Keluarga Besar TNI-Polri khususnya PPAD. “Saya berharap dukungan tersebut dapat dilanjutkan bahkan ditingkatkan,” ujar Komar pula.

Sedangkan, kepada Letkol Purn Jhoni Tambunan, Komar mengucapkan selamat bertugas sebagai Ketua PPAD Kepri masa bakti tahun 2023-2028 beserta seluruh Pengurus. “Saya berharap kepengurusan baru dapat segera menyusun Program Kerja dan kegiatan organisasi, berpedoman pada Program Kerja PPAD pusat,” pesan Komar.

Mengakhiri sambutan ini, kembali Komar membacakan dua buah pantun.

“Buah durian buah kwini;
Jolok jambu pakai galah;
Cukup sekian sembutan kami;
Maafkan kami bila ada salah.”

“Makan nasi bersayur kailan;
Lepas makan terus bersugi;
Selamat pulang hadirin sekalian;
Ada umur bersua lagi.”

Berikut susunan kepengurusan PPAD Provinsi Kepulauan Riau:

Ketua Badan Pertimbangan: Letkol Purn HT Saragih
Wakil Ketua Badan Pertimbangan: Mayor Purn Wanlentine Sinaga
Ketua Badan Pengawas: Letkol Purn Jakson Siahaan
Wakil Ketua Badan Pengawas: Kapten Purn Luhut Sidauruk
Ketua: Letkol Purn Jhoni Tambunan
Wakil Ketua 1: Mayor Purn Khairunnufus
Wakil Ketua 2: Letkol Purn TH Prabowo
Sekretaris 1: Letkol Purn Sri Sugiharti
Sekretaris 2: Letkol Purn Harioko
Bendahara: Mayor Purn Telaumbanua
Anggota: Nasib Tarigan
Seksi Kejuangan: Pelda Purn Jumiin
Seksi Ekonomi: Letda Purn Marhillong Simarmata
Seksi Sosial: Kapten Purn Suryadi
Seksi Diklat: Kapten Purn Sukarjo
Seksi Organisasi: Mayor Purn Suriman
Seksi Komunikasi: Mayor Purn Agus Sungkowo
Anggota: Serma Purn Abdul Latif
Seksi Kepemudaan: Serma Purn Tugirin
Seksi Hukum: Serda Purn Mardianto.***

Ketika Promovendus Berkumis tak Kuasa Menahan Tangis

JAYAKARTA NEWS, JAKARTA – Air mata Promovendus Komaruddin Simanjuntak tumpah di Ruang Sidang Gedung Bung Hatta, Kampus A, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rabu (30/8/2023). Ia pun menarik selembar-dua lembar tisu untuk menyeka air mata di pelupuk mata, hingga yang meleleh membasahi kumisnya yang lebat. Saat itu, ia tidak sedang dicecar pertanyaan oleh Dewan Penguji atas disertasi yang dipertahankan.

Pertanyaan penguji lebih kepada memperdalam serta mempertajam disertasi promovendus yang seorang purnawirawan TNI-AD berpangkat mayor jenderal itu. Adapun judul disertasinya: “Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Human Capital dan Perilaku Kerja Inovatif Terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia Pegawai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)”.

Benar. Untuk meraih jenjang pendidikan tertinggi itu, Komar menjadikan BNPB dan Kepala BNPB (ketika itu) Letjen TNI Doni Monardo, sebagai objek penelitian. Sejumlah kegiatan dengan tekun ia ikuti, mulai dari perkuliahan, praktik laboratorium, seminar, ujian, diskusi, studi mandiri, riset lapangan, dan pengajaran.

Ia pun sadar, bahwa riset doktor tersebut harus memiliki keunikan sebagai bentuk manifestasi dari area spesialisasi keilmuan yang ditekuninya di bawah bimbingan profesor. Spesialisasi ini dicapai melalui berbagai proses intelektual (intellectual process), seperti kolokium, seminar, dan konferensi. Untuk itu semua, ia mendapat bimbingan dari promotor Prof Dr R Madhakomala, M.Pd dan co promotor Prof Dr Ir Kazan Gunawan.

Komar, dalam penelitiannya berhasil menemukan sesuatu  yang disebut “Model Komazan”. Sebuah akronim dari Komaruddin selaku peneliti, Prof Madha selaku promotor, dan Prof Kazan selaku co promotor. “Model Komazan ini merupakan model strategi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia,” ujar lelaki kelahiran Pematang Siantar 10 Januari 1960 itu.

Mayjen TNI Purn Dr Komaruddin Simanjuntak. (ist)

Rakyat dan Doni Monardo

Doni Monardo diakui sebagai sosok sentral dari pusaran penelitiannya mengenai SDM (Sumber Daya Manusia) BNPB. Berkisah tentang kinerja Doni Monardo itulah yang menyeret Komaruddin ke situasi “luar biasa” di tahun 2019 – 2021, era Doni menjabat.

Alhasil, ketika penguji menanyakan apa yang memotivasi peneliti untuk mengambil objek penelitian di BNPB, ingatan Komar seketika melayang ke Doni Monardo, Kepala BNPB dan Ketua Satgas Covid-19.

Di tengah bencana alam yang bertubi, serta wabah Covid-19 yang “mematikan” (sektor ekonomi maupun nyawa manusia), Komar melihat dari dekat, bagaimana Doni bekerja keras membanting tulang, atas nama keselamatan rakyat. “Kalau sudah bicara Doni Monardo dan rakyat, saya sangat emosional. Mungkin karena itu saya tak kuasa membendung air mata,” tutur Pangdam IX/Udayana (2017) itu.

Ia pun mengisahkan sepenggal kisah sebagai contoh. Dalam sebuah lawatan tugas penanganan bencana, di atas pesawat, Doni mendatangi tempat duduk para staf dan mengumumkan perlunya rapat setiba di kantor BNPB, Jl, Pramuka, Jakarta Pusat. Tiba di kantor, Doni langsung menggelar rapat koordinasi. Usai rapat, ia mendadak keluar meninggalkan kantor karena dipanggil menghadap Presiden Joko Widodo. Esok pagi, harus berjibaku lagi dengan tugas penanganan bencana alam dan non alam.

“Walaupun di belakang kami saling lempar pekik ‘KOMANDO’, tetapi demi mengingat peristiwa saat itu, saya sangat terharu. Beliau berbulan-bulan tidur di kantor, dan diikuti para staf dan orang-orang dekatnya. Covid-19 tidak mengenal libur, maka ia pun tidak meliburkan dirinya untuk sekadar istirahat dan berkumpul keluarga. Sebuah kepemimpinan yang kuat, strong leadership telah ia tunjukkan selama memimpin BNPB,” papar Komar, yang seangkatan Doni di Akademi Militer (angkatan 1985).

Komar dan Doni kerap berada dalam operasi penugasan yang sama, baik di Timor Timor maupun di Aceh kala itu. Bahkan saat tsunami Aceh 2004, keduanya sedang bertugas di Aceh.

Mayjen TNI Purn Komaruddin Simanjuntak bersama promotor, co promotor dan para penguji. (ist)

Pesan para Penguji

Mengenakan busana promovendus, Komar mengawali sidang dengan presentasinya di hadapan Prof Dr R. Madhakomala, M.Pd (promotor) dan Prof Dr Ir Kazan Gunawan (co promotor). Selain itu, duduk lima orang penguji.

Mereka adalah prof Dr Dedi Purwana, ES, M.Bus (Ketua dan Direktur Pascasarjana UNJ), Prof Dr Hamidah, SE, M.Si (Sekretaris dan Koordinator Program Doktor – Ilmu Manajemen), Prof Dr Cory Yohana, MM (Dewan Penguji), Agung Dharmawan Buchdadi, MM, Ph.D (Dewan Penguji), dan Prof Ir Anoesyirwan Moeins, M.Si, MM selaku penguji luar.

Usai dinyatakan lulus, dan berhak menyandang gelar Doktor di bidang Manajemen SDM, Komar menerima sejumlah kesan-kesan melalui Whatsappnya.

Di antaranya, “Dr Komar hebat kok presentasinya. Lupa-lupa dikit enggak papa pak… enggak ada yang sempurna. Nilainya juga sangat bagus. OK Semoga sukses semua ya, bapak dan keluarga. Amin”.

Komentar penguji yang lain, “Saya bangga dan maklum, atas kegigihan Pak Komarudin… dan rasa humanisme yang begitu besar ditempa dengan pengalaman membela kemanusiaan yang penuh tantangan … membuat perasaan menjadi sensisitif dan mudah tersentuh… semangat… terus untuk perjuangan meningkatkan kualitas SDM …yang bermartabat.”

Ada lagi komentar, “Alhamdulillah pak dan puji syukur  pak dengan motivasi yang tinggi akhirnya  gelar doktor dapat dicapai. Aamiin. Dan ini berkat dorongan motivasi keluarga dan penguji . Selamat ya pak Doktor Kamaruddin Simanjuntak dan salam buat keluarga.”

Masih ada lagi yang menulis, “Pak Dr Komarudin nanti kalau sudah usia 65 buat buku pak Sejarah bapak dari kecil sampai bisa mencapai doktor di samping tugas di militer. Dan bermanfaat untuk anak cucu. Perjuangan bapaknya dari seorang anak petani bisa jadi jenderal dan juga seorang Doktor ilmu MSDM dan luar biasa pak Dr Kamarudin.”

Prof Cory bahkan menulis komentarnya dalam bentuk pointers. Begini kalimatnya:

1.           Bapak doktor ini memang setia kawan ……

2.           Bapak penerus yang hebat …kalau ada ortu bapak pasti beliau banga dg anaknya

3.           Semoga harapan kita tercapai ya pak doktor

4.           Bpk presentasi sdh bagus pak ..karena sdh usaha serius ..Tuhan pasti membantu bapak ..

5.           Ya saya juga ikut sedih saat bapak menangis..

Mayjen TNI Purn DR Komaruddin Simanjuntak, S.I.P, M.Si. Begitu penulisan nama lengkap Komar yang juga Sekjen Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) itu. Sebagai seorang doktor, di pundaknya kini tersemat tanggung jawab untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai utama dari kecendekiawanan, yaitu kebenaran, kejujuran, kebebasan berpendapat, dan otonomi intelektual.

Nilai-nilai yang mutlak tertanam pada setiap mahasiswa dan dosen program doktor. Idealnya, nilai-nilai ini harus menjadi perhatian utama di dalam etika keilmuan dan harus teraplikasikan dalam pengembangan riset, publikasi hasil riset, serta pengabdian kepada masyarakat.

Sekilas Doktor Komar

Dr Komaruddin Simanjuntak

Mayor Jenderal TNI (Purn) Dr Komaruddin Simanjuntak, S.I.P., M.Si menggenapi jajaran perwira tinggi TNI-AD yang meraih jenjang pendidikan umum tertinggi, S3. Karier militernya terbilang moncer. Jenderal bintang dua ini memungkasi kariernya sebagai Panggdam IX/Udayana.

Komar merupakan alumni Akademi Militer tahun 1985 dengan kemahiran di bidang infanteri. Ia juga memiliki riwayat penugasan operasi di dalam negeri yakni Operasi Tim Tim tahun 1992, Operasi Rajawali tahun 1995, Operasi Bakti TNI tahun 1996, Operasi Pamrahwan Ambon tahun 2000 dan Operasi Aceh tahun 2005.

Sedangkan riwayat penugasan di luar negeri adalah Malaysia (1993), Singapura (2007), Australia (2007), Kamboja (2007), Filipina (2007), dan 2008 di Peru, Jerman Barat, Jepang dan Iran.

Pasca purna tugas, Komar sempat menjadi Tenaga Ahli di Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) 2019 – 2021. Kemudian kembali bertandem dengan teman seangkatannya, Doni Monardo di Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD). Doni menjabat Ketua Umum, sedangkan Komar menjabat Sekjen.

Selain itu, suami dari Vera Dumonga Silitonga ini juga tercatat aktif di bidang pembinaan olahraga, khususnya pada cabang tinju amatir. Ia memegang jabatan Ketua Umum PP (Pengurus Pusat) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), periode 2020 – 2024.

(egy massadiah – roso daras)