Puluhan Alumni BPLP Rajut Bahagia Lewat Kenangan Lama

Foto bersama para alumni RDSBPLP Medan bersama beberapa dosen. Foto : Monang Sitohang

TAK kurang dari 40 orang alumni Balai Pendidikan Latihan Pariwisata (BPLP) Medan, jurusan Room Division Supervisor (RDS 94) mengadakan Jumpa Kawan Lama. Kemeriahan itu terpancar di tempat acara, Hotel Achmad Tahir, Jalan Rumah Sakit Haji, No.12 areal Kampus Politehnik Pariwisata (Poltekpar)  Negeri Medan, Jumat (9/3) lalu.

Dari sekitar 40 peserta yang hadir, alumni RDS 94 hadir sekitar 18 orang. Mereka ada yang datang dari Bandung, Jakarta dan Batam. Selebihnya dari Medan. Yang lebih membahagiakan, dalam kesempatan itu hadir juga beberapa dosen yang dulu mengajar, seperti Robert Deffie, Boni, dan lain-lain. Audiens selebihnya, berasal dari jurusan lain.

Tepat pukul 10.00, Direktur Poltekpar Medan yang diwakili Pembantu Direktur (Pudir III), Iwan Riadi membuka acara. Ia seperti tak kuasa menahan haru, demi melihat kawan-kawan lama kini berkumpul di hadapannya. Iwan berharap, acara seperti itu dipertahankan bahkan diperluas ke jurusan-jurusan yang lain. Iwan yang juga alumni angkatan pertama di BPLP itu, tak lupa menyampaikan salam Direktur Poltekpar, Dr Anwari Masatip, MM.Par yang tidak hadir sehubungan tugas bersama beberapa dosen di Pantai Cermin.

Di kesempatan terpisah, Dosen RDS pada masa BPLP Robert Deffie mengapresiasi acara temu kangen divisi RDS yang sekarang menjadi MDK (Manajemen Divisi Kamar) itu. “Saya senang, alumni masih menjalin komunikasi dan tetap kompak serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujar Robert.

Robert pun berharap, acara serupa bisa digelar dalam skala lebih besar, dengan melibatkan semua jurusan. Menurutnya, ajang temu kangen, tidak saja merajut kebahagiaan tetapi juga saling bertukar pengalaman dan informasi tentang dunia perhotelan secara lebih aktual.

“Jangan lupakan, kebesaran institusi BPLP kemudian menjadi Akademi Pariwisata atau Akpar, dan meningkat lagi menjadi Poltekpar Negeri Medan tak lepas dari peran para alumni yang berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat. Para alumni saya perhatiakn juga berperan aktif, sehingga adik-adik yang masih kuliah bisa terbuka mata dan ahtinya untuk mengikuti jejak para seniornya yang telah berhasil,” papar Robert.

Hal yang senada dikatakan salah seorang alumni RDS 94 yang datang dari Qatar, Deasy Aan Tita yang ditemani suaminya. Ia merasa sangat bahagia bisa berjumpa kembali dengan kawan-kawan lama. Seperti harapan dosen dan teman yang lain, maka Deasy pun berharap ada moment serupa yang diadakan lain kali dalam skala lebih besar. “Ke depan bukan hanya satu angkatan, kalau bisa semua alumni mulai dari BPLP, Akpar, dan Poltekpar semua angkatan dan semua jurusan,” katanya.

“Kita juga ingin menunjukkan ke adik-adik bahwa angkatan terdahulu sangat solid. Jadi kalau bisa adik-adik bisa melebihi seniornya, dalam hal kesolidan dan skill,” harap Deasy.

Kemudian Deasy menjelaskan  acara Jumpa Kawan Lama ini niat awalnya silaturahmi antara satu kelas RDS’94, untuk melepas rasa kangen antara satu sama lain. Sebab, jika dihitung sejak tamat kuliah, hampir 22 tahun tidak bertemu. Tak pelak, hadirin siang itu memancarkan aura bahagia disiram kenangan nan lama. ***

Pemberian plakat oleh salah seorang alumni RDS ’94, Bobby kepada dosen yang menerima Robert Deffie.

Dua Jalur Masuk Akpar Medan

Kantor Rektorat Akademi Pariwisata Medan. Kanan: Zumri Sulthony, M.Si, CHE Pembantu Direktur I (Pudir I) Bidang Administrasi Akademik Akpar Medan. Foto: Monang Sitohang

AKADEMI Pariwisata (Akpar) Medan memiliki dua jalur untuk menyeleksi penerimaan mahasiswa baru. Pertama SBM-STAPP (Seleksi Bersama Masuk-Sekolah Tinggi Akademi Politehnik Pariwisata) dan kedua SMM-STAPP (Seleksi Mandiri Masuk-Sekolah Tinggi Akademi Politehnik Pariwisata). Untuk tahun ajaran 2017/2018, penerimaan mahasiswa dibuka sejak 12-16 Juni 2017 di Kampus Akpar Medan.

SBM-STAPP merupakan jalur masuk perguruan tinggi pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Jalur ini milik kepanitian pusat, karenanya semua sistem penilaian dan soal dari pusat. “Tim koreksi hasil ujian adalah para dosen dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Bali dan Akpar Medan yang telah mengirim tim untuk ikut menggodok hasil ujian,” kata Zumri Sulthony M.Si, CHE selaku Pembantu Direkur I (Pudir I) Akpar Medan, Selasa (20/6) di ruang kerjanya.

Lanjut Zumri, tahapan materi ujian SBM-STAPP yang diuji pada hari pertama – keempat (12-16 Juni 2017) adalah Bahasa Inggris tertulis, Psikotes dan wawancara. Dimana tugas tim penguji antara lain menggali potensi-potensi calon mahasiswa, dan juga sekaligus tes kesehatan.

Saat ini Akpar Medan memiliki dua jurusan yakni jurusan kepariwisataan dan perhotelan. Di jalur SBM-STAPP, disediakan enam program studi (Prodi), yaitu empat Prodi dari jurusan Perhotelan dan dua Prodi  jurusan Kepawisataan..

Empat Prodi dari jurusan Perhotelan meliputi manajemen tata boga (MTB), manajemen tata hidangan (MTH), manajemen divisi kamar (MDK), dan manajemen pasteri. Dan jurusan Kepariwisataan meliputi Prodi manajemen usaha perjalanan (MUP), serta manajemen perencanaan dan pemasaran pariwisata (MPPP). Jumlah mahasiswa yang mengikuti seleksi melalui jalur SBM-STAPP pada 2017 sebanyak 708 orang.

Untuk mengetahui jumlah mahasiswa yang diterima melalui jalur SBM-STAPP, masih menunggu hasil dari pusat. Tahun lalu, mahasiswa yang lulus seleksi 75% dari jumlah peserta. Untuk memenuhi kuota 100% akan diambil 25% dari jalur SMM-STAPP. “Jalur mandiri atau SMM-STAPP akan diadakan  12 Juli 2017, dan Prodi bertambah satu yaitu administrasi hotel D4 (ADH), sehingga di Akpar Medan menjadi tujuh Prodi,” jelas Zumri.

Awalnya jalur SMM dibuat oleh Akpar Medan untuk memenuhi keinginan para stakeholder dari kabupaten/daerah. Contohnya, ada kabupaten yang fokus ingin mengembangkan pariwisata di daerahnya, dan daerah tersebut mengirimkan orang-orangnya. Karena, jika mengikuti jalur SBM mungkin bersaingnya susah.

Menyikapi hal itu, maka dibuatlah jalur SMM, dan pelaksana ujiannya adalah Akpar Medan. Kuota 25% itu termasuk di dalamnya beasiswa dari daerah. Contoh, tujuh kabupaten di sekitar kawasan Danau Toba sudah MoU. Akpar Medan berkomitmen membantu daerah/kabupaten guna mengembangkan para sumber daya manusia-nya (SDM-nya), baik dari sisi pendidikan maupun memberikan beasiswa selama mahasiswa yang bersangkutan kuliah, plus biaya hidup. Komitmen Akpar Medan itu telah dua tahun berjalan.

Hotel Achmad Tahir, salah satu tempat praktek mahasiswa Akpar Medan.

Tahun ajaran 2017/2018, mahasiswa yang lulus seleksi dari dua jalur tersebut sebanyak 500 orang, dan terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 400 orang. Sesuai permintaan Menteri Pariwisata untuk meningkatkan daya tampung di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Bali dan termasuk Akpar Medan harus menaikkan kapasitas. Otomatis diikuti penambahan kelas, dan kemungkinan akan ditambahkan di Prodi MTB karena paling besar peminatnya serta tambahan satu kelas MDK dan prodi lainnya.

Zumri mengutarakan, sejak 2017 terjadi perubahan sistem perkulihan di Akpar Medan, perubahan itu berdasarkan SK.Menteri Pariwisata, dan disertai adanya kurikulum baru. Arahannya, 30% teori dan70% praktek, lebih banyak fokus ke praktek yang akan dijalankan di tahun ajaran 2017. Sebelumnya di beberapa Prodi komposisinya 50% teori dan 50% praktek, kecuali Prodi perhotelan dengan komposisi 40% teori 60% praktek.

Akpar Medan telah memiliki sarana praktek lengkap. Contoh Prodi MTB, kitchen (dapur) ada dua. Satu di bagian program studinya dan satu lagi hotel praktek, Hotel Achmad Tahir di kawasan kampus. Sedangkan Prodi MTH memiliki Restoran Nataboan di area program studi, dan ketika sudah semester lima akan dipindahkan praktek di Hotel Achmad Tahir. Demikian pula untuk prodi-prodi yang lain. ***