BKKBN Terima Anugerah ‘Badan Publik Informatif’

JAYAKARTA NEWS—- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menerima anugerah sebagai “Badan Publik Informatif” dalam acara Penganugerahan Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2020. Penganugerahan tersebut diserahkan Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin kepada Kepala BKKBN DR. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp OG (K) melalui pertemuan virtual, Rabu (25/11/2020).

Dalam sambutannya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, pemerintah Indonesia terus menjalankan komitmennya sebagai negara yang mengedepankan keterbukaan dan transparansi publik dalam menjalankan pemerintahan atau dikenal dengan istilah open government. Sebagai salah satu inisiator Open Government Partnership (OGP), pemerintah bersama organisasi pmasyarakat sipil duduk bersama untuk menentukan langkah tepat dalam mendorong akses informasi secara luas. Beberapa fokus Pemerintah juga diarahkan pada peningkatan keterbukaan informasi publik, peningkatan partisipasi masyarakat, transparansi data anggaran pendidikan, kesehatan dan pengentasan kemiskinan. Termasuk didalamnya peningkatan pelayanan publik serta perluasan akses layanan bantuan hukum. Untuk itu, Wapres berharap seluruh pemda dan Kementerian/Lembaga untuk memberikan akses bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi. Wapres juga meminta kepada masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menggunakan hak atas informasi serta turut mengawal setiap proses formulasi, implementasi, dan evaluasi kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah.

Pada bagian lain sambutannya, Wapres mengingatkan pemerintah daerah agar menganggarkan dana dari APBD yang memadai untuk keterbukaan informasi, sehingga hak masyarakat dalam mengakses informasi dapat terpenuhi. Wapres juga meminta pemerintah daerah agar mengoptimalkan peran Komisi Informasi di masing-masing daerah. “Keterbukaan informasi publik penting untuk diterapkan oleh seluruh pemerintah daerah dalam rangka melibatkan partisipasi publik untuk berbagai kegiatan pembangunan daerah,” ujar Wapres.

Menurut Wapres, partisipasi aktif masyarakat tidak hanya melalui mekanisme formal, seperti pembahasan dalam musyawarah perencanaan pembangunan, tetapi juga melalui mekanisme partisipasi masyarakat. “Misalnya dengan memanfaatkan teknologi digital ataupun media non-konvensional, seperti media sosial,” tuturnya. (laksmi wuryaningtyas)

Pinggul 10 Centimeter Layak Menikah

Hasto Wardoyo, Kepala BKKBN Pusat. (foto: poedji)

Jayakarta NewsWarning untuk pasangan muda yang akan melangsungkan pernikahan dini dibeberkan oleh Kepala BKKBN pusat Hasto Wardoyo. “Sebaiknya mereka yang akan melaksanakan pernikahan muda harus memperhatikan segi umur, yang paling baik itu diatas 20 tahun,” katanya saat meresmikan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di SMAN 1 Kepanjen, Kabupaten Malang Rabu (17/7).

Menurut Hasto yang baru saja menjabat kepala BKKBN ini, pernikahan terlalu dini apalagi belum genap 20 tahun punya resiko. Dijelaskan, perempuan yang menikah dibawah 20 tahun ukuran ukuran  tulang pinggulnya dibawah diameter 10 cm. “Hal inilah yang bisa menyebabkan kelahiran bayi tidak normal seperti kepalanya benjol,” tutur mantan bupati Kulon Progo, Jateng ini.

Akibat kepala benjol tersebut, dalam perjalan waktu bayi yang bersangkutan nantinya tidak sepandai atau secerdas bayi lain yang lahir dari ibu yang berusia di atas 20 tahun. Yang paling baik, lanjutnya, tulang pinggulnya sudah punya diameter standart yakni 10 cm dan itu terjadi bagi perempuan muda yang sudah berumur 20 tahun ke atas.

Untuk itulah pihaknya meminta kepada siswa di SMAN 1 Kepanjen ini untuk benar-benar mendalami ilmu kependudukan, yang nantinya didapatkan dari para guru yang sudah mendapatkan wawasan dari BKKBN. Bagaimana mau kawin muda atau tidak ?, tanya Hasto kepada para siswa yang hadir dalam acara itu, dan dijawab spontan, “tidak”.

Masalah kependudukan, kata Hasto, permasalahannya cukup banyak. Intinya bagaimana bisa menyeimbangkan pertumbuhan penduduk sehingga bisa tercapai apa yang diidam-idamkan oleh Pemerintah yakni kesejahteraan rakyat  melalui keluarga terencana.

Ia memberikan contoh Negara Singapura yang mempunyai jumlah penduduk tidak banyak tetapi kesejahteraan tercapai. “Walaupun mereka tidak punya apa-apa seperti minyak, hutan, tambang yang menghasilkan, namun kehidupan negara dan rakyatnya bagus,” kata Hasto.

Semua itu berpulang dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki. Dengan usaha keras dan kecerdasan yang dimiliki maka Singapura bisa maju di antara negara-negara Asia lainnya.

Untuk mencapai SDM yang baik maka bayi sejak dalam kandungan sudah diberi nutrisi yang baik agar waktu lahir tidak menjadi stunting. Kemudian kalau bayi sudah mulai besar diberi pendidikan yakni dimasukkan sekolah agar pandai dan cerdas sesuai harapan.

Kemudian yang lebih penting lagi ikut program KB yakni dua anak cukup. Dengan membesarkan dua anak maka tidak sesulit kalau merawat anak lebih dari dua karena perhatian akan lebih baik dan terkontrol. (poedji)