Bintang-Bintang Indonesia Pemeran Kartini, dari Jenny Rahman hingga Anna Mathovani

JAYAKARTA NEWS – Raden Ajeng (RA) Kartini (1879-1904) termasuk Pahlawan Nasional. Lahir di Jepara, 21 April 1879 dan tiap 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Tokoh emansipasi, persamaan gender dan pendidikan ini bercita-cita ingin mendirikan sekolah untuk wanita pribumi.

Namun, obsesi yang mulia ini kandas karena kuatnya hukum adat di masa kolonial Belanda saat itu. Kartini dijadikan isteri ke tiga Bupati Rembang (poligami) dan wafat di usia muda : 25 tahun.

Di dunia film, ternyata ada tiga sosok aktris yang pernah memerankan Kartini.

Jenny Rahman di tahun 1982 didaulat oleh sutradara Syumandjaja sebagai pemeran Kartini di film berjudul ‘RA Kartini’.

Film ini dinobatkan sebagai film terbaik di era 1980an yang juga dibintangi sederet pemeran lain yaitu Bambang Hermanto, Nani Wijaya, Adi Kurdi, Dhany Dahlan, DR Wisnu Wardhana dan Andy Auric.

Diangkat dari buku tulisan Sitisoemandari Soeroto. Sewaktu gala premier di President Theater, Jakarta, ibu Tien Soeharto sebagai ‘first lady Indonesia’ hadir menonton film tersebut.

Jejen alias Jenny Rahman secara khusus disalami dan dirangkul oleh Ibu Tien Soeharto.

“Sebelum syuting, saya berziarah ke makam Ibu Kartini di Jepara,” kenang Jejen kepada penulis.

R.A. Kartini garapan Syumandjaja

Pemeran Kartini lain yang tak kalah populer dan berparas cantik adalah Dian Sastrowardoyo.

Dalam film ‘Kartini’ besutan Hanung Bramantyo ini, Dian  benar-benar sukses memancarkan aura nya sebagai Kartini.

Dian Sastro didampingi para pemeran lain yaitu Ayushita (Kardinah, saudara) dan Acha Septriasa (Roekmini, saudara ) serta Christine Hakim (Ngasirah, ibunya). Dan ikut bermain pula Deddy Sutomo sebagai Bupati Rembang, Raden Sosroningrat.

Berbeda dari film sejarah yang menjadi biopic Kartini, film ketiga yang berjudul ‘Surat Cinta untuk Kartini’ yang dibuat 2016 sepenuhnya fiksi.

Disutradarai Azhar Kinoi Lubis, pemeran Kartini adalah Rania Putrisari.

Kisahnya, Sarwadi (Chicco Jerikho) adalah tukang pos berstatus duda satu anak kaget ketika di suatu hari ia bertugas mengantarkan surat untuk Kartini dari temannya di Belanda.

Sarwadi lebih kaget lagi ketika tahu bahwa Kartini adalah seorang wanita ningrat yang memiliki karakter ‘rada lain’ : bergelora, urakan, keras kepala dan vokal.

Kartini dikenal pendobrak tradisi dan mendirikan sekolah untuk wanita pribumi pertama di Jepara.

Anak Sarwadi juga sempat disekolahkan di situ.

Anna Mathovani pemeran Kartini di Operet Kartini

Diam-diam Sarwadi menaruh hati kepada Kartini dan rajin mengantarkan surat (kelak surat-surat ini dikumpulkan dan diterbitkan oleh Kartini berjudul ‘Habis gelap terbitlah terang’).

Kekagetan Sarwadi memuncak dan hatinya hancur tatkala ia mendengar kabar Kartini akan dinikahkan dengan Bupati Rembang, Raden Sosroningrat yang sudah punya 2 isteri.

Ada lagi pemeran lain Kartini yaitu biduanita Anna Mathovani. Dan Chicha Koeswoyo sebagai Kartini kecil.

Dia tidak tampil di film, tapi di layar TVRI yaitu di Operet Kartini karya sutradara Titiek Puspa.

Operet musikal yang khusus dibuat di tahun 1979 ini guna merayakan 100 tahun perjuangan Kartini.

Dipenuhi nyanyian yang didialogkan  – disebut libreto – plus tarian dan musik nan memikat, operet ini berjaya dan ditonton ribuan pemirsa televisi milik pemerintah.

Titiek Puspa juga dikenal sebagai aktris musik dan film penggagas Operet Lebaran di TVRI. (pik)

Film Kartini Tayang di Rice University Cinema, Houston AS

FILM Kartini diputar di Houston, Amerika Serikat? Ya, pada Hari Kartini 2018 ini, KJRI Houston bekerja sama dengan Rice University Cinema menayangkan film Kartini dengan mendatangkan tamu istimewa, Hanung Bramantyo, sutradara film Kartini, Sabtu (21/4) lalu.

Pemutaran film yang menceritakan perjuangan emansipasi perempuan di abad 80 ini dihadiri sekitar 200 orang dari kalangan universitas, pengusaha dan masyarakat Indonesia. Pemutaran film Kartini merupakan pertama kalinya di Rice University Cinema, universitas swasta terkemuka di Houston, Texas dengan standar sound system teater dolby digital.

Konjen RI Houston, Dr. Nana Yuliana dalam sambutannya menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu upaya promosi Indonesia melalui diplomasi publik ini. Kegiatan ini juga akan rutin dilakukan dalam rangka mempromosikan film Indonesia dan membuktikan bahwa Indonesia memiliki industri perfilman yang berkembang dan sutradara yang berbakat. Tentunya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan mutual understanding dan people connectivity antar negara.

Masyarakat Indonesia di luar negeri sangat antusias dengan pemutaran film ini terutama untuk mengobati mengobati rasa kangen menonton film Indonesia. Selain itu, alur cerita Kartini, yang dikemas dengan apik, menambah suasana haru para penonton. Betapa gigihnya perjuangan Kartini pada masa itu untuk memperjuangkan kesetaraan perempuan.

Setelah pemutaran film, Hanung berkesempatan untuk diskusi interaktif dengan para penonton. Mereka sangat mengapresiasi hasil karya Sutradara Hanung dalam menceritakan sejarah perjuangan Kartini yang dikemas kental dengan budaya Jawa sekaligus mendobrak tradisi saat itu di mana masih terdapat diskriminasi bagi perempuan dalam mendapatkan hak pendidikan. Sutradara Hanung berpesan agar Kartini tidak hanya diperingati setiap tahun tetapi setiap hari kepada seluruh perempuan Indonesia.

Di sela-sela acara, Hanung berkesempatan bertemu dengan Direktur Rice Cinema dan Houston Cinema Art Society guna menjajaki peluang kerja sama di bidang perfilman. Salah satu keunggulan perfilman di Houston yaitu, NASA Cine Space International Film Festival, suatu ajang festival film singkat (maksimal 10 menit). Bahkan peluang Rice Cinema atau NASA Cine Space untuk public lecture dan membuat film di Indonesia. (Sumber: KJRI Houston)