Bamsoet Sebut Film ‘Anak Kolong’ Siap Tayang di Bioskop Awal November 2024

JAYAKARTA NEWS— Ketua MPR RI ke-16 sekaligus Wakil Ketua Umum FKPPI/Kepala Badan Bela Negara FKPPI Bambang Soesatyo menuturkan film ‘Anak Kolong’ yang diproduksi keluarga besar FKPPI bersama dengan PIM Pictures dan Garasi Film telah siap tayang.

Direncanakan gala primer film ‘Anak Kolong’ akan ditayangkan di bioskop XXI Metropole Jakarta tanggal 28 Oktober 2024, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda. Mulai tanggal 7 November 2024, film ‘Anak Kolong’ sudah bisa dinikmati serentak di seluruh bioskop XXI seluruh Indonesia.

“Film ‘Anak Kolong’ mengambil setting tahun 90-an dengan kehidupan keluarga TNI-Polri di dalam asrama yang khas. Bercerita tentang persahabatan lima ‘anak kolong’ yang berbeda karakter, beda pangkat orang tua dari pangkat sersan hingga jendral, perbedaan agama serta perbedaan ekonomi. Kelima sahabat ini berjuang untuk menggapai cita-cita yang diinginkan dengan segala lika-liku perjuangannya,” ujar Bamsoet usai menerima pengurus FKPPI DKI Jakarta, Kamis (5/9/24).

Pengurus FKPPI DKI Jakarta hadir antara lain Bambang Dirgantoro, Novri, Heza Arifiansyah, Rudolf Rudi Turangan, Fadjar Jerry Djalil dan Ferry Corputty.

Ia menjelaskan, istilah anak kolong adalah sebutan dalam bahasa sehari-hari untuk anak tentara atau anak yang besar di tangsi tentara. Istilah ini telah dipakai sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia. Saat masa kolonial sebutan anak kolong belum umum seperti sekarang. Pada masa itu, sebutan anak kolong hanya ditujukan kepada anak-anak serdadu rendahan, alias anak serdadu yang berpangkat di bawah kopral.

“Asal usul istilah ini berasal dari keadaan tangsi anggota KNIL yang sangat memprihatinkan. Tentara yang berkeluarga ditempatkan pada asrama dengan ukuran kecil dan berhimpitan. Karena kecilnya ruangan, sering kali tidak cukup untuk ditempati lebih dari satu tempat tidur. Akibatnya anak-anak terpaksa tidur di bagian bawah dipan atau kolong. Dari sinilah muncul istilah anak kolong,” kata Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI (Ormas Pendiri Partai Golkar) dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini memaparkan dirinya, Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo, Menteri Perindustrian sekaligus Wakil Ketua Umum FKPPI Agus Gumiwang Kartasasmita dan mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman turut bermain dalam film ‘Anak Kolong’.

Bamsoet berperan sebagai seorang polisi berpangkat bintang satu yang merupakan ayah dari Salim, Pontjo Sutowo bermain sebagai guru SMA, mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai pelatih di akademi militer serta Menteri Perindustrian sekaligus Wakil Ketua Umum FKPPI Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai perwira TNI dari orang tua Arya.

Lima tokoh utama dalam film ‘Anak Kolong’ adalah Arya, Salim, Ucok, Wempi dan Amira. Tokoh Arya yang diperankan Junior Robert merupakan anak seorang anggota TNI Angkatan Darat berpangkat sersan, Salim yang dimainkan oleh Antonio Blanco adalah anak seorang jenderal polisi.

Ucok anak seorang sersan anggota TNI Angkatan Laut diperankan oleh Bonny Putra, Wempi anak seorang anggota TNI Angkatan Udara berpangkat perwira diperankan Suheir Bisyir serta ⁠Aisyah Aqelah berperan sebagai Amira anak seorang perwira TNI Angkatan Darat “Film ‘Anak Kolong’ memuat pesan moral tentang berbagai perjuangan hidup.

Seperti semangat pantang menyerah hingga pentingnya menjaga pluralisme dalam kebangsaan. Diharapkan film ‘Anak Kolong’ mampu menginspirasi generasi muda dalam menjaga keutuhan NKRI dalam bingkai kebhinekaan,” pungkas Bamsoet.***/din

Bamsoet, Jenderal Dudung dan Agus Gumiwang Main Film ‘Anak Kolong’

JAYAKARTA NEWS— Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan keluarga besar FKPPI bekerjasama dengan PIM Pictures dan Garasi Film tengah menyelesaikan pembuatan film berjudul ‘Anak Kolong’. Anak kolong merupakan sebutan dalam bahasa sehari-hari untuk anak tentara atau anak yang besar di tangsi tentara. Istilah ini telah dipakai sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia.

“Asal usul istilah anak kolong berasal dari keadaan tangsi anggota KNIL yang sangat memprihatinkan. Tentara yang berkeluarga ditempatkan pada asrama dengan ukuran kecil dan berhimpitan.”

“Karena kecilnya ruangan, seringkali tidak cukup untuk ditempati lebih dari satu tempat tidur. Akibatnya anak anak terpaksa tidur di bagian bawah dipan atau kolong. Dari sinilah muncul istilah anak kolong,” ujar Bamsoet usai mengikuti syuting film ‘Anak Kolong’ di Bogor, Sabtu (27/7/24).

Bamsoet menjelaskan, film ‘Anak Kolong’ bercerita mengenai persahabatan empat remaja laki-laki dan satu remaja perempuan dengan latar belakang status sebagai putra dan putri dari orang tua yang berprofesi sebagai anggota TNI dan Polri.

Cerita berkembang seputar bagaimana kelima remaja tersebut bersahabat dan berjuang untuk menggapai cita-cita di tengah berbagai problematika khas remaja. Mulai dari konflik, cinta, romantis, penghianatan, ketulusan, dramatik rasa haru sedih dan keberhasilan.

“Arya yang diperankan Junior Robert merupakan anak seorang anggota TNI Angkatan Darat berpangkat sersan, Salim yang dimainkan oleh Antonio Blanco adalah anak seorang jenderal polisi, Ucok anak seorang sersan anggota TNI Angkatan Laut  diperankan oleh Bonny Putra, Wempi anak seorang anggota TNI Angkatan Udara berpangkat perwira diperankan Suheir Bisyir serta ⁠Aisyah Aqelah berperan sebagai Amira anak seorang perwira TNI Angkatan Darat,” kata Bamsoet.

Ia memaparkan, cerita film ‘Anak Kolong’ mengambil setting tahun 90-an dengan kehidupan keluarga TNI-Polri didalam asrama yang khas. Melalui latar belakang persahabatan yang berbeda karakter, beda pangkat orang tua dari pangkat sersan hingga jendral, perbedaan agama serta perbedaan ekonomi, mereka berjuang untuk menggapai cita-cita yang diinginkan.

“Dalam film ‘Anak Kolong’ saya berperan sebagai seorang polisi berpangkat bintang satu yang merupakan ayah dari Salim. Selain itu, turut bermain Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo sebagai guru SMA, mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai pelatih di akademi militer serta Menteri Perindustrian sekaligus Wakil Ketua Umum FKPPI Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai perwira TNI dari orang tua Arya. Rencananya film ‘Anak Kolong’ akan tayang di layar lebar pada bulan November 2024 mendatang,” pungkas Bamsoet.***