Langkah Enjoy Merawat Bayi

KEBAHAGIAAN tak terkirakan manakala pasangan suami istri mendapatkan hadiah terbesar dalam hidup mereka: kelahiran bayi. Pasangan suami-istri merasakan kebahagiaan tak terkirakan, saat tahu si istri mengandung dan lebih-lebih ketika bayi telah lahir.

Pada saat yang sama, muncul persoalan mengenai bagaimana merawat makluk baru yang kini menjadi bagian hidup dari pasutri tersebut. Pertanyaan seperti bagaimana merawat bayi, karena sebagai keluarga baru mereka sama sekali belum punya pengalaman. Semua keluarga baru, mengalami hal ini, termasuk orang tua pasutri tersebut pada masa lalu pun menghadapi hal serupa.

Beruntung bagi pasutri yang dapat pendampingan dari orang tua mereka, kerena bisa mendapatkan “pelatihan” mengenai banyak hal tentang mengurus bayi. Latihan pertama adalah “begadang”, karena orok yang baru lahir acap menangis, teritama kalau ngompol, atau lapar minta asi atau susu formula bagi ibu yang mengalami masalah ASI.  Untuk bayi yang mengompol, gangguan tak nyaman karena “basah” sekarang sudah dapat diatasi dengan memakaikan popok pempes. Tentu saja, perlu tambahan anggaran untuk ini.

Inilah beberapa hal  yang perlu diperhatikan dalam merawat bayi yang baru lahir:

Jagalah fisik Anda dan pasangan saat “berjaga” dan hindari mengkonsumsi kafein (kopi) untuk mengusir kantuk. Hendaknya tetap  makan makanan yang sehat, minum yang cukup, dan  tetaplah bisa menghirup udara segar.

Supaya bugar, bagi ibunda, hendaknya tidur berbarengan dengan waktu tidur si bayi.  Bergantianlah dengan pasangan, misalnya  bergantian posisi pada malam, ketika bisa dilakukan.

Jangan khawatir atau takut anda tidak mampu mengurus  dan merawat bayi. Apabila dilakukan bersama, niscaya rasa cemas dapat dibuang.  Berusahalah melakukan semua aktivitas dengan gembira, dan jangan sungkan-sungkan ajak bayi Anda tertawa, seperti saat mengganti popok atau memandikan bayi.

Sementara waktu tundalah pekerjaan lain yang selama ini Anda kerjakan sebelum bayi lahir. Membersihkan rumah dan mencuci baju,  bisa dikerjakan lain waktu, supaya Anda dan pasangan tidak kelelahan saat merawat bayi yang baru lahir.

Keluar rumah, jangan mengurung diri. Bawalah bayi keluar rumah, boleh jadi kalau ia rewel karena menginginkan udara segar di luar.

Apabila dirasa Anda sudah kewalahan atau kerepotan, mintalah bantuan kepada ahlinya.  Anda bisa minta tolong orang tua atau mertua, paraji atau bidan/dokter untuk mendapatkan tips dalam merawat bayi. ***

(bersambung)

Cara Praktis Deteksi Kanker Serviks

MENDENGAR kata kanker, pasti terbayang bakal menjalani pengobatan yang rumit dan beresiko besar menimbulkan kematian. Namun, kini ada cara cepat mendeteksi kanker serviks, sehingga semakin besar bagi Anda untuk bisa menyembuhkannya.

Lebih dari 92.000 kasus kematian terjadi pada wanita di Indonesia di tahun 2014 akibat kanker. Sebesar 10,3 persen merupakan jumlah kematian yang disebabkan kanker serviks. Sedangkan jumlah kasus baru kanker serviks hingga kini mencapai 21.000 kasus.

Indonesia merupakan negara dengan urutan kedua tertinggi jumlah penderita kanker serviks di dunia. Tingginya jumlah penderita kanker serviks di Indonesia idealnya diimbangi dengan tingginya jumlah fasilitas kesehatan tingkat satu berupa provider (pelaksana program, yang terdiri dari dokter umum dan bidan) dan skrining.

Skrining merupakan upaya deteksi dini untuk mengidentifikasi penyakit atau kelainan yang secara klinis belum jelas dengan menggunakan tes, pemeriksaan atau prosedur tertentu. Upaya ini dapat digunakan secara cepat untuk mendeteksi dini.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran perempuan Indonesia akan pentingnya melakukan deteksi dini (skrining kanker serviks ) sebagai langkah awal pencegahan PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) bersama Dompet Dhuafa (DD) memberikan alat deteksi dini kanker serviks kepada 10 bidan inspiratif di wilayah pelosok dan pinggiran Jabodetabek secara gratis.

Program ini merupakan bentuk apresiasi PTTEP dan DD terhadap para bidan yang telah berkontribusi positif kepada masyarakat yang minim pengetahuan seputar kesehatan reproduksi.

Pemberian alat deteksi dini kanker serviks juga dalam rangka memperingati Hari Kanker Internasional yang jatuh pada 4 Februari 2017, sekaligus memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret 2017, serta berkaitan dengan rangkaian peringatan ulang tahun Gerai Sehat Rorotan ke-2.

Gerai Sehat Rorotan adalah klinik pelayanan kesehatan gratis bagi dhuafa, yang juga merupakan hasil kerjasama PTTEP dengan Dompet Dhuafa. Bidan inspiratif yang mendapatkan bantuan alat deteksi dini kanker serviks ini merupakan bidan-bidan pilihan yang telah terbukti secara tulus melayani dan memiliki dedikasi tinggi kepada para perempuan untuk terus peduli akan kesehatan reproduksinya. ***